Wednesday, November 14, 2007

Anak Kucing Malang





Pagi itu jam 07.00 saya bangun. Saya melihat ke luar jendela hari telah cerah pertandan matahari menampakan dirinya. Ke luar kamar tidur saya mengenakan celana pendek coklat dan kaos hitam lusuh. Rambut saya yang panjang dan kaku berbentuk tidak karuan karena tidur saya yang nikmat.

Saya lihat bayi saya yang berumur 15 bulan masih nyenyak tidur dengan posisi tidur 180 derajat dan sedang ngeyot susunya. Bayi kami biasa dalam semalam ngeyot susu 3 sampai 4 kali. Dari dapur terdengar dentingan alat masak pertanda istri sedang melakukan kegiatan masak memasak. Pagi ini kami berencana pergi ke pantai Anyer yang berada di pesisir utara barat pula jawa. Jarak rumah ke Anyer cukup jauh yakni sekitar 160 kilometer sehingga kami berniat berangkat agak pagi meskipun jadwal check ini masih jam 13.00 WIB. Saya coba ke dapur dan melihat persiapan belum selesai. Kembali ke ruang tengah sambil melirik jam sudah jam 07.30. Kegiatan rutin tiap pagi segera saya lakukan yakni mengambil Koran dan terus ke kamar mandi, membaca sambil tugas rutin he he. Jam sudah mendekati pukul 08 ketika saya berikutnya ke halaman depan melakukan check kendaraan, mesin, air dan lainnya karena bakal jalan jauh. Si bayi masih tertidur pulas sambil mulutnya ngenyot dot susu ketika saya memanaskan mesin mobil. Semalem saya sudah memenuhi tangki bensin hingga nanti tinggal jalan dan amsuk tol. Singkat cerita persiapan selesai, bayi sudah dimandikan, perlengkapan sudah ditata rapi di mobil kamipun bersiap. Sayang sekali jalan-jalan kali ini tanpa anak sulung karena masuk sekolah kegiatan karate dan baru pulang jam 11.30 siang. Bilapun si anak mau bisa saja dimintakan ijin dan ikut jalan, namun si sulung males dan lebih memilih karate dan pulangnya pengin ke warnet sama temennya. Bremm kendaraanpun jalan menuju pintu keluar komplek perumahan persis jam 09.00 pagi. Eit baru dapet 300-an meter terlupa hanphone tadi dicharger karena tadi pagi baterei tinggal seperempat powernya. Berhubung belum jauh brem kami mundurkan kendaraan dan terika ke orang rumah minta diambilkan handphone. Kali kedua brem kendaraan pun dipacu karena waktu kian siang. Sempat berasa ada glethak di roda namun halus dan saya berpikir hanya ranting bekas mainan anak-anak tetangga. Tidak berapa lama kendaraan sudah berada di jalan tol. Tidak biasanya baru mencapai tol bekasi barat terjadi kemacetan panjang. Wah ada apa nih, saya berpikir biasanya terjadi sesuatu mengingat hari sabtu biasanya lancar karena banyak karyawan libur. Benar dugaan saya selang 10-an menit terjawab kemacetan tadi dan sebuah truk terguling di tengah tol. Kebiasaan pengendara kendaraan bila ada kecelakaan bukannya segera lewat justru memelankan dan melihat. Selepas antrian segera kendaraan dipacu kencang menuju tujuan. Jarak 160 kilometer ditempuh dalam waktu 2,5 jam dengan kondisi jalanan relative lancer. Memang banyak truk dan trailer berjalan lambat serta penyempitan jalan tol karena perbaikan namun setiap ada kesempatan kendaraan tetap dipacu maksimal. Sampai anyer kitapun bertemu dengan rekan yang sudah dating lebih dahulu. Ada dua keluarga dating sebelum kami, mereka dating lengkap dengan keluarga dan pakaian santai. Dua hari satu malam berlalu dan acara berjalan lancar. Minggu siangnya kami kembali pulang dan sesampai di rumah diteruskan istirahat. Sore jam 05-an bangun dan setelah sembahyang saya keluar dan bermaksud mencuci kendaraan yang cukup kotor setelah perjalanan jauh. Selesai mencuci kendaraan jam 05.30 saya disapa kucing kampung yang kita piara. Kami memiliki seekor kucing anggoran ditempatkan dikandang ukuran 2 x 1 meter dan setiap hari seekor kucing betina dating dan tidur di dekatnya. Anggora kami sejak umur tiga bulan sudah disuntik dan dikebiri oleh dokter hewan yang biasa mengurus berbagai hewan piaraan seperti kucing dan anjing. Tidak biasanya kucing betina tadi mengerang seperti orang menangis pilu. Saya agak kagaet dan tersadar bahwa si betina tadi sendiri dan tanpa anaknya. Bulan puasa kemarin betina itu beranak jumlahnya 4 ekor anak kucing lucu berbulu putih. Kelima kucing ditambah satu piaraan kami biasa tidur di halaman depan dan kami beri makan setiap hari. Kembali dari lebaran empat hari setelah hari raya kami dikagetkan dengan hilangnya tiga anak kucing. Tinggal seekor anak kucing yang terus disusui induknya. Induknya sedikit terhibur meskipun sisa anaknya tinggal satu. Tidak jelas siapa yang mengambil ketiga anak kucing tersebut ketika kami pulang kampung selama 1 minggu. Rupanya dan saya baru nyadar bahwa anak kucing itu terlindas roda kendaraan saat berangkat dan mengambil handphone yang tertinggal, cerita saudara saya. Saudara kami yang menjaga rumah memberitahu hal tersebut dan mengatakan tanpa tahu menahu ketika kendaraan jalan bayi kucing itu sudah mati terlindas ban kendaraan. Sebelumnya, setiap hari anak kcuing itu memang suka ngumpet di mesin mobil karena hangat. Saya selalu sempatkan membuka kap mesin setiap pagi agar anak kucing itu pergi dulu baru stater kendaraan. Mencuci mobilpun saya hentikan dan saya begitu sedih dan merasa sangat kehilangan. Saya begitu menyukai hewan ini. Berbagai tingkahnya yang lucu setiap harinya saya perhatikan dan saya dengan senang hati selalu memberi makan. Pantas induknya bagaikan merintih pedih kehilangan bayi terakhirnya. Semuanya karena ulah saya. Meskipun tentu saja saya tidak tahu sama sekali saat kendaraan berhenti anak kucing tadi ngumpet di kolong. Ini tidak biasanya karena mendengar mesin bunyi biasanya sudah langsung lari. Kemarin saat menunggu diambilkan handphone mesin mobil terus hidup. Siapa menyangka bayi kucing tadi berada di bawah kendaraan. Saudara sempat saya marahi karena jasad bayi kucing malah ditaruh di bak sampah, kenapa tidak dikuburkan kata saya. Ia menjelaskan bahwa rencananya akan mengubur di lahan samping perumahan. Tanpa pikir panjang saya ambil jasad bayi kucing yang sudah mengembang dan mulai membusuk karena malam tadi kebetulan hujan lebat. Saya kuburkan di taman depan rumah disamping pot bunga. Saya petik dua untai bunga kantil di salah satu pot dan ditaruh dikuburan sang bayi kucing. Sampai empat hari berselang sang induk kucing terus melolong sedih ditinggal keempat anaknya. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan bahwa bayi terakhirnya mati terlindas roda.
Read More ..

Friday, November 09, 2007

Peterpan

tlycmf

Semula saat itu saya pikir grup band muda five minutes bakal melejit dan menjadi band papan atas. Banyak lagu-lagunya menjadi hits dan bagus-bagus. Ditunjang personel band yang muda-muda, energic dengan dandanan khas yakni mengenakan sarung membawa band ini cepat dikenal. Saat itu band dengan kostum unik - sarung menjadi ciri khas five minutes. Apa daya barangkali terantuk factor manajemen maka band five minutes urung melejit. Sukses sih namun tidak sangat luar biasa.

Nah siapa lantas tidak mengenal band Peterpan. Band yang digawangi oleh Ariel dan kawan-kawan ini begitu fenomenal. Meluncurkan dua album perdana membuat lagu-lagu Peterpan begitu dihapal mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Semuanya menyanyikan lagu band ini dan tidak ketinggalan menjadi lagu-lagu favourit di karaoke maupun acuan band-band daerah atau pemula. Belum lupa band ini begitu sering tampil di televise setiap minggunya. Setiap sebuah statisun TV menayangkan acara hits tidak ketinggalan band Peterpan disertakan sebagai salah satu band papan atas. Mereka berkali-kali juga sempat manggung di manca Negara. Peterpan bisa disejajarkan dengan band yang sudah mapan sebelumnya seperti Dewa, Gigi maupun Ada band. Arie adalah fenomena dan vokalis band asal Bandung yang bermula dari hobi dan band kampus. Kiprahnya begtiu menonjol, dari albumnya yang meledak, tampil di televise bak idola baru termasuk berbagai intrik kehidupan Pribadi dan rumah tangganya. Lagu-lagunya lugas, mudah dicerna, beatnya sederhana dan siapapun tidak sulit untuk menyanyikannya.

Disayangkan band yang banyak diprediksi bakal menjadi band besar justru terlilit konflik internal dan keluarlah dua anggota band-nya. Peristiwa ini tentunya cukup memukul produktifitas dan kekompakan band. Disaat dibutuhkan kerja keras dan kekompakan malah muncul perpecahan. Praktis terjadilah kevakuman dari band ini untuk sekian lama. Banyak perkiraan bahwa ketenaran Peterpan usai sudah dengan pecahnya personel. Ada jeda beberapa lama, sekitar dua tahunan sebelum akhirnya dua personel yang keluar muncul dengan hits dan band baru, the Titan. Hmm rupanya semangat dan kerja keras anak muda ini patut diacungi jempol. Puncaknya adalah dilemparkan album ketiga Peterpan. Sebagaimana kepiawaian Ariel sebelumnya mengolah beat beat, kali ini album ketiga meluncur dengan hits pula. Tidak menunggu terlalu lama untuk membuat album ini laris dipasaran. Bahkan dibeberapa tangga lagu saling bersaing hitsnya antara the Titan dengan hits Peterpan. Dengan bakatnya, dengan kekompakanya, Peterpan akan bisa menjadi band papan atas dan kembali sejajar dengan para seniornya.
Read More ..

Thursday, November 08, 2007

Parangtritiskusuma



Selama tiga hari kemarin kembali kami satu tim kecil mengadakan perjalanan seputar Solo dan Yogya. Kami berangkat pagi sekali yakni jam 5.55 dengan Garuda. Saking paginya saya mesti bangun jam 3.15 dan naik taxi jam 3.45. Sengaja pagi sekali karena hari itu senin dan situasi di jalan sulit diprediksi.

Biasanya senin pagi antrean ke Bandara sering padat karena banyak orang pengin terbang dengan first flight. Cuaca pagi yang umumnya cerah juga menambah peminat terbang pada jadwal pertama ini. Ditambah saat ini sedang musim hujan yang sering hujan lebat dan angina. Saking paginya jadwal satu teman tertinggal dan terpaksa ikut penerbangan berikutnya ke Solo. Karena jadwal hanya dua kali terbang sang temen terpaksa baru bisa mengudara jam 16.00 sore. Bayangkan sepuluh jam bengong di Bandara. Kami bertiga mendarat di Bandara Adisumarmo jam 7.00 dan langsung menuju kantor cabang. Perlu sedikit diskusi sebelum akhirnya kami memulai perjalanan seputar Solo. Berhubung di pesawat hanya mendapat snak dan kurang nendang kamipun mampir wisata kuliner bentar he he latah ya. Target kami adalah soto kuali depan Stasiun Balapan. Meskipun lokaisnya sederhana di pinggir jalan sotonya cukup enak dan juga murah. Terakhir saya makan di sini sekitar empat tahun silam. Rasanya saat itu potongan dagingnya besar-besar dan empuk, kemarin menjadi lebih kecil he he. Wajar barangkali karena pedagang harus menjaga harga jual sementara harga daging makin mahal. Usai sarapan kamipun melanjutkan kegiatan yang sudah dijadwalkan. Tiba siang hari kamipun coba mencari makanan khas setempat. Hmm kami sempat mampir ke home industri pembuat makanan kerupuk yang dibuat dari bahan beras. Nama setempat dari kerupuk ini adalah karak. Satu plastic besar dijual seharga 8 ribu rupiah. Dimakan berlima baru habis dua hari, kebayang kan berapa banyaknya. Akhirnya kami menuju suatu tempat di Solo selatan yang menjual makanan bernama Selat. Tentunya makanan ini umum saja karena di resepsi pernikahan banyak dihidangkan. Kembali kami melanjutkan kegiatan meskipun diiringi dengan cuaca buruk dan hujan. Jam tigaa-an kami baru sempat check ini di Novotel Solo. Habis istirahat dan mandi kami menyusun target untuk makan malam he he kayak perang ya. Kali ini karena suasana malam di Solo agak lengang karena hari kerja dan cuaca hujan kami ambil yang mudah. Apalagi kalau bukan nasi liwet khas kepabron Solo. Makanan tradisional ini banyak disukai artis dari Ibukota dengan banyaknya tanda tangan mereka yang dipajang. Nasi liwet dipadu sayur labu, suwiran daging ayam dan telur ditambah cabe rebus hemm benar-benar lezat. Kita sampai nambah satu pincuk lagi saking enaknya. Minumnya paling pas ya wedang sekoteng yakni minuman panas yang diramu dari jahe, kacang gula dan lainnya. Kami tidur pulas malamnya karena capek dan baru bangun setelah jam 8 pagi. Habis sarapan kami lanjut ke Yogya dan seperti biasa kami menuju kantor cabang dulu. Kali ini kami melakukan kegiatan seputar Yogya. Jam makan siang rasanya cepat sekali dan kali ini tidak ada yang lebih tepat kecuali menyerbu nasi gudeg Yogya. Bagi pembaca yang barangkali belum sempat mencicipi gudeg tradisional silakan dating di Nasi Gudeg Yu Jum yang berlokasi di seberang rektorat UGM. Dijamin anda bakal puas dengan rasa gudeg Yu Jum. Parkiran penuh dan banyak yang membeli bungkusan sampai ratusan ribu rupiah. Nah habis makan ini kami meluncur ke Parangtritis. Setelah selesai kegiatan di sana kami sempatkan mampir ke pantai parangtritis. Kata rekan sih bagian pantai yang kita datangi adalah parangkusuma. Jalurnya tidak melewati loket/gerbang yang menuju parangtritis namun sebelum loket tersebut kita belok kanan. Jalanya memang agak kecil namun hotmix mulus. Seratus meter sebelum pantai kita dicegat petugas pemda minta restribusi, namun dengan menyebut nama perusahaan kita diizinkan masuk, alias gratis he he. Jangan berprasangka dulu ya, critanya kita cukup banyak memberikan support kepada daerah setempat sehingga mereka mengganti dengan menggratiskan kita masuk. Pantai ini sungguh bagus dan indah dan boleh dibilang salah satu pantai terindah yang ada, he he kayak puisi. Yang jelas memang indah dengan ombaknya khas pantai selatan dipadu perbukitan, pohon-pohon dan pasir hitamnya. Hanya pengelolaannya masih relative tradisional dan tidak ada tanda-tanda dikelola secara modern. Padahal pantai ini sungguh layak dijual keindahannya sampai ke manca Negara. Andaikan dikelola secara optimal, dibangunkan akses jalan lebar, dibangun banyak hotel modern termasuk modernisasi pasar ikan yang ada serta dengan promosi yang meluas dan komprehensif tidak mustahil menjadi obyek pariwisita menarik.
Read More ..

Wednesday, October 31, 2007

Dian Sastro Wardoyo


Kali ini saya mencoba mengomentari artis yang saya tidak tahu banyak, nah lo. Jelas tidak kenal dan tidak tahu banyak kok malah mau dibahas, ya ngga pa pa kali. Nama artisnya adalah Dian Sastro Wardoyo, he he kenapa ya,,barangkali kebetulan saja nama belakangnya sama dengan saya, Wardoyo. Sebagai orang Jawa nama saya pendek saja dan itulah yang diberikan orang tua, Wardoyo. Konon sih dalam bahasa jawanya Wardoyo itu artinya sama dengan TYAS atau sama dengan HATI, mohon dikoreksi kalau tidak tepat ya.

Apa ya yang pengin dibicarakan mengenai artis yang cantik ini. Artis ini pernah membintangi film yang berjudul Ada Apa Dengan Cinta yang serialnya pernah disinetronkan namun dengan bintan berbeda. Saya sendiri belum pernah melihat film-nya Dian, dan bahkan melihat sinetron satu episode pun kecuali sekilas-sekilas. Ya saya tahu dari Koran Dian Sastro juga baru saja diwisuda dari Universitas Indonesia jurusan Filsafat, benar kan. Nah artinya gadis ini selain cantik, menarik juga pintar, buktinya berhasil lulus dari UI. Terus Dian pengin ngelanjutin ke S2 begitu katanya di Koran ya. Nah inget, Dian juga pernah menjadi bintang sebuah sabun mandi bersama dengan artis cantik lainnya. Gambarnya sering terpampang besar di banner yang dipasang dipinggir jalan. Konon banner dengan gambar artis cantik itu berbahaya, kenapa ya, karena bisa bikin pengendara mobil celaka, lha kelamaan melotot gambar nan cantik tadi, wah bener juga ya. Belum lama Dian Sastro juga membintangi sebuah iklan telekomunikasi di televise. Dengan baju warna coklat dan wajah cantiknya, eh manis juga ya, Dian melenggang lembut dan wajah manisnya bisa menyihir pemirsa TV lho. Oh ya kenapa Dian jarang atau tidak pernah main sinetron yaa, atau barangkali ada cuman saya yang memang tidak tahu. Terakhir yang aku tahu, juga dari Koran, Dian adalah gadis asli kelahiran Jakarta dan orang tuanya, alamak aku juga sama sekali blank. Maaf ya Dian, aku tidak tahu banyak tentangmu meskipun aku juga kagum atas wajah cantik dan manismu. Saat ini di ruang kantor hanya saya satu-satunya karyawan yang tinggal, entah kenapa tadi keiseng ingin bahas Dian dalam blogs saya. Dan sebelumnya saya juga telah memasang Wajah Dian dalam screensaver computer meja he he, maaf bukan saya genit atau apa, boleh kan seseorang mengagumi artis.
Read More ..

Tuesday, October 30, 2007

Medan and Toba



Ke Medan lagi, itulah yang terakhir saya lakukan. Bukan untuk lainnya kecuali memang dari kantor yang menugaskan. Hmm ticket PP Garuda sebesar 2 jutaan dan hotel berbintang rates 600 ribuan per malam jelas terlampau berat saya tanggung sendiri.

Untunglah semuanya memang kantor yang nanggung jawab, saya? Hmm bermodal bonek doang he he. Kita memang berdua berangkat ke kantor cabang. Sampai di sana biasa saja bertemu dengan rekan di sana meeting dan dilanjutkan pekerjaan lainnya. Apa ya yang kita ingat dari Medan hmm ada beberap sih seperti lampu lalu lintas yang ukurannya besar-besar sehingga nyalanya terang benderang. Juga di sana ada angkutan umum yakni bettor kepanjangan dari becak motor dimana sebuah sepeda motor dirangkai dengan roda dan dimuatin 2 penumpang. Cukup banyak bettor ini dan dipastikan menyumbang kesemrawutan jalanan tentunya. Kebetulan kami datang hari jumat dan siangnya jumatan di basement hotel Novotel. Kegiatan ibadah ini tentunya umum dan biasa saja kecuali ketika menyerahkan infaq. Jadi ada 2 tahap infaq dalam jumatan ini yakni ketika awal pembukaan oleh pemandu ibadah infaq bisa diberikan yakni dengan cara melempar ke depan, wah baru tahu saya. Jadi infaq pokoknya kita lemparkan ke depan nanti akan disampaikan kepada pemandu ibadah tadi. Setelahnya langsung dihitung dan diumumkan perolehan infaq tadi. Namun ketika proses ceramah oleh ustad tetap diedarkan kotak infaq, barangkali maksudnya bagi mereka yang tadi belum sempat infaq karena sedang sunah. Malamnya usai melakukan kegiatan dan badan cape kita langsung tertidur tentunya setelah mandi. Hmm bangun jam 21-an perut berasa lapar. Mau telpon sopir kasihan juga karena seharian kita sudah dijalanan, akhirnya berdua kita jalan menyusuri sekitar hotel. Hmm ternyata banyak jajaran warung yang buka malam dan salah satunya adalah nasi goring yang buka 24 jam nonstop, he he unik juga. Dua penggorengan besar penuh dengan nasi goring mengepul ditempatkan di dapur dan terlihat oleh pengunjung. Hujan rintik-rintik makin menambah aroma. Maka pesan 2 porsi nasi goring dan satu sate padang di sebelahnya. Menu nasi gorenynya unik, yakni nasi ditumpangi telur dadar dan daging kambing. Rasanya nikmat dan dimakan bareng kerupuk dan acar. Tiga hari di Medan memang tidak cukup apalagi kalau agenda kita jalan mengelilingi kota Medan. Kami menyusuri Deli Serdang, Belawan, Johor dan bahkan sampai Binjai. Di Deli Serdang ada gudang tembakau yang dibangun Belanda dan diantaranya ada yang dibangun tahun 1889 dan masih berdiri kokoh. Hanya konon tidak banyak lagai tanaman tembakau dibudidayakan padahal kita tahu bahwa kualitas tembakau kita merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Kami juga menyusuri daerah hamparan perak dimana bernaung banyak orang Melayu. Melihat kehidupan dan adanya pesta perkawinan mengingatkan adat dan kehidupan di semenanjung Malaysia. Berikutnya kami juga menyusuri kampong Jawa dimana banyak orang berasal dari Jawa dan tinggal di daerah tersebut. Semula kami merencanakan pergi ke danau toba namun jarak tempuh 3 jam sekali jalan menyurutkan niat kami karena keterbatasan waktu dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Akhirnya kami kembali setelah tiga hari di sana. Belum lama pesawat Boeing 737-300 take off, sekitar 15 menit setelahnya pramugara memberitahukan pemandangan di sebelah kanan kita. Nampaklah danau toba yang megah, luas dan indah dari ketinggian 30 ribu kaki. Kebetulan samping saya seorang dokter yang dinas di medan sempat menjelaskan alangkah sayangnya danau semegah itu namun minim pengelolaan dan perawatan, akibatnya debet kedatangan turis tidaklah maksimal. Marilah hendaknya siapapun terutama pemerintah daerah atau pusat, hargai dan rawatlah obyek pariwisata kita yang begitu banyak, kaya dan indah. Jangan sumber daya alam yang begitu hebat dan merupakan anugerah bangsa ini makin terpuruk.
Read More ..

Wednesday, October 03, 2007

Sing Songs


Kapan anda menyanyi terakhir kalinya? Tadi pagi ketika mandi, atau minggu lalu di sunatan tetangga, he he. Menyanyi adalah seni dan sekaligus olah-raga, nah lho. Setidaknya bagi otot wajah dan rahang. Aku sekedar pengin share perihal nyanyi ini. Dari kecil secara alamiah kita senang menyanyi meski kadang malu. Masih ingat anda malu-malu ketika SD diminta ke depan dan menyanyi. Makin lama anda akan semakin berani dan akhirnya menikmati.

Tidak kurang dari Jendral Wiranto ketika itu senang menyanyi di acara santai. Atau pak Habibie, atau sekarang pak presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tidak sungkan untuk menyanyi. Kenapa harus malu dan sungkan kalau menyanyi itu seni dan ekspresi jiwa kita. Bahkan program sekaliber American Idol atau Indonesia Idol-pun mengambil skill menyanyi sebagai media. Kenapa bukan skill lainnya, padahal ada tema Idola di sana. Hal ini makin menegaskan bahwa menyanyi mendapat penghargaan tinggi. Aku pengin buka kartu he he, kalau sudah masuk ruang karaoke aku sanggup menyanyi tiga jam tanpa henti he he maniak yaa. Terakhir ketika seminggu di Surabaya aku sempatkan 2 kali masuk karaoke keluarga. Bila dihitung aku sanggup menyanyi 50 lagu nonstop he he kacau yaa.Akibatnya sekarang tenggorokan sakit nih karena melantunkan puluhan lagu. Jangan dikira hanya lagu ringan macam Peterpan, Ada Band atau Koesplus, bahkan Ebit, Rhoma, Beatles dan Bon Jovi pun kita libas. Memang kita ada record main musik kecil-kecilan sih. Sejak kuliah sudah demen main gitar dan sempat menjadi lead gitar di ajang 17 belasan di kampong ha ha. Pernah juga sih manggung di Hotel Horison dalam gathering kantor yah namanya juga amatiran. Itulah kita, tanpa malu-malu dan apa adanya pamer, he he he. Terlepas dari nyanyi amatiran tadi kita bisa melihat Inul Vista sebagai trend karaoke di kota-kota besar saat ini. Bayangkan fasilitas karaoke dikemas begitu menarik dan mudah. Tinggal memilih lagu dari server, klik dan jreng suara sound systems hebat. Anda dapat bebas teriak dan berekspresi memamerkan kebolehan suara. Bisnis itulah kata ajaib yang sering mengubah hal biasa menjadi luar biasa. Karena bisnis karaoke sekarang menjadi bisnis menggiurkan. You look out that window, someone you know but it’s all look the same……hm hm cuplikan dari band kondang Swedia…..Europe
Read More ..

Thursday, September 20, 2007

BORED !!



Berang, sungguh berang setiap kali menghadapi kesemrawutan keadaan. Dengan rekan kantor sering kita menyepakati bahwa hidup di Jabodetabek – kawasan ibukota Negara ini- begitu kita keluar rumah yang terjadi adalah rebutan dan HUKUM RIMBA. Artinya mulai kita keluar rumah dan menginjak jalan yang terjadi selalu rebutan.Kenapa timbul rebutan sungguh banyak keadaan penyebabnya. Mulai dari jalanan yang relative sempit, jumlah kendaraan semakin banyak, perilaku pengendara dan desain serta infrastruktur transportasi kita yang amburadul.

Begitu masuk tol langsung disambut dengan ratusan truk besar yang berjalan lambat dan sebagian mengambil jalur kanan. Sudah klasik dan menjadi pemandangan setiap saat truk berbagai ukuran melaju lambat di tol mulai dari pagi, siang, sore dan malam hari. Kita tidak tahu pasti apakah sebaiknya truk dibiarkan sembarang waktu masa edarnya atau sebaiknya diatur dengan system jam tertentu. Tidak kalah parah adalah antrian pembayaran di pintu tol. Ambil contoh tol Cikampek Jakarta dengan panjang 60 kilometer-an. Dengan debet kendaraan begitu banyak tak terelakan terjadi penumpukan antrian pembayaran. Celakanya cara pembayaran masih berlangsung seperti dulu kala JAMAN MAJAPAHIT yakni tunai dan system kembalian – persis jual beli di pasar. Tidak jarang transaksi tol sebuah truk berlangsung sekian lama sehingga memperlambat antrian. KAPAN YA system membayar tol seperti di Singapura yang cukup dengan sensor dan kendaraan tidak perlu berhenti, MIMPI KALI YE. Usai membayar tol yang gate-nya ada sepuluh atau lebih kendaraan langsung disambut antrian karena jalan menyempit menjadi HANYA 2 lajur. Kebayang tidak dari 10 lajur menjadi 2 lajur dan ini berlangsung SETIAP HARI !! Praktis untuk jarak yang mestinya ditempuh dalam 5 menit sering harus kita jalani 30 sampai 45 menit, kadang LEBIH !!! Diperparah dengan PERILAKU pengendara yang saling serobot dan adu nyali. Meski kita di JALUR YANG BENAR sering harus mengalah karena penyerobot lebih BERANI dan BERNYALI. Jadilah ajang rebutan dan nampak hukum rimba berkuasa di sini. Desain infrastruktur yang tidak disiplin dan hanya membela kepentingan pemilik kapital turut menjadi biang semrawutnya akses transportasi ini. Di jam sibuk SELALU terjadi antrian di Exit tol karena jalan ARTERINYA dipenuhi kendaraan roda dua yang jumlahnya JUTAAN di mbahnyakota ini. Orang tidak mampu beli mobil dan memilih MOTOR karena berbagai kondisi. Daya beli rendah karena tingkat upah rendah bagi mayoritas karyawan. Jadilah keadaan multi dimensi social ekonomi budaya bla bla bla. Tidak jarang pula exit tol langsung disambut perempatan dan lampu merah, LHA IYALAH MACET CET !!
Read More ..

Wednesday, September 19, 2007

BELOVED

nrz

Adakah yang lebih membahagiakan ketimbang bercanda riang dengan buah hati kita. Setiap dari kita yang telah memiliki anak tentunya sepakat bahwa bercanda dengan anak merupakan salah satu anugerah terindah yang pernah ada. Itulah sebabnya anak disebut dengan buah hati. Manakala ia sehat dan gembira maka begitu bahagia rasa hati kita. Sebaliknya bila buah hati kita sakit begitu juga rasa hati kita, sedih dan sangat sedih.

Karena anak saya dua orang dan keduanya laki-laki, maka saya begitu bersyukur dan merasa mendapat anugerah luar biasa. Anak yang pertama dari mulai lahir, umur bulanan, setahun, mulai jalan,meracai dan mengeja satu dua patah kata begitu saya nikmati. Tidak ada secercah segar begitu kita pulang kantor dengan rasa lelah dan pikiran ruwet secara drastis sirna disambut celotehan anak. Bagaiman ia belajar mengeja huruf R, atau bagaimana mencoba menyusun kalimat atau melaporkan apa yang dialaminya hari itu. Saat ini anak pertama saya menginjak kelas 1 sebuah SMU, namun setahun kemarin kami dianugerahi kembali seorang anak laki-laki.

Meskipun umumnya orang berharap sepasang laki dan perempuan, bagi kami apapun adalah anugerah dan sama saja. Anak kedua kami menginjak usia setahun dan sedang belajar berjalan dan berceloteh. Mendengar celotehan, meskipun tidak tahu maksudnya, kami begitu gembira dan kasih saying semakin besar. Anak kami yang kedua hanya disusui sampai usia tiga bulan dan selebihnya minum susu formula. Bukan karena ibunya tidak bersedia, namun anak kami lahir dengan kekurangan dan umur tiga bulan bahkan tidak mau menyusui karena setiap menyusu merasa tersedak.

Akhirnya dicoba untuk setiap hari memeras susu dan diminumkan dengan botol, namun makin lama makin sedikit dan akhirnya berhenti sama sekali. Kami pasrah dan memberikannya susu formula. Alhamdulillah anak kami sehat dan aktif seperti bayi lainnya. Celotehan itulah yang membuat hidup kami semakin bersemangat. Begitulah setiap menginjak rumah tiada yang saya harapkan kecuali celotehan bayi kami. Dia aktif merangkak ke sana kemari, tiada mengenal lelah kecuali mulai mengantuk dan tidur. Hobinya belakangan adalah nonton TV, he he dan paling seneng melihat iklan. Bayi kami juga senang melihat balap motor, balap mobil dan juga saat adzan maghrib tidak ketinggalan menoleh dan melihat meski sedang bermain. Itulah keceriaan makhluk mungil yang diibaratkan amanah Tuhan yang harus kita jaga sebaik-baiknya.
Read More ..

NICE PORTRAIT



Apa yang anda lakukan satu minggu terakhir? Atau satu bulan kemarin? Apakah anda menjalani rutinitas belaka atau anda mengerjakan proyek penting. Bagaimana kepuasan atas hasil yang anda capai. Berhasilkan anda memenagkan tender dari proyek anda, atau anda berhasil meyakinkan atasan akan suatu bisnis proses yang inovatif di divisi anda.

Minggu kemarin bagi saya merupakan minggu yang cukup melelahkan namun juga mententramkan. Mengemban penugasan dari perusahaan saya dan tim kecil mendarat di Surabaya. Hmm masak ke Surabaya saja melelahkan ya? Maksudnya di sana kami satu tim melakukan semacam roadshow. Roadshow bukan untuk mencari pinjaman modal atau untuk mempromosikan produk. Roadshow kami adalah kegiatan social dan khusunya pendidikan. Yup betul, tim kami menjelajah seluruh kota Surabaya untuk mengunjungi satu pesantren ke pesantren lainnya. Kami mengemban misi menjelajah 100 pesantren di Surabaya. Kami sudah melakukan selama seminggu dan berhasil mengunjungi 55 pesantren. Sisanya akan kami coba selesaikan dalam waktu dekat nanti. Apa yang coba kami ingin gambarkan adalah sekedar potret singkat dan sekelebat pesantren tersebut. Mengingat kunjungan tiap pesantren berlangsung singkat. Intinya kami menemui ketua atau kyai dari pesantren tersebut, sedikit pengantar dan tentunya sedikit sumbangsih perusahaan untuk membantu prasarana pendidikan di pesantren. Bahwa benar, begitu banyak pesantren modern yang kita lihat di sekitar kita. Namun tidak sedikit pesantren yang berjalan ala kadarnya meskipun usia pesantren ada yang sudah mencapai 100 tahun. Pesantren sudah ada sejak abad 18 dan dijalankan turun temurun. Ada banyak ragam pesantren di Surabaya yang berhasil kami kunjungi. Ada yang cukup modern dengan santri berjumlah ratusan dan prasarana modern. Namun ada juga beberapa yang santrinya sedikit dan bahkan hanya puluhan orang serta prasarana ala kadarnya. Ada santri dengan jenjang SD yang biaya pendidikannya puluhan ribu per bulan, lima belas ribu per bulan atau bahkan gratis sama sekali bagi santri tidak mampu. Bahwa potret pesantren di Surabaya lebih merupakan sebuah keluarga besar dimana mereka tinggal bersama/mondok, belajar di tempat sama dan melakukan ibadah bersama pula. Kami belum tahu persis bagaimana manajemen mereka. Apakah pembiayaan operasional pesantren murni dari pembayaran santri, atau bantuan pemerintah atau dibiayai oleh pengasuh pesantren. Yang jelas tingkat survival mereka begitu tinggi. Bila ada beberapa dari mereka bertahan puluhan tahun dan bahkan menembus seratus tahun tidakkah ini menunjukkan kekuatan mereka yang terus bertahan hidup. Pernahkah anda melihat bagaimana seorang santri makan sehari-harinya. Kami juga tidak tahu persis namun gambaran santri di sana umumnya begitu kalem, diam, dan bicara bila kita ajak dan berperawakan umumnya kurus. Kami melihat adanya suatu kepasrahan yang tinggi dari wajah-wajah santri tadi. Sebagaimana karakter yang ada di pedesaan tersirat wajah yang begitu nrimo dan tulus terpancar. Begitu kita datang, memperkenalkan diri dan beramah tamah maka suasana terasa teduh, adem dan nyaman. Kami satu tim merasakan hal yang sama setiap masuk pesantren, ditemui kyai, berdiskusi sedikit dan kadang kami turut sembahyang ketika kebetulan waktunya tiba.
Read More ..

Monday, September 03, 2007

World is not enough



Sudah berapa jauh anda bepergian? Pernahkan anda bepergian sejauh 1000 km atau 8000 km. Kalau dihitung berapa jauh kita telah melangkah dan bepergian artinya sudah sekian kali kita mengelilingi dunia ini. Hal ini menandakan apa? Betul bahwa dunia kita ini sempit. Apalagi bagi pebisnis yang setiap hari bahkan jam mesti berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Tidak jarang terjadi seseorang bangun pagi di Tokyo Jepang, meeting dan makan malam di Singapore dan tidur malamnya di Jakarta, hmm. Ada cukup banyak peristiwa yang menggambarkan bahwa kita hidup di dunia yang sempit. Ada yang bilang bahwa dunia hanyalah selebar daun kelor, eh kebalik, dunia tidak selebar daun kelor- keduanya mirip kan bahwa dunia dikatakan seukuran daun kelor. Jadi tentang daun kelor, ah maksudnya dunia kita yang sempit saya punya pengalaman. Saat itu tahun 1997, sepuluh tahun silam, tidak dinyana saya bertemu teman SMP yang terakhir bertemu adalah tahun 1983 !! Empat belas tahun berpisah dan tahu-tahu bertemu dalam kendaraan yang sama dan ternyata tetanggaan di perumahan yang sama. Kali yang lain temen kerja terakhir kita bertemu tahun 1992-an tiba-tiba bertemu meeting di sebuah hotel tahun 2003 dengan masing-masing di perusahaan dan fungsi yang berbeda!! Pernahkah anda dalam satu minggu harus bepergian ke kota Medan, Surabaya, Malang, Semarang dan Yogya. Kelima kota jaraknya sekitar 3000-an kilometer dan anda mengaduk-aduk jalanana di kelima kota tersebut dalam waktu beberapa hari. Apa yang anda rindukan ketika setiap hari bekerja di Jakarta, meeting dan rutin melakukan pekerjaan anda. Suatu ketika anda bisa kangen dan pengin katakanlah berlibur ke Bali atau pulang kampong ke desa yang tenang. Saat anda kesampaian pulang di desa nan hening, dua hari anda sudah kelimpungan kesepian dan pengin kembali ke dunia kerja secepatnya. Itulah rangkaian hasrat dan keinginan anda tentang tempat-tempat atau waktu-waktu yang membosankan dan menyenangkan. Adakah tempat dan waktu yang terus menerus membuat anda senang? Jawabnya tidak ada. Anda berandai-andai alangkah senangnya bisa jalan ke Singapura atau ke Jepang. Begitu anda mengalaminya senagkah dan puaskah anda? Betul tapi hanya sementara, karena anda segera kangen lingkungan anda dan makanan kesukaan anda. Dunia memang sempit dan kecil bagi nafsu dan semangat manusia. Bahkan bila anda punya uang banyak anda akan ngantri untuk wisata ke bulan atau ruang angkasa. Tapi coba tanya pilot yang pernah ke bulan, berapa lama akan senang dan kerasan hidup di sana misalnya. Hmm itulah dunia kita ini yang memang sempit. Sempit menampung segala keinginan dan semangat manusia. Bercandalah dengan anak balita anda agar keceriaannya membukakan penghargaan atas dunia dan melihat kenyataan bahwa dunia sebenarnya tidaklah sesempit yang anda pikirkan.
Read More ..