Thursday, January 28, 2010

Program 100 hari Dan Demo Mahasiswa


Di bawah adalah kutipan 19 program ekonomi yang sudah dicanangkan. Bila melihat ke-19 program tersebut nampak sudah mencakup bidang yang kritis dan menyangkut kepentingan rakyat bawah. UKM, pertanian, perikanan dan ketenagakerjaan jelas tercantum dalam program Utama ekonomi tersebut. Hanya selalu masalahnya adalah pada implementasinya, sejauh mana, apakah sudah optimal, apakah sudah dikerahkan sumberdaya untuk mencapai target.------------

VIVAnews - Jumat malam, 13 November 2009, Hatta Rajasa yang belum genap sebulan dilantik Presiden sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan Program 100 Hari. Bertempat di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Hatta menyatakan 19 program ekonomi akan menjadi prioritas kerjanya di 100 hari pertama.

Program 1: Ketersediaan Lahan dan Keterpaduan Tata Ruang
Program 2: Pembiayaan untuk Pembangunan Infrastruktur
Program 3: Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Strategis
Program 4: Pengadaan lahan bagi pertanian, perkebunan, dan perikanan
Program 5: Iklim Investasi Pertanian dan Perikanan.
Program 6: Kesinambungan Swasembada Pangan
Program 7: Jaminan Pasokan Energi
Program 8: Sistem Harga Energi yang Kompetitif
Program 9: Ketahanan Energi
Program 10: Pengalihan Sistem Subsidi: BBM, pupuk dan listrik
Program 11: Pengembangan Energi Terbarukan Nasional
Program 12 : Revitalisasi KUR
Program 13: Pengembangan UKM
Program 14: Ketenagakerjaan
Program 15 : Kelancaran Arus Barang dan Daya Saing
Program 16: Revitalisasi Industri Pupuk dan Gula
Program 17: Pengembangan Klaster Industri Berbasis SDA fosil dan yang Terbarukan
Program 18: Aksesibilitas dan Keterhubungan Antarwilayah
Program 19: Keselamatan Transportasi --------------

Sambil barangkali menunggu pembuktian pemerintah bagaimana kiranya rakyat bisa mengukur sejauh mana hasilnya saat ini. Parameter yang langsung menyentuh kehidupan rakyat mungkin bisa dijadikan acuan.

Yang pertama adalah pangan, sudahkan semuanya tercukupi kebutuhan pangan ini. Bagaimana ketersedian dan harganya apakah cukup terjangkau atau semakin mahal barangkali untuk pangan, sebagian besar lapisan masyarakat dapat menjangkaunya. Tentu masih ada yang menghadapi kesulitan pangan ini setiap harinya. Sebuah sumber menyatakan terdapat 10 juta pengangguran. Sebuah parameter menjelaskan masyarakat dengan kemampuan belanja $2 perhari dianggap tidak miskin.

Yang kedua adalah sandang, barangkali hampir seperti pangan tadi, keduanya bisa diupayakan oleh sebagian besar lapisan masyarakat. Sebenarnya kedua factor ini adalah hal yang sangat basic bila melihat limpahan sumber daya alam yang konon gemah ripah loh jinawi, subur, tertib tenteram toto rahardjo.

Kebutuhan primer ketiga adalah papan, dan ini rasanya masih menjadi cukup beban banyak masyarakat terutama di kota besar mengingat harga property yang terus membubung. Bila dibandingkan dengan tingkat pendapatan masyarakat harga property cenderung naik lebih cepat, sehingga semakin banyak masyarakat yang berkurang daya belinya.

Biaya transportasi mestinya masuk kebutuhan tertier, namun saat ini sudah bergeser menjadi kebutuhan primer, karena tanpa belanja transportasi masyarakat tidak bisa bekerja. Bagi mereka dengan pendapatan marginal, persentase tarnsportasi ini bahkan menggerus 30 sampai 40% pendapatannya. Mungkin bagi yang berpendapatan menengah dan atas beban transportasi berkisar 5 sampai 20% dari pendapatannya.

Pendidikan dan kesehatan, meski umumnya masuk kebutuhan tambahan, namun saat ini menjadi hampir kebutuhan dasar. Keduanya jelas belum bisa dinikmati secara menyeluruh oleh masyarakat manakala biaya kedua pos tersebut semakin mahal. Tidak banyak masyarakat yang bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang kuliah dan berobat di Rumah Sakit yang lengkap prasarananya. Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah kesempatan kerja dan akses atas sumber daya atau aset nasional, hendaklah terbuka sama lebar bagi seluruh anggota masyarakat tanpa terkecuali.

Dengan sekian banyak ragam kekurangan, secara bijak hendaklah tidak menutup mata bahwa saat ini harga BBM relative stabil, situasi keamanan juga relative kondusif bagi investor dan pekerja. Memang terdapat masalah bidang hukum dan politik, namun hendaklah dilihat luasnya cakupan dan tanggung jawab pemerintah. Namun demo mahasiswa yang rencananya digelar hari ini secara besar-besaran juga merupakan ungkapan dan gambaran dari keprihatinan masyarakat luas. Demo tersebut hendaklah jangan dianggap ringan atau lagi-lagi menuduh ditunggangi dan seterusnya namun harus dilihat sebagai reminder dan shock therapy. Harus dilihat sebagai warning bahwa rakyat – melalui mahasiswa- tidak main-main lagi sekarang dimana pemerintah harus mempertaruhkan kredibilitas dan integritasnya untuk mensejahterakan rakyat.
Read More ..

Wednesday, January 27, 2010

Gadjahmada Dan Songuku


Kedua tokoh itu teramat jauh beda dan jamannya. Antara jaman kerajaan dan jaman modern. Antara kerajaan di tanah Jawa dan khayalan di negeri seberang. Namun ada persamaan yang bisa diambil, yakni rasa tanggung jawab besar, semangat menyelamatkan bumi dan umat manusia. Musuh-musuh Songuku heran, kenapa selalu menjadi lebih kuat dan kuat. Sekeras apapun serangan dan kekuatan musuh, Songuku mampu meredam dan mengalahkan. Gadjahmada juga dikaghumi lawan dan apalagi kawan. Sehebat apapun strategi perang selalu bisa menahan dan akhirnya mengungguli.

Rahasia keduanya ternyata bukan pada ambisi Pribadi dan ingin dipuji, namun lebih karena tanggungjawab yang tulus. Semangat ingin menyelamatkan bumi dari kehancuran yang membuat Songuku menjadi semakin kuat menggungguli lawan-lawannya. Dia tidak menggembleng diri agar badannya menjadi kuat, namun dia berusaha sekuat tenaga menyelamatkan manusia dan bumi dari serangan jahat dan kehancuran. Gadjahmada juga selalu terpacu untuk menyelematkan Majapahit, Raja maupun kawula alit, sehingga muncul kekuatan yang luar biasa.

Itulah kenapa sang angkara murka dan yang jahat selalu terkalahkan. Angkara murka ingin merampas dan membunuh. Angkara dan kejahatan ingin menghancurkan. Pahlawan sejati hanya memikirkan bagaimana melawan yang jahat, melindungi yang lemah. Itulah kekuatan tiada tara, sebagaimana Songuku mengumpulkan energinya sedikit deni sedikit dari jutaan manusia di bumi. Energi yang terkumpul laksana badai yang bisa menghancurkan musuh seberapa kuatpun.

Bagaimana Gadjahmada selalu bisa menyelamatkan pasukan dan Raja yang dilindunginya. Gadjahmada bahkan tidak pernah berpikir tentang dirinya sendiri. Di benaknya hanyalah bagaimana, negerinya selamat dari pemberontakan, Rajanya selamat, pasukannya dan juga rakyatnya terselamatkan. Itulah modal utama Gadjahmada menjadi mahapatih besar yang disegani kawan ditakuti lawan.

Semangat, tanggung jawab besar dan rasa melindungi yang membuat para petani, buruh bangunan, nelayan dan pekerja kasar bertahan dari kerasnya hidup. Demi keluarga dan anaknya mereka bekerja membanting tulang memeras keringat setiap hari. Itulah rupanya hakekat hidup dari sebagian orang. Mereka hidup dan bekerja demi pengabdian kepada keluarga, Negara atau mereka yang lemah. Pengabdian dan naluri melindungi telah menjadikan mereka lebih kuat dari kelihatannya.

Mbok mbok pedagang gatot (makanan dari singkong) di lereng Lawu kuat berjalan puluhan kilometer ke pasar di tengah malam, demi beberapa rupiah. Demi sejumput rupiah guna membeli kebutuhan dapurnya. Mereka bekerja keras membuat penganan dan menjualnya di pasar yang berjarak puluhan kilometer dari rumah demia keluarga.

Seorang ibu rumah tangga memiliki kekuatan yang sulit dibayangkan. Mengasuh anak, melayani suami dan mengatur rumah tangga mampu dilakukan dengan baik karena tanggung jawab dan kasih sayang.Tanggung jawab pula yang mendorong pemulung, pengumpul barang bekas, atau pengecer garam berjalan dan bekerja jauh melebihi kemampuan kebanyakan.

Itulah semangat yang dikibharkan Gadjahmada dan Songuku. Mereka adalah contoh pahlawan yang telah berhasil mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Masih sering manusia menganggap dirinya lemah. Berbuat ini itu serasa tidak sanggup. Segala hal dipandang sulit dan tidak mungkin.

Tidak terkecuali dengan manusia di negeri ini yang seolah p[asrah keadaan semakin sulit. Keadaan yang sudah sedemikian berat menyebabkan lemah semangat manusianya. Refleksi sepak terjang Gadjahmada bisa menjadi cambuk bahwa manusia bisa membuat perubahan besar. Sehingga manakala kita merasa lemah, tiada salahnya mencambuknya dengan rasa tanggung jawab dan pengabdian tadi.
Read More ..

Friday, January 22, 2010

Kemacetan


Tahun 2014 diperkirakan Jakarta stuck, macet dan kendaraan tidak bisa lewat. Kemacetan sangat parah bahkan jalan di depan perumahanpun akan macet. Namun melihat situasi saat ini bisa jadi kemacetan parah itu bakal datang lebih cepat, barangkali tahun 2012 jalanan pada jam sibuk- sudah tidak bisa dilalui. Kemacetan adalah masalah klasik ibukota itu selama bertahun-tahun. Saking parahnya, orang akan heran kalau jalanan lancar. Para ahli sudah banyak yang memberikan analisisnya kenapa macet dan solusi apa yang mesti dilakukan untuk mengurai dan mengurangi kemacetan. Alasan kemacetan sangat kompleks, dimulai dari pelanggaran atas tata ruang kota, perilaku pengendara, kaki lima, ulah ngetem angkutan umum, kurangnya flyover/underpass di banyak perempatan serta minimnya moda mass rapid transport.

Pemerintah sudah mencoba mengatasi kemacetan dengan membangun fly over/underpass, ring road, jalan tol, three in one dan yang terakhir adalah membangun busway. Namun dalam waktu singkat kembali kemacetan parah datang mendera. Pembangunan monorail yang sempat dimulai berhenti dengan alasan tidak adanya anggaran dan seterusnya. Akhirnya masyarakat pasrah dan menikmati saja menu kemacetan yang datang setiap hari. Saking terjadi keseharian, orang kantoran juga sudah nge-set bahwa jarak tempuh ke kantornya sekian jam, termasuk kalau pengin ke bandara, lamanya macet sudah otomatis masuk hitungan.

Di Singapura yang Negara atau kotanya membentang hanya sekitar 40 kali 50-an km, memiliki beragam angkutan nyaman termasuk mass rapidnya – MRT – berupa kereta subway. Konon pembangunan infrastruktur ini sudah dimulai sekitar 30 tahun lalu, artinya membangun system transportasi kota metropolitan tidak bisa instant saat ini. Harus dimulai jauh-jauh hari. MRT di Singapura menjangkau hampir semua sudut kota dengan elapse kedatangan kereta dalam hitungan menit, bisa hanya 3 atau 5 menit kereta datang dan pergi. Memang penduduk negeri singa itu hanya 4 atau 5 juta saja, namun moda transportasi sudah tertata rapi sejak awal ketimbang factor jumlah pengguna jalan.

Jakarta memang jauh lebih luas dan penduduknya jauh lebih banyak. Pun moda transportasinya jauh lebih parah, sehingga kemacetan hanayalah akibat alamiah dari berbagai kondisi tadi. Konon pernah ada rencana membangun subway, namun kontraktor urung melanjutkan karena tata kotanya sudah parah dan barangkali bawah tanahnya tidak memungkinkan digali untuk jalur subway. Belum lagi-lagi masalah ketiadaan anggaran. Terkadang cukup heran kenapa selalu anggaran tidak ada, padahal pemerintahlah yang mengurus semua keuangan yang berasal dari berbagai sumber daya, pajak, cukai, eksport dan lainnya.

Jika jumlah kendaraan dituding sebagai penyebab kemacetan nampaknya kurang sepenuhnya benar. Bagaimanapun kendaraan dibutuhkan oleh masyarakat dan industri. Sejauh moda transportasinya terintegrasi dengan baik jumlah kendaraan tetap akan bisa lancar mengalir. Apalagi jumlah kendaraan kita tidak lebih banyak dari yang ada di Negara tetangga.

Beberapa kemungkinan yang bisa dilakukan barangkali memindahkan ibukota Negara, ke tempat yang sudah dipersiapan sarananya dengan baik. Memang ini ekstrem, butuh waktu lama dan biaya sangat besar, namun perubahan mesti dilakukan. Kemungkinan lainnya membangun jaringan transportasi terpadu antara Jakarta dan kota penyangganya, seperti Bekasi, Tangerang, Depok dan Bogor. Memang sudah ada moda busway dan feedernya, namun belum bisa mengatasi kemacetan, dan belum mengakomodir jumlah pengguna jalan.

Pemerintah harus membangun moda transportasi massal semacam monorail, kereta trem, sebagaimana di Amerika atau membangun jalur kereta lebih banyak lagi. Monorail dan moda ini akan menghubungkan semua sudut kota termasuk ke pinggiran dan kota penyangga. Anggaran harus diadakan mengingat makin ke depan kondisi fisik sudah semakin parah dan kemacetan akan tidak tertolong. Jangan sampai rencana regulasi instant semacam pembatasan tahun kendaraan, penomoran ganjil dan genap diterapkan. Hal ini akan mengusik rasa keadilan masyarakat luas.

Monorail memiliki keuntungan dengan daya angkut yang besar namun tidak mengurangi volume jalan, karena dibangun di atas jalan. Sementara kereta trem juga memiliki daya angkut besar tanpa mengurangi jalan yang bisa dilewati kendaraan lain. Kereta juga terbukti menjadi tumpuan pengguna jalan, hanya kenyamanan dan jumlahnya perlu ditingkatkan. Peraturan yang tegas juga bisa diterapkan bagi pengguna jalan seenaknya, asal serobot, ngga mau antri, kaki lima, kendaraan roda dua, angkot, metro mini dan kendaraan lainnya. Bila perlu pelanggar rambu lalu lintas dicabut SIM-nya.Kenapa, karena kondisi saat ini sudah sangat rawan dan kritis. Bila pelanggar rambu dibiarkan maka akan sangat mengganggu kelancaran berkendara. Guna mengerem si kaya memiliki lebih banyak kendaran, pajak progressive juga bisa diberlakukan.
Read More ..

Wednesday, January 20, 2010

Pendidikan & Pengangguran


Adalah cukup memprihatinkan melihat jumlah pengangguran yang semakin meningkat. Angka pengangguran mendekati 10 juta orang pada 2009. Bila anda sudah berkeluarga, memiliki dan menyekolahkan anak, sering terlintas, bagaimana kelak mereka akan mencari pekerjaan. Saat ini saja banyak lulusan sekolah bahkan universitas kesulitan mencari pekerjaan. Setiap tahun selalu ada gap antara jumlah lulusan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Ironisnya sering dunia kerja menuntut dan menilai lulusan universitas tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Dunia pendidikan sudah begitu lama menghadapi permasalahan bagaimana mendidik dan mencetak lulusan yang siap kerja. Bahasa keren-nya bagaimana lulusan dapat memenuhi link and match dengan dunia kerja. Memang tidak mudah karena ini menyangkut sumber daya dan proses yang sangat panjang. Konon jenjang sekolah sudah sedemikian lama dan menyita umur dari siswa didik. Bila dirunut seorang anak mesti mulai dari playgroup/TK, SD, SMP, SMU dan Universitas. Total waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 19 tahun. Andaikan seorang anak mulai masuk TK umur 4 tahun maka ia akan lulus setelah usia 23 tahun. Begitu lulus masuklah dia pada kelompok pencari kerja. Belum tentu dalam dua atau tiga tahun pekerjaan bisa diperoleh, ibaratnya biaya sekolah yang dikeluarkan belum ada return-nya.

Jumlah pekerjaan yang tersedia umumnya tidak sebanding dengan pencari kerja, sehingga timbul pengangguran. Tidak jarang terdapat pekerjaan tertentu yang membutuhkan kulifikasi sulit sehingga tidak semua lulusan memenuhi persyaratan. Permasalahan bertambah manakala biaya pendidikan saat ini semakin mahal. Jangankan biaya sekolah SMU atau Universitas, biaya sekolah TK atau SD pun semakin mahal. Sekolah berebut memasang biaya mahal bagi calon siswanya. Anda barangkali masih ingat pemerintahan terdahulu menjanjikan biaya SD gratis, yang kemudian akan disusul dengan SMP dan SMU digratiskan biaya sekolahnya. Saat ini janji itu tinggalah janji dan jauh dari kenyataan.

Dunia pendidikan memang bukan bisnis atau industri, namun globalisasi telah menggesernya ke arah domain bisnis dan industri. Sekolah saat ini dikelola secara bisnis dengan tujuan optimlaisasi sumber daya dan menghasilkan output yang lebih baik. Seorang dosen senior di Jogya mengatakan besarnya biaya mahasiswa per tahun sekitar 20 juta rupiah. Sementara besarnya SPP sebuah universitas negeri hanya berkisar 3 atau 5 juta per tahun, meski memang ada biaya pangkal saat masuk. Tetap masih terdapat selisih biaya yang harus ditutup universitas. Beruntung bila status universitas tersebut negeri artinya mendapat subsidi dari Negara. Kurangnya tinggal mencari sendiri dari berbagai sumber. Tidak jarang sebuah universitas membuat unit bisnis untuk mendukung pendanaan pendidikan. Jer basuki mawa bea, ujar bijak dari jawa, bahwa untuk mencapai suatu tujuan diperlukan biaya. Dalam hal ini sekolah swasta menanggung beban yang lebih besar. Mereka harus memenuhi biaya operasional tanpa bantuan dari Negara.

Kembali kepada link dan match antara dunia pendidikan dan dunia kerja, adalah kondisi yang ideal. Namun belum seluruh lulusan dari berbagai jurusan di universitas yang mencapai tahap tersebut. Meski memang ada KKN dan praktek bagi mahasiswa namun porsinya relative kecil dan ibarat baru sebatas permukaan dari dunia kerja yang sangat luas. Itulah kenapa dunia kerja biasanya menyediakan berbagai pelatihan bagi karyawan yang direkrut. Rasanya dunia pendidikan di Negara maju-pun belum bisa memenuhi kondisi ideal yang dituntut dunia kerja.

Bicara kondisi pendidikan dan pengangguran sekaligus cerminan tingkat kesejahteraan rakyat. Konon batas mereka dikatakan miskin adalah bila konsumsi per hari di bawah 2 dollar atau sekitar 20 ribu rupiah. Maka bila seseorang mampu membelanjakan diatas 20 ribu per hari sudah termasuk bukan miskin. Batas ini sungguh sangat rendah dan memprihatinkan.

Akhirnya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat dan Negara. Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Masih banyaknya anak yang tidak bersekolah adalah tanggung jawab Negara. Menjadi tugas yang berat meng-elaborate pendidikan yang bermutu dan kesempatan pemeratannya bagi seluruh masyarakat. Makin meningkatnya jumlah pengangguran juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Setiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Dus, begitu berat tugas dari Negara ini, sehingga semestinya tidak ada waktu lagi bagi aparat Negara kecuali bekerja dan melayani warganya. Namun bila hari ini mereka sibuk dengan berbagai urusan dan maneuver yang jauh dari misi pemerataan kesempatan pendidikan dan pekerjaan sungguh patut menjadi keprihatinan.
Read More ..

Tuesday, January 12, 2010

Mahasiswa Mengingatkan


Baiklah, dari media area diberitakan 10 ribu mahasiswa siap mengepung istana pada 28 Januari, yakni tanggal dimana Pemerintah yang baru genap berusia 100 hari. Tuntutan mahasiswa adalah penegakan hukum oleh pemerintah dan aparat hukum. Salah satunya adalah pengusutan kasus bail out bank century. Mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat juga- yang terdidik tentunya, melihat aparat hukum dan Pemerintah tidak serius mengusut kasus bank century yang konon sudah merugikan Negara hampair 7 trilun rupiah. Hukum juga dilihat kurang memihak rakyat kecil seperti fenomena kasus Prita dengan sebuah rumah sakit, atau kasus nenek yang mengambil 3 butir buah kokoa. Hukum juga terkesan bisa dibeli di negeri ini, seperti banyak diberitakan seorang tahanan mendapatkan fasilitas kamar yang mewah di sebuah penjara.

Mahasiswa yang berasal dari 30 kampus di Jakarta dan Banten bertekad akan mengepung gedung DPR dan Istana pada akhir januari, bila kasus bank century tidak secara serius diusut. Melihat kasus bank century memang cukup memprihatinkan. Meski pihak Pemerintah sudah menjelaskan bahwa bank century layak dibantu karena keruntuhannya akan menyebabkan efek domino dunia perbankan, namun tidak urung keadilan rakyat turut dipertanyakan. Apakah memang sedemikian gawat untuk menutup sebuah bank kecil, ketimbang menalanginya dengan uang rakyat senilai trilyunan rupiah.

Secara awam bisa dilihat bila sebuah bank tidak mampu membayar nasabah artinya dananya kan tidak ada. Yang pertama harus dilihat dulu dana ini kemana, dikelola bagaimana, dan kenapa sampai berkurang/hilang. Apakah pengelolaan dan penggunaan dana milik nasabah bagi bisnis bank sudah sesuai prosedur dan tata kelola bank. Adakah penyimpangan dan fraud disana. Barangkali ini yang perlu dibuka secara gamblang. Kemana dananya, siapa yang bertanggung jawab mengelola, dan kenapa dana tersebut menjadi tidak ada. Bisnis bank kan bukan magic atau sulapan, dari dana riil tiba-tiba menjadi hilang/tidak ada, semua harus ada hitungannya.

Jika memang bank tersebut gagal membayar dana nasabah, maka secara normal asetnya harus dijual untuk menggantinya. Bilamana ternyata kurang, ya inilah resiko bisnis yang harus diterima perbankan- termasuk resiko nasabah-nya. Terkecuali bank tersebut dibawah penjaminan perbankan nasional barangkali, ada pihak yang akan nombokin.

Nah berikutnya ada dana yang disuntikan mengganti dana yang hilang tadi- agar bank tetep operasi dan tidak ditutup. Besarnya hampir 7 triliun tadi. Memang, akhirnya bank tetap beroperasi, namun tentu perlu dirinci disini mengingat uang tombokan diambil dari uang Negara yang notabene uang raklyat Indonesia. Sehingga seolah terjadi talangan atas mis kelola dana bank swasta tersebut. Bukannya PIC- pengelola bank dan jajaranyan yang dimintakan pertanggung jawaban, seolah rakyat yang justru harus menanggung atas kinerja buruk –under performance- bisnis perbankan.

Barangkali memang kasus bank century tidak sesederhana kelihatanya dan cukup complicated. Namun- tetap keadilan harus ditegakkan dan berapa sen-pun uang rakyat teralokasi harus cukup jelas justifikasinya.
Read More ..

Thursday, January 07, 2010

News

BERITA EKONOMI NASIONAL
• Harga Properti Naik 20%
• Produk China Mulai 'Kuasai' Lampung
• PLN Optimis Peroleh Utang Rp21 Triliun
• IHSG Dibuka Naik Tipis 0,07%
• Perum Bulog Siap Lakukan Operasi Pasar Beras

BERITA EKONOMI INTERNASIONAL
• Minyak Tembus US$83
• Harga Minyak Stabil di Perdagangan Asia
• Di AS, Penjualan Ford Alami Kenaikan
• Dapat Insentif, Penjualan Mobil di Jepang Meroket

Bila anda buka sub menu ekonomi di kapanlagi.com hari ini maka akan muncul headlines tersebut. Property naik 20%, apakah pernah harga rumah turun selama ini. Naiknya harga rumah praktis akan memberatkan beban masyarakat. Kenaikan wajar namun dengan rates 20% akan cukup memukul pendapatan masyarakat. Beberapa kebutuhan pokok seperti rumah, pakaian dan makanan merupakan prioritas masyarakat dalam belanja mereka. Andaikan kenaikan di bawah 10% maka dapat mendongkrak belanja tersebut. Kenaikan property akan menguntungkan siapa ? pengusaha dan barangkali perbankan.

Lagi-lagi produk China merajalela. Bukan salah mereka bila produknya booming. Effort mereka jauh lebih besar untuuk bersaing di sini. Sebagai tuan rumah, justru kita patut bertanya kenapa kalah bersaing dengan produk impor. Untuk memasarkan produknya ke sini saja mereka harus memikirkan dan menanggung biaya transportasi, distribusi dan pergudangan. Fenomenanya sudah lama terjadi, berbagai produk seperti buah, elektronik dan tekstil membanjir di pasar local. Apakah kita hanya ingin menjadi pengguna dan penonton saja. Apakah perlu dilakukan proteksi atas barang import disaat pasar bebas semakin digalakkan. Yang fair tentu harus bersaing secara sehat. Tingkatkan mutu produk agar bisa bersaing di pasar. Sederhana namun perlu effort yang konsisten dan serius. Bila hanya begini-begini saja produk kita bakal kelibas.

Hmm PLN mendapat utang baru. Barangkali memang dibutuhkan untuk investasi dan memperbesar volume layanan. Namun hutang tetaplah hutang. Bagaimana bila operasional tidak kunjung efisien sementara cicilan hutang harus dibayar. Akankah harga listrik juga akan dinaikkan. Ibarat BBM, listrik adalah komponen utama barang dan jasa. Setiap sen kenaikan listrik tentu akan berdampak atas harga barang dan jasa. Kembali kepada PLN apakah memang mereka perlu hutang baru sebesar itu, atau jumlah yang terkontrol sambil meningkatkan efisiensi operasionalnya.

IHSG naik tipis, berarti pasar modal jalan. Umumnya kenaikan pasar modal lebih dipilih ketimbang penurunan. Artinya investor aktif dan sibuk di dalamnya, manakala IHSG mengalami kenaikan. Mestinya ini merupakan sinyal yang baik bagi dunia usaha dan perekonomian.

Sementara Bulog bersiap melakukan operasi pasar. Harga beras dikhawatirkan naik sehingga perlu campur tangan Bulog. Saat ini lagi-lagi produk beras mulai didominasi beras import. Beras local harus bersaing ketat melawan beras dari Thailand. Mestinya kenaikan beras akan menguntungkan petani. Namun nyatanya petani tetap miskin. Jadi ada pihak yang mendapat keuntungan atas kenaikan beras ini. Apakah itu agen, penyalur atau distributor. Yang jelas kenaikan harga beras selama ini belum menguntungkan petani. Jadi bagaimana sebaiknya harga beras relative tetap atau naik. Sebaiknya kesejahteraan petani-lah yang semakin meningkat. Tugas pemerintah semakin berat atas misi mensejahterakan petani dan bersaing atas serbuan beras import.

Sementara dari ekonomi internasional harga minyak dan penjualan otomotif mengalami peningkatan. Apakah ini sinyal yang bagus, mungkin relative. Kenaikan minyak yang terlalu besar akan merugikan Negara pengimpor minyak dan menguntungkan Negara penghasil minyak. Celakanya Negara kita saat ini menjadi pengimpor minyak. Bagaimana bila harga BBM naik, puih, ini momok bagi masyarakat luas. Kembali setiap rupiah kenaikan harga BBM akan membebani masyarakat. Mudah-mudahan kenaikan harga minyak dunia hanyalah fenomena harga minyak yang normal. Naiknya penjualan otomtoif juga pertanda berjalannya ekonomi di Amerika dan Jepang tersebut. Beberapa waktu belakangan kedua Negara, penopang Utama ekonomi dunia itu sempat dilanda krisis yang mendera.

Jadi bagaimana gambaran ekonomi di tahun baru ini. Lagi-lagi akan lebih bijak bila melihat kekuatan dan kelemahan serta focus. Bila kita kuat di pertanian, perikanan dan UKM misalnya maka seyogyanya bidang ini yang mendapat perhatian. Juga mesti lebih bijak dalam berhutang. Jangan asal mendapat tawaran hutang lantas terus menumpuk hutang. Yang tidak kalau penting adalah integritas dan tekad pemerintah menghapus atau mengurangi kebocoran uang Negara karena korupsi. Penyakit akut yang satu ini harus diberantas ke akar-akarnya. Selamat bekerja.

Read More ..

Thursday, December 31, 2009

Happy New Year


Jadi apa yang baru, semangat, cita-cita, visi misi, target atau jumlah asset, tabungan dan bahkan hutang makin menggelembung. Apapun itu memang jaman sudah bertambah lagi umurnya satu tahun. Dinamika, itulah yang terpenting, manakala sebagai insan semestinya pengin menggapai yang lebih baik, lebih tinggi, lebih sempurna dan lebih segalanya. Setidaknya hal ini lebih bermakna ketimbang mereka yang pasif dan tidak memiliki keinginan berkembang. Tahun baru menjadi semacam tonggak demi tonggak waktu dan kehidupan. Makna tahun baru dapat seluasnya diterjemahkan tergantung cara dan bagaimana melihatnya. Tahun baru memiliki arti penting bagi setiap peran, entah anak sekolah, professional, komunitas atau penarik bajaj sekalikpun. Tahun baru menjadi semacam tools - evaluasi mengukur pencapaian. Bagi anak sekolah tahun baru artinya jenjang dan level baru, kecuali yang tinggal kelas. Bagi perusahaan tahun baru artinya sasaran, target atau tujuan baru. Bagi sopir bajaj atau tukang cukur tahun baru artinya menghitung kinerja berikutnya, persaingan, pelanggan beserta beban biaya keluarga yang semakin berat.

Bila dilihat missal dari sudut akuntasi tahun baru bisa berarti berapa modal awal, berapa pendapatan, berapa biaya, berapa hutang dan berapa saldo hari ini – secara sederhananya. Bagi perusahaan, professional atau keluarga rasanya bisa dihitung belaka hitungan ala akuntasi ini. Sekaligus menyangkut fisik dan kuantitas. Andaikan awal tahun anda memiliki sejumlah tabungan, namun masih ngangsur rumah 5 tahun, mobil 3 tahun, biaya sekolah dan keluarga serta sejumlah hutang, maka diakhir tahun semuanya bisa dihitung. Secara kualitas-pun di tahun baru bisa diketahui perubahannya. Bagi professional apakah karirnya sudah meningkat, tetap atau malah turun. Termasuk menjadi semakin bijak dan matang juga merupakan poin plus. Apapun itu, perubahan fisik, kuantitas maupun kualitas – jelang tahun baru umumnya menggambarkan perubahan yang positip. Tentu tidak semua aspek akan membaik, tidak jarang sebagian menurun, masih wajar asalkan secara aggregat saldonya masih plus.


Setelah evaluasi maka selanjutnya adalah setting menapak tahun dan waktu berikutnya. Ujar-ujar bijak mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang dapat memberikan manfaat bagi pihak lain dan menjadi semakin baik seiring waktu. Bagi yang cuek, tidak peduli dan masa bodoh, bisa jadi hal ini tidaklah penting. Yang penting jalan dan hidup soal hasil sudah ada yang mengatur, begitu keyakinan mereka – hal ini barangkali tidaklah sangat salah. Meski nggrambyang, sesedikit apapun mereka juga menghitung.

Baiklah, detail demikian memang tidaklah dilakukan oleh kebanyakan. Yang umum terjadi, mereka menjalani hidup apa adanya- seiring waktu serta bak air mengalir. Hidup sudah ada yang mengatur, yang penting usaha, kerja dan ibadah, demikian yakin mereka, selebihnya adalah tugas yang di atas – ulang mereka. Namun meski seberapa minim tidaklah salah membuat sketsa kasar – perspektif lain mengatakan. Setidaknya apa yang ingin diraih di tahun berikutnya, guna memudahkan focus dan langkah. Barangkali ada yang ingin menjadi doctor, naik haji, menjadi tokoh masyarakat atau menjadi top manajemen bagi professional. Sejauh wajar, melihat potensi dan kemampuan hal ini sah-sah saja. Barangkali tanpa anda sadari-pun di akhir tahun ini berbagai capaian bisa sudah terwujud. Tanpa terasa cicilan rumah semakin kecil, mobil atau motor bahkan sudah lunas, dan anak bisa sekolah dengan lancer. Anda bertambah sabar dan bijakpun- adalah capaian yang luar biasa. Mengingat tahun kemarin anda masih muda, meledak-ledak dan brangasan barangkali. Meski bicara capaian, manusia bisa tanpa batas. Sudah mencapai A, ingin B, dapat B pengin C dan seterusnya.


Tahun baru, hmm bisa jadi hanyalah abstrak belaka. Apanya yang baru, toh dimensi waktu terus berjalan. Apa bedanya tanggal 31-Des dan 1-Jan, keduanya bahkan beriringan dan selisih sehari toh. Maka tidak sedikit juga mereka mengisinya dengan perayaan, kembang api, nongkrong bahkan mudik atau ke luar kota – happy happy-lah,. Tiket kereta dan pesawat dipastikan penuh antrian. Tempat wisata juga macet dan diserbu pengunjung. Lagi, barangkali cerminan karakter kita yang merayakan setiap moment dengan pesta. Toh nampak ada pergesaran masyarakat melihat dan merayakan datangnya tahun baru dari waktu ke waktu, dulu wayangan semalam suntuk, sekarang di café sampai pagi. Kembang api, terompet, makan, ngumpul-ngumpul mungkin menjadi trend saat ini.


Selamat tahun baru, apapun itu - anda sudah berhasil melewati masa satu tahun lagi guna jelang tahun berikutnya dengan harapan yang lebih baik tentunya.

Read More ..

Wednesday, December 16, 2009

Mampir Sunan Kalijaga


Kebetulan jalan lagi ke Demak karena ada pertemuan dengan pemda setempat. Rapatnya lumayan lama- 2 jam yang dimulai dari jam 10.00 dan selesai pas dhuhur. Tidak lupa mendapat konsumsi snack dan makan siang nasi dus- sebagaimana biasanya. Seringnya nasi dus dari rapat diberikan untuk driver- yang setia mengantar dan menunggui, tapi siang itu lauknya cukup menarik- bihun, ya sekali-kali bolehlah dimakan. Usai santap siang, gantian nyariin makan siang driver. Meski bukan di purwodadi namun banyak warung swike buka di demak. Usai nemenin makan dan ternyata masih cukup waktu maka diniatkan jalan ke makam Sunan Kalijaga, sekalian sholat di masjidnya. Lokasi makam Sunan dan masjid terletak diantara perumahan penduduk. Terlihat disini profil Sunan yang nampak begitu dekat dengan masyarakat kebanyakan. Masjid sunan terlihat seperti kebanyakan masjid di Jawa. Terbuat dari tembok dan kayu jati yang kokoh kuat. Masjid ini berlokasi dekat dengan makam-nya. Berbeda dengan masjid Demak yang ukuranya lebih besar dan terletak di alun-alun.

Usai sholat di masjid dilanjutkan ziarah ke makam. Sayang sekali hari itu kamis, sehingga makam sunan tidak dibuka. Jadwal buka makam adalah Jumat Pon, Pahing dan Kliwon. Bagi peziarah hanya diperkenankan berdoa dan mengaji di depan makam. Kebetulan siang hari itu cukup panas dan pengunjung harus membuka alas kaki saat memasuki area makam. Memasuki pintu makam anda akan disambut mbok-mbok yang menjual bunga untuk keperluan ziarah dan botol aqua bekas bila anda ingin membawa air dari gentong yang konon digunakan oleh Sunan Kalijaga. Juru kunci di depan juga spontan menyambut ramah dan minta mengisi buku tamu. Juru kunci menjelaskan lay out makam yang gambarnya terpampang di dinding dan sedikit sejarah makam. Anda tentu bisa bersedekah di situ dengan memberikan ala kadarnya.

Sampai di makam yang berbentuk bangunan seperti rumah mungil, ternyata sudah banyak- lebih dari dua puluh orang yang berdoa dan mengaji di teras makam. Anda bisa melihat, berkeliling, berdoa dan mengaji di teras depan, samping, belakang- diantara nisan dan kuburan orang dekatnya Sunan. Selanjutnya anda bisa minum air putih yang diambil dari guci/gentong besar yang konon digunakan Sunan Kalijaga, sambil bersedekah di kotak yang banyak disediakan. Salah seorang penjaga makam menjelaskan bahwa dalam bangunan makam terdapat makam Sunan, istrinya, tiga anaknya, bapaknya dan kerabatnya. Makam Sunan dan istri berada di atas dan lainnya berada di bawahnya. Yang masih belum jelas adalah makam ibunda dari Sunan yang konon tidak di area makam tersebut. Penjaga makam menjelaskan bahwa makam/jenazah ibunda Sunan Kalijaga kemungkinan berada di daerah Lasem, Rembang.

Entah hanya sugesti atau keyakinan belaka seorang pengunjung yang semula sakit kepala, mungkin masuk angin atau pusing, setelah minum air putih dari gentong mendadak menjadi segar dan sembuh. Tidak dipungkiri Sunan Kalijaga merupakan salah satu dari Wali Sembilan yang cukup kesohor. Di area makam juga terdapat batu yang konon digunakan duduk oleh kanjeng Sunan.

Dari sebuah sumber digambarkan singkat sebagai berikut : Hutan Jatiwangi, pada suatu masa. Di rindang lebat pepohonan jati di kawasan Lasem, Rembang, Jawa Tengah, itu dua lelaki berbeda umur tegak berhadapan. Yang satu pemuda berpakaian serba hitam. Di depannya seorang pria lebih tua, dibalut busana serba putih. Sebatang tongkat menyangga tubuhnya.Pemuda berbaju hitam itu bernama Lokajaya, berandal yang gemar membegal pejalan yang melewati hutan Jatiwangi. Ia silau oleh kemilau kuning keemasan gagang tongkat yang dibawa pria berjubah putih. Siapa pun orang berjubah putih itu, layaklah ia menjadi mangsa Lokajaya. Dan ketika tongkat itu direbut, orang tua tadi sama sekali tak berlawan.Ia tersungkur di tanah, kehilangan keseimbangan. Tongkat berkepala emas itu berpindah tangan. Bangkit dari jatuhnya, orang tua itu memberi nasihat, dengan tutur kata lembut. Nasihat inilah yang mengubah jalan hidup Lokajaya. Ia menjadi murid orang tua itu –yang tiada lain daripada Sunan Bonang. Lokajaya sendiri kemudian dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

---Area pemakaman ternyata turut memberikan akses dan sumber penghidupan bagi penduduk sekitar. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, maka sebagaimana area pemakaman Sunan lainnya, terdapat pasar atau lapak yang menjual berbagai barang seperti souvenir, parfum, beragam sarana ibadah, makanan dan minuman. Sambil berjalan pulang anda bisa membeli pisang kepok rebus khas demak. Rasanya manis dan gurih dengan harga seribu per buah.
Read More ..

Friday, December 04, 2009

Trend Setter vs Follower


Trend setter has its own advantage, barangkali tidak banyak salah. Bagi mereka yang memelopori atau berinovasi yang pertama sering mkenuai kesuksesan tersendiri. Dalam skala global banyak fakta mengatakan hal ini. Sony, raksasa elektronik dunia, mengembangkan walkman, disaat barang itu tidak terpikirkan orang. Insinyur Sony berinovasi menciptakan media musik yang bisa dinikmati, dibawa kemanapun. Meski banyak tentangan dan pesimis bakal sukses, tak ayal walkman digulirkan dan menjadi trendsetter. Sampai saat ini tidak disangkal walkman merupakan salah satu trademark Sony. Kalau bukan Sony ya bukan walkman.

Toyota, sebuah manufaktur otomotif terbesar dunia, meski saat ini bersaing ketat melawan VW, berinovasi menciptakan kendaraan yang irit, nyaman dan ramah lingkungan. Sebenarnya hamper semua manufaktur memgembangkan berbagai teknologi termasuk hybrid. Namun keseriusan Toyota membuahkan hasil sebagai peolopor pembuat mobil hybrid yang sudah dipasarkan seantero jagad. Saat ini jutaan mobil hybrid bersilewarn di jalanan. Konsumen menikmati kenyamanan mobil, keterjangkauan harga, keekonomisan dan kepraktisan. Hybrid juga menjawab semakin langkanya bahan bakar minyak dunia. Maka produk ini sering dijuluki mobil hijau dan ramah lingkungan. Toyota juga mengembangkan brand premium bernama Lexus. Dengan mengadopsi mobil mewah lainnya seperti Mercedes dan Roll Royce, serta disempurnakan lagi maka Lexus menjadi brand premium setara atau lebih canggih dari brand lainnya.

Nokia sebuah brand handphone juga tidak dipungkiri menjadi salah satu trendsetter dan mendominasi market share global. Tentu anda masih ingat ketika ukuran handphone segede batu bata dan harganya sangat mahal. Berkat keteukan dan riset terus menerus, Nokia sekarang menikmati hasilnya sebagai salah satu pembuat HP terbesar dengan ragam produk yang ukurannya semakin kecil namun performance-nya justru semakin canggih.

Untuk pasar nasional barangkali bisa disebut beberapa produk seperti Yamaha Mio, Toyota kijang, Honda bebek, teh botol sosro, Aqua, dagadu jogya, primagama, mie sedap dan seterusnya. Yamaha Mio digarap serius di saat trend pasar keranjingan motor bebek. Saat itu banyak yang meragukan akankah kendaraan matic bisa sukses dan diterima pasar. Dengan mengedepankan kenyamana, kepraktisan namun tetap handal Mio diluncurkan ke pasar. Terbukti pasar mulai antusias dan Mio menjadi market leader meski bukan trend setter, karena sudah ada matic yang dipasarkan duluan. Demikian juga Kijang, Honda, Sosro, Aqua dan produk lainnya telah menjadi market leader dan trendsetter di segmen masing-masing.

Dari dunia telekomunikasi barangkali bisa disebutkan ESIA sebagai trendsetter produk telekomunikasi yang mengedepankan ekonomis tinggi dan keandalan. Saat ini produk tersebut menjadi salah satu market leader telekomunikasi berbasis CDMA. ESIA lahir sebagai pendobrak bahwa telekomunikasi itu ekslusive dan mahal. Dengan tag line untung pakai Esia, produk ini terus merengsek pasar dan saat ini menjadi salah satu produk nasional yang fenomenal.

Namun apakah selalu trendsetter berhasil meng-grab kesuksesan ternyata tidak juga. Barangkali anda masih ingat produk games Nintendo, yang meski cukup sukses namun tidak terlampau luar biasa. Baru saat Sony, sebagai follower, melempar produk play station maka produk hiburan games semakin menjadi perbincangan dan konsumsi global. Bahkan di Jepang orang rela antri dan tidur di depan toko guna mendapatkan produk games tersebut. Tentu Sony memberikan sentuhan teknologi dan inovasi pada play station sehingga bisa meraup kesuksesan luar biasa. Dan meski Nintendo dan ditambah Microsoft mengembangkan produk guna menyaingin Sony, tidak dipungkiri play staion berhasil menjadi salah satu market leader produk games.

Casio misalnya sebagai industri pembuat gadget elektronik, adalah contoh follower lainnya yang meraup kesuksesan besar. Casio barangkali salah satu pembuat jam tangan yang inovatif seperti model digital dan kinetic. Meski banyak brand lain yang tangguh seperti Seiko, Rolex atau Tag Hauer, namun casio membanjiri pasar dengan ragam jam tangan bergaya dan teknologi tinggi.

Lion Air dan Air Asia, barangkali adalah contoh berikutnya follower yang menerapkan low cost dan focus. Kedua brand juga mendobrak bahwa penerbangan tidak harus mahal dan mewah. Siapapun bisa terbang dengan harga tiket yang sangat terjangkau, bahkan dibawah harga kereta. Meski isu safety sering mengiringi strategi low cost, namun Lion Air saat menjadi perusahaan penerbangan terbesar swasta.

Dalam dunia perbankan terlihat BCA yang melakukan banyak inovasi. BCA terkenal sebagai bank yang memiliki ATM terbanyak saat itu. Berikutnya BCA mengembangkan ATM non tunai, kartu debet/kredit serta kartu sebagai pengganti kas.
Read More ..

Thursday, December 03, 2009

Dragon Den


Barangkali anda pernah melihat BBC Knowledge sebuah tayangan life, Dragon Den. Tayangan ini sudah menjadi fenomena global yang menampilkan fitur lima multi-milyuner Dragon yang mencari unit bisnis untuk investasi. Bila anda misalkan orang Inggris memiliki bisnis entah catering atau salom mobil maka anda bisa apply ke Dragon Den. Bila mereka yakin dengan bisnis anda, maka investasi ratusan pounds bisa anda dapatkan saat itu juga. Tentu kelima profil multi-milyuner ini merupakan pemilik konglomerasi bisnis di Inggris dengan asset yang tidak diragukan lagi. Dan bila bisnis anda, tidak unik, umum, dan mudah ditiru jangan harap bisa meyakinkan kelima Dragon.

Tayangan malam itu menampilkan pebisnis penyewaan pesawat terbang. Sang pebisnis mengharapkan investasi 500 ribu pounds. Meski pebisnis tersebut sudah membenamkan 300 ribu pounds, namun justru menjadi bulan-bulanan kelima Dragon. Pebisnis dinilai tidak bisa membedakan asset perusahaan dan asset Pribadi-nya. Meski mati-matian mempertahankan bisnisnya cerah dan bakal meraup pendapatan tinggi, tidak urung kelimanya ragu dan batal investasi. Pulanglah pebisnis tersebut tanpa meraup satu pounds pun dari lima multi milyuner.

Applicant kedua dating dan membutuhkan investasi 250 ribu pounds. Bisnisnya adalah bidang IT yakni scaning pengunjung ke café, office, super market atau tempat public lainnya. Pengunjung bisa discan dengan tujuan keamanan dan antisipasi bila membawa senjata misalnya. Namun lagi-lagi pebisnis tersebut menjadi bulan-bulanan the Dragon karena bsinisnya terlalu umum dan mudah ditiru.

Ada juga pebisnis yang menjadi bahan tertawaan karena menyajikan produk yang konyol. Bahkan salah satu Dragon bilang, anaknya yang umur 10 tahun bisa membuta benda yang lebih baik, tentu mereka berhak mengolok-olok manakala pengajuan investasinya untuk bisnis yang tida feaseable misalnya.

Terkadang satu atau dua dragon bersedia memberikan investasi namun dengan return yang sangat tinggi yakni 50%, karena resikonya juga besar. Ini akan menjadi sesi tawar menawar yang menarik dan adu argument bisnis.

Pengaju yang keempat adalah dua laki-laki yang menjalankan bisnis retail topi base ball, t-shirt dan asesories lainnya. Bisnisnnya sudah jalan dan mereka membutuhkan investasi 150 ribu pounds. Secara panjang lebar dipaparkan bagaimana bisnis itu berjalan, sudah menghasilkan dan perlu tambahan investasi untuk membuka cabang lainnya. Kelihatannya sederhana dan sebagian Dragon mulai menyerang secara tajam dan minta data empiris dan perhitungan bisnis yang rasional. Terlihat kedua laki-laki muda itu cukup tenang dan yakin bahwa bisnisnya layak diberi tambahan investasi.keempat dragon menyerah dan mundur dari investasi. Tinggal seorang dragon yang rupanya cukup terkesan dengan bisnis retail ini dan bersedia menginvestasikan sebesar 150 ribu pounds namun minta return 60%. Tentu angka sebesar ini sulit dipenuhi kedua pebisnis muda tersebut. Namun rupanya mereka sangat membutuhkan suntikan dana, akhirnya setelah tie break dan diskusi alot disepakati return sebesar 50%.

Deal, itulah sesi deal tayangan life Dragon Den di BBC Knowledge yang berhasil membuat transaksi investasi bisnis sebesar 150 ribu pounds untuk sebuah bisnis retail kecil. Barangkali kalau di Indo sekelas UKM. Anda barangkali sepakat bahwa masih banyak UKM yang membutuhkan investasi untuk pengembangan bisnis mereka. Alih-alih hanya selalu memberikan perhatian kepada bisnis skala besar, usaha kecil yang riil dengan pasar yang jelas patut mendapat perhatian di negeri ini. Toh pada masa krisis beberapa waktu lalu terbukti tingkat survival mereka cukup tinggi.

Bila diperhatikan di sekitar terdapat banyak usaha kecil seperti warung makanan, rokok, kelontong, industri tahu/tempe/makanan/minuman, jasa tukang cukur, bengkel motor, jasa antaran, kurir dan masih banyak lagi yang bisa digarap para investor.

Read More ..