Thursday, November 30, 2006

Michael Porter

Profesor dari Harvard University ini akhirnya tampil juga ada dalam suatu seminar di Jakarta. Penyelenggaranya adalah sebuah institusi pendidikan dan didukung oleh sebuah bank pemerintah. Kompas hari ini memberitakannya kiranya apa saja petuah dari sang maestro strategic dari Harvard tersebut. Tidak tanggung-tanggung beritanya menempati head lines halaman pertama ! Namun bila kita lihat apa saja yang dinasihatkan sang Profesor semuanya bukanlah hal baru. Tidak harus Porter yang bicara, barangkali cukup seorang dosen ekonomi rasanya tahu belaka hal ini.

Tentunya Porter adalah memang pakarnya strategic dan apa yang dinasihatkan bagi bangsa ini benar belaka. Namun yang lebih penting adalah mindset bangsa ini yang harus mau berubah. Sebagaimana disinyalir Porter bahwa kita harus mengubah pola pikir menuju tingkat persaingan dimana dunia berjalan begitu cepat. Nampaknya kita terlampau lamban, stagnan kalau tidak mau dibilang makin merosot. Alih-alih menambah kapasitas produksi umumnya pengusaha kita bahkan saling mematikan satu sama lain. Alih-alih membuat birokrasi efisien birokrasi kita justru semakin ribet dan bertele-tele. Alih-alih membangun lebih banyak infrastruktur kondisi fisik kita semakin belepotan. Jalan, listrik, air dan sarana pendukung dunia usaha umumnya dalam kondisi rusak parah. Listrik mati hidup, jalanan rusak, supply air tidak konsiten dan seterusnya.

Porter yang nasihatnya digunakan banyak Negara salah satunya Singapura memang diakui sebagai pemikir strategic dunia paling handal. Resepnya sejauh diimplementasikan secara benar tentunya dengan kemauan dan tekad akan dapat mendatangkan hasil menggembirakan, Singapura contohnya. Dan rasanya ini adalah kunjungan kesekian dari sang Profesor ke Indonesia. Melalui bukunya saja kita dapat melihat begitu gamblang strategic yang dirumuskan Porter, apalagi orangnya langsung dating dan bicara di depan muka kita.

Mudah ditebak bahwa kunjungan Porter dan nasihatnya hanya sebatas kuliah guest lecture bagi pengundang dan menjadi head lines news bagi Kompas. Dipastikan tidak akan ada dampaknya sama sekali bagi bangsa ini setelahnya, mudah-mudahan salah. Bukan pesimis namun kita melihat kenyataan waktu demi waktu ya beginilah potret kita. Dalam index daya saing dimana kita terpuruk pada grade 85 dari 125 negara menunjukkan posisi buram kita. Memang dalam banyak wacana kita konon termasuk negara dengan middle income, sementara masih banyak negara lainnya dengan low income, nggak jelek-jelek amat dong. Benar namun mestinya kita bisa jauh meningkat lagi, ini yang kita prihatinkan.

Benang merahnya adalah bahwa tidak cukup seorang Porter yang ngomong, atau bahkan kemarin ada George W Bush atau siapapun, bahwa semuanya berpulang pada niat dan kemauan kita sendiri. Tidakkah kita ingin berubah dan menjadi Negara ideal yang maju dan sejahtera. Jadi kita ngundang Porter tidak untuk mendengar nasihatnya atas nasib Negara yang lelah nan impotent ini, namun lebih bagaimana daya saing kita katakanlah masuk 10 besar dunia? Wah drastic? Ya sudah 50 besar cukup dah, ini juga harus dibuktikan toh.

Porter-pun bukanlah dewa atau malaikat yang tahu pasti sebab dan masalah yang kita hadapi. Meski ada nasihatnya bahwa kita juga harus mengubah perilaku dan mental kita selama ini. Atau barangkali yang ingin dikatakan adalah bahwa moral kitalah yang sebenarnya mesti diperbaiki. Benarkah bahwa kita menghadapi masalah moral yang serius. Bisa jadi itulah yang diendus okeh sang pakar strategic Harvard.

Akhirnya, memang terlampau banyak hal yang mesti kita benahi. Tidak kurang dari Porter-pun meresepkan seabreg petuahnya. Tinggal kita, pengin berubah atau terus seperti ini. Porter sudah mengingatkan jauh-jauh hari.
Read More ..

3G

Obrolan dengan seorang rekan beberapa hari kemarin mengenai layanan telekomunikasi mengemukakan bahwa bentuk layanan yang ada sekarang masih berupa voice dan data. Barangkali layanan ini, utamanya voice memang menjadi basic umum bisnis telekomunikasi. Menyusul layanan data bisa jadi merupakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat seiring kemajuan dunia usaha. Boleh dikatakan hampir semua perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi menyediakan layanan terutama voice. Sementara layanan data secara umum seluruh penyedia jasa telekomunikasi besar nasional bisa menyediakan namun skala dan volumenya berbeda-beda tergantung pertimbangan bisnis masing-masing.

Berikutnya adalah layanan ketiga yakni multimedia yang semakin berkembang di negara asal teknologi dan berangsur meluas termasuk pasar kita. Penyedia jasa telekomunikasi berbasis Global System for Mobile Communications (GSM) mulai meluncurkan layanan multimedia yang belakangan marak dengan sebutan generasi ketiga (3G). Layanan berbasis 3G konon dikatakan begitu maju dan modern dan membuat generasi sebelumnya terlihat kuno. 3G menawarkan berbagai lompatan teknologi bertelekomunikasi seperti video streaming, mobil tv maupun koneksi internet. Dengan menggunakan 3G maka kita bisa melihat di screen handset lawan bicara kita, melihat langsung sitausi lalu lintas di perempatan Thamrin misalnya, mengakses tv luar negeri termasuk akses internet.

Bagaimana persisnya barangkali belum banyak yang menggunakan langsung maupun menikmati, namun tidak lama lagi hal ini bakal terealisir. Kembali teknologi telekomunikasi mengalami lompatan yang cukup penting. Dus kebutuhan masyarakat akan berbagai layanan guna mendukung kegiatan bisnisnya semakin terjawab.

Gairah 3G begitu menyala termasuk dari sisi penyedia jasa dimana mereka tidak segan mengucurkan investasi yang sangat besar guna meraih layanan multimedia ini. Apakah nampaknya tahap ini sudah merupakan akhir dari teknologi telekomunikasi? Belum bisa dijawab saat ini. Sekedar daftar pendek, lantas apa sih layanan yang belum tersedia bila penetrasi 3G sudah benar-benar goes national?

Bagi pasar atau masyarakat baik mereka yang memang benar-benar butuh maupun yang latah nampaknya tak terelakkan harus menanggung biaya tambahan. Harga handset tentunya akan relative mahal dan apalagi ini merupakan produk baru. Handset bekasnya belum tersedia dan yang kompatibel dengan generasi sebelumnya tentunya sangat sedikit atau bahkan tidak ada.

Salah satu provider mengklaim bahwa mereka sudah memiliki potensi pelanggan 3G diatas seratus ribu unit. Apakah hal ini benar atau sekedar strategi kurang diketahui secara pasti. Yang jelas pasar seluler nasional dengan omset triliunan rupiah pertahunnya nampaknya masih bakal terus berlanjut. Sampai kapan, ya tentunya sampai jenuh dan sampai terseleksi benar-benar layanan yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelanggan. Termasuk potensi pendapatan maksimal di pasar, berapa alokasi biaya yang sanggup dikeluarkan setiap pelanggan.

Mudah diduga bahwa 3G bakal membebani pelanggan dengan biaya yang tidak murah serta mendorong alokasi biaya telekomunikasi pelanggan yang semakin besar. Sekarang saja dengan layanan voice dan data belanja masyarakat guna membayar tagihan telepon setiap bulannya sudah cukup besar. Namun itulah potret pasar dan masyarakat kita yang menyukai hal baru meski lagi-lagi belum merupakan prioritas kebutuhannya. Setidaknya inilah sumbangan teknologi bagi kemudahan serta memfasilitasi pelanggan dengan layanan telekomunikasi yang semakin optimal.
Read More ..

Wednesday, November 29, 2006

Takut Nih ye

Kita ini masyarakat majemuk dengan puluhan suku dan adat. Terdapat banyak norma-norma yang berlaku dalam masyarakat kita. Bahwa kita ini haruslah begini dan begitu. Bila tidak begini maka kita dianggap kurang ajar, atau kalau tidak begitu artinya kita ini tidak tahu adat dan seterusnya. Banyak ungkapan terlontar semacam anti kemapanan, pemberontak atau melawan arus.

Waktu kecil saya sangatlah pemalu. Saking pemalu kadang merembet agak penakut gitu he he. Bayangkan ketika kelas 3 SD diajak melayat guru naik bus bareng semuanya satu kelas malah milih jalan kaki dengan dua temen lainnya yang juga penakut. Bisa ditebak, sampai rumah duka, acaranya sudah selesai, ya akhirnya balik pulang dengan jalan kaki kedua kalinya. Padahal jaraknya ada 3 kilometeran dikali pulang pergi ada 6 kilometer, ck ck Ada lagi ketika kelas 5 SD ditunjuk menjadi tim bola dan diminta maju tingkat kabupaten. Lagi-lagi jiwa penakut muncul dan dengan membohongi guru bahwa kaki aku terkilir maka lagi-lagi sebuah kesempatan yang bagus itupun lewat. Saking parahnya mental ini bahkan setiap pelajaran nyanyi dan tampil ke depan pasti suaraku gemetar.

Rupanya peperangan dalam diri pun selalu berkecamuk. Pada satu sisi memang sering muncul rasa takut ini. Namun rasanya ada semacam kegusaran dan semangat untuk lebih berani serta menghilangkan rasa ini. Apakah ini karena dampak dari kepemimpinan orang tua yang cenderung keras dan bahkan fisik. Tiap pagi mesti bangun jam lima, lantas sholat dan mandi. PR harus sudah dikerjakan dan bila belum pagi itu juga harus dikerjakan sementara telinga sudah kena jewer. Malam hari tidak boleh lihat TV sampai di atas jam 21.00 malam atau paha dan telinga bakal memar dicentil. Yach tidak semestinya aku menganggap ini sebagai dictator namun justru lebih dimaksudkan sebagai kebaikan semata.

Nampaknya tidak sia-sia sistem dan keketatan yang dilakukan terbukti lulus SD berhasil menyabet ranking 2. Prestasi lainnya adalah juara catur SD tingkat kecamatan, he he. Berangsur rasa takut bisa dikurangi dan rasa pede mulai tumbuh, bahwa ternyata kitapun bisa dan tidak kalah dengan yang lain. Akhirnya kita bisa masuk ke SMP negeri. Banyak hal yang bisa diungkapkan kala itu. Yang paling mengesankan adalah ketika di kelas 2 pernah dipercaya oleh guru bahasa Inggris untuk “mengajar” di depan teman-teman. Dan hal ini berjalan berulang kali, tergantung beliau kapan menunjuk saya maju menggantikannya. Hal kecil lainnya adalah lagi-lagi juara catur yang kali ini adalah lomba class meeting antar kelas. Singkat kata, pada kelulusan sekolah posisi runner up kembali bisa diraih.

Menginjak dalam mencari sekolahan tingkat menengah atas, pun dengan nilai yang bagus maka 3 sekolah yang dilamar beruntung semuanya keterima. Akhirnya kita memilih sebuah sekolah di kota Solo. Apa ya yang berkesan, hmm first love tentunya yaa maklum sudah sweet seventeen kan. Yach meskipun banyak ditolaknya, he he maklum tampang pas-pasan. Berikutnya adalah pengalaman sebagai anak kost. Ada yang unik dalam sebuah pelajaran kesenian, dimana guru kita memberi suatu insentif. Beliau bakal memberikan nilai 8 bagi siapapun yang mampu memainkan alat musik secara bagus. Kebetulan permainan guitarku cukup baik maka amanlah kita dalam bidang studi seni ini. Momen lainnya adalah manakala di Solo digelar Pekan Olah Raga nasional antar sekolah menengah dan kita ditunjuk sebagai tuan rumah dimana tempatnya adalah stadion Sriwedari Solo. Wah sebagai tuan rumah banyak yang harus kita tampilkan, mulai dari senam sambil membentuk beragam formasi tulisan, parade maupun turnamen olah raga itu sendiri. Disitulah sedikit banyak kita berbaur dalam skala nasional. Sekolah kita memang bukan juara umum, namun dapat tampil sebagai tuan rumah sudah cukup membanggakan dan tidak penting lagi apakah menjadi juara atau tidak. Cukup masuk tiga besar rasanya merupakan hasil yang pantas dan membanggakan pula.

Dus balada si anak penakut, dengan berbagai ragam mendidik orang tua yang cukup keras dipadu dengan kemauan anak untuk mau belajar ternyata dapat mengubah sebuah pribadi. Berbagai rasa takut, tindakan konyol dan kadang membuat kesal orang lain berangsur berubah menjadi sikap percaya diri dan yaa ada juga sedikit prestasi.
Read More ..

Tuesday, November 28, 2006

600 trilliun

Amazing ! sekitar 600 ribu rakyat Indonesia memiliki asset sebesar 600 trilliun. Sebuah media nasional memberitakan bahwa banyak orang Indonesia beraset diatas 250 juta rupiah lebih mempercayakan pengelolaan dananya kepada fund manager asing ketimbang local. Alasannya adalah produk yang lebih beragam serta tingkat return yang lebih tinggi.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kondisi ini. Satu hal misalnya kita bisa saja bangga dan turut “gembira” karena sebagian dari masyarakat kita memiliki asset yang besar. Entah ini merupakan dampak positif pembangunan atau tingkat kesejahteraan kita memang sudah tinggi.

Perspektif lainnya adalah bahwa semestinya terdapat suatu gambaran wajar dari sebuah negara dengan ratusan juta warganya. Maksudnya wajarkah bila konon kita memiliki 60 juta rakyat miskin sementara sekelompok kecil justru mengantongi asset sedemikian besarnya. Bisa saja hal ini terjadi karena perbedaan tajam entah itu nasib atau kinerja kedua kelompok tadi. Ada misalnya argument, lho kenapa orang heran asset saya ratusan juta atau milyaran jika saya adalah seorang CEO yang gaji pertahunnya mendekati 500 juta misalnya.

Ada skema akuntabilitas sebenarnya yang bisa dilakukan guna validasi kewajaran kepemilikan asset tadi. Bagi pegawai negeri ada prosedur pelaporan kekayaannya terhadap Negara. Gunanya adalah sama yakni melihat kewajaran pertambahan asetnya ketika habis masa jabatannya. Bagi pegawai swasta memang belum ada ketentuan wajib lapor jumlah asetnya, namun dari sector pajak sudah ada kewajiban mendaftarkan nomor pokok wajib pajak. Media ini dapat sebagai salah satunya mendata asset dari wajib pajak atau masyarakat itu sendiri. Hanya nampaknya sosialisasi NPWP bagi masyarakat kok belum optimal. Dus, semuanya mengandalkan kepada kejujuran dan goodwill dari masing-masing warga negara.

Gap masyarakat beraset jutaan atau milyaran dengan masyarakat miskin tentunya makin menganga lebar. Konon ada semacam anggapan bahwa hanya katakanlah kurang dari 5% anggota masyarakat yang menguasai 90% asset negara ini. Hal ini bisa saja mendekati fakta manakala terungkap bahwa misalnya hanya sekitar 600 ribu orang saja beraset 600-an triliun.

Makin banyak kemudian pekerjaan rumah dan berbagai hal yang perlu dibenahi terkait dengan masalah distribusi pendapatan yang sedemikian mengalami kesenjangan. Menyusul berikutnya adalah transparansi kepemilikan asset sebagian masyarakat kita apakah cara memperolehnya benar dengan jalan wajar atau terindikasi adanya korupsi di sana. Pekerjaan besar nan paling ditunggu yakni pengungkapan jaringan korupsi di Negara ini layak menjadi makin prioritas kalau tidak ingin Harapan dan kepercayaan rakyat berangsur hilang ~ yang barangkali memang sudah hilang. Hal mana sudah berjalan puluhan tahun.

Bukan lantas kita menuduh bahwa mereka yang beraset besar semuanya korup, namun bahwa akuntabilitas dan transparansi dari asset tersebut layak diungkapkan. Rasanya kita tidak ingin sejarah bangsa ini utamanya mengenai distribusi ekonomi yang pada awalnya sudah dimulai dengan gelombang korupsi “masal” yang mengorbankan kesejahteraan jutaan rakyat banyak juga diakhiri dengan kondisi yang semuanya dianggap berjalan sebagaimana mestinya tanpa tindakan justice for all. Kita bisa saja teringat sebuah film “dark justice” yang mengisahkan bahwa keadilan ditegakkan langsung dengan tindakan fisik di jalanan. Kita sepakat bahwa hukum masih wajib dijunjung tinggi dan ditegakkan. Jangan sampai dark justice atau keadilan rakyat menjadi pilihan pahit yang terpaksa diambil.
Read More ..

Wednesday, November 22, 2006

Agnes Dan Anggun

Cukup menarik tayangan TV yang mencoba mengangkat dua bintang muda kita yakni Agnes Monica dan Aggun Cipta Sasmi. Agnes monica, siapa yang tidak tahu artis muda berbakat yang begitu ingin goes international. Berbagai ajang mulai dari nyanyi, pemeran sinetron maupun dunia showbiz lainnya telah ditekuninya. Agnes adalah symbol dari profil artis modern kita. Penampilannya baik di TV,on stage, baik on air maupun off air semakin mengokohkan seperti apa figure dari artis muda ini. Tidak kurang, dengan dimanajeri oleh kakak kandungnya sendiri Agnes mencoba goes to Negara asia lainnya macam Singapura atau Taiwan dalam upaya memuluskan niatnya goes international tadi.

Anggun adalah profil artis muda era sebelumnya. Ketenaran Anggun-pun tidak kalah dibanding Agnes. Bahkan Anggun sudah terlebih dahulu goes international ketika memutuskan married dan hijrah ke Prancis. Sebelumnya Anggun-pun sudah cukup diperhitungkan di tanah air. Beberapa albumnya mencatat penjualan cukup bagus dan lagu-lagunya banyak yang menjadi hits. Tahun 1990-an Anggun pernah diundang di kampus kita di Solo. Saat itu usianya baru tujuh belas tahun dan ia tampil cukup memukau di stage kampus kita. Saya ingat Anggun mengenakan baju rocker bermotif kulit matahari, hmm energik sekali kala itu.

Beberapa waktu kemudian dalam masa hijrahnya ke Prancis mulai keluar lagu-lagu Anggun dalam bahasa Inggris. Barangkali puncaknya, bagi penikmat musik tanah air, adalah ketika Anggun mengadakan konser-nya di Jakarta. Dengan kematangan vocal dan action stage-nya. Anggun menuai kesuksesan di JHCC Jakarta. Tentunya kiprahnya di Eropa atau tempat lain juga cukup banyak mengingat Anggun tetap produktif sebagai penyanyi.

Membandingkan Anggun dengan Agnes memang menarik dimana usia keduanya beda 11 tahun yakni 32 dan 21 tahun. Apakah dengan waktu 11 tahun tersebut Agnes akan dapat menyamai atau melebihi prestasi Anggun saat ini tentunya masih harus dibuktikan. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing baik olah vocal maupun action stage-nya. Vocal Anggun tidak dipungkiri memiliki ciri khas dan dianggap bagus bagi kebanyakan orang. Action stage-nya juga makin matang, meskipun tidak seagresif Agnes. Sebaliknya vocal Agnes boleh dikatakan “biasa” saja sementara gaya panggung terutama tariannya begitu agresif ala Britney Spears.

Terdapat perbedaan dari kedua bintang tersebut dimana hijrahnya Anggun ke Prancis nampaknya alamiah karena takdir jodohnya dengan orang asing. Keberhasilan goes international Anggun juga terbawa jalan hidupnya yang menjadi istri bahkan warga Negara asing di benua Eropa tersebut. Kondisi tersebut makin memberikan kesempatan seluasnya bagi Anggun mencapai prestasinya. Sementara Agnes terkesan “memaksakan” bahwa untuk goes international haruslah pergi ke luar negeri meski katakanlah prestasi di tanah air belum optimal. Kiranya apakah yang menjadi produk unggulan dari diri Agnes? Kemudaan, kecantikan, kesegaran dan bakat aksi panggungnya memang mendukung. Namun manakala kita melihat prestasi menyanyi-nya apakah sudah bisa dikategorikan sukses? Tentunya terdapat banyak penilaian dalam hal ini dimana ada yang sepakat dia sudah sukses sebagai penyanyi maupun dia masih biasa saja.

Bahwa menjadi bintang yang sudah mendunia memang bukanlah mudah dan hanya perlu kerja asal-asalan. Michael Jackson, Britney Spears maupun Mariah Carey membutuhkan bakat hebat dan waktu bertahun-tahun untuk dapat mendunia. Seorang bintang atau artis dunia juga tidak semestinya instant dan dipaksakan.
Read More ..

Friday, November 17, 2006

Komik

Anak saya keranjingan komik dari kecil Dia betah berjam-jam membaca komik di kamarnya. Meja belajarnya penuh dengan komik ketimbang buku pelajaran. Berulangkali saya menjelaskan agar komiknya ditempatkan di ruang lain masih belum membuatnya yakin. Berbagai serial komik dikoleksinya. Mulai dari komik Dragon Ball, Dora Emon, Gober dan judul lainnya yang saya bahkan tidak hapal. Utamanya memang komik terbitan dari Jepang yang tentunya sudah terjemahan.

Bahwa komik dapat berpengaruh plus atau minus bagi pembacanya rasanya benar belaka. Tinggal isi komik mengenai apa dan cara membaca serta mengambil pesannya. Hampir semua komik yang dimilikinya dihapal luar kepala oleh anak saya. Saking demennya akan komik bahkan sempat terlontar cita-cita menjadi pengarang komik, wah wah. Dia membuktikan dengan mulai membuat komik atas kreasinya sendiri. Ya tentunya hanya coretan di buku tulis berupa gambar dan dialognya.

Saya mencoba mempengaruhinya dengan menunjukkan komik popular macam ranah ilmu pengetahuan atau komik pendukung pelajaran sekolah. Sejauh ini masih nihil hasilnya dimana setiap pergi ke Mall belum pernah komik “bener” yang dibeli kecuali komik kartun dari negeri bunga sakura tadi.

Harian kompas pernah mengulas existensi komik di tanah air. Bahwa dulu pernah ada komik yang dikarang pengarang local seperti Si Buta dari Goa Hantu, Gatotkaca dan beberapa komik lain namun perlahan hilang dan redup. Entah kendala apa persisnya yang jelas tidak banyak lagi komik-komik local ditawarkan. Seperti biasa komik impor lah yang mendominasi rak-rak pajangan misalnya di tokok buku Gramedia dan counter lain.

Bila dicermati dengan komik dapat secara mudah menyampaikan pesan kepada anak-anak kita. Mereka sangat fasih dan cepat menghapal komik ketimbang buku sejarah misalnya. Tentunya kita tidak ingin anak-anak kita hanya fasih dan benaknya dipenuhi kayalan tentang tokoh dari negeri seberang. Mendingan mereka belajar dan membaca komik tentang sejarah wayang yang mengajarkan sebuah bentuk kehidupan yang baik dan tidak baik.

Ada kaitan erat antara komik dan kartun di televise. Lengkap sudah bila serial komik juga muncul di kartun televise. Dan rasanya kita hanya bisa menjadi penonton belaka ajang persaingan komik kartun produksi Jepang dan Amerika.
Read More ..

Corporate Social Responsible

Beberapa waktu belakangan banyak perusahaan saling berlomba melakukan kegiatan Corporate Social Responsible (CSR). Secara harfiah bisa diartikan ini merupakan bentuk tanggung-jawab social perusahaan atau tanggung jawab kepada masyarakat dimana perusahaan dan asetnya berada. Artinya bahwa keberadaan perusahaan haruslah memberi manfaat kepada masyarakat di sekitarnya. Bila paham kapitalisme menekankan exploitasi atas sumber daya atau profit oriented maka CSR justru mencoba mengoreksi dengan mengedepankan benefit oriented.

Saya rasa akar dari permasalahan tersebut adalah kejujuran dan goodwill perusahaan. Keberadaan perusahaan bukanlah terlepas dari masyarakat sekitarnya bahkan haruslah menyatu dan melibatkan peran masyarakat secara proporsional. Terlampau banyak keberadaan perusahaan entah industri maupun jasa sering melupakan lingkungan sekitarnya yang notabene adalah masyarakat luas. Limbah industri justru mencemari sungai dan lingkungan. Yang belum lupa adalah kasus Newmont di Sulawesi yang limbahnya mencemari laut, ekosistem dan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Hakekat kejujuran tersebut adalah bahwa sudah terlampau banyak perusahaan menghisap sumber daya yang ada dan mendapatkan keuntungan yang besar. Namun karena tidak jujur maka selalu keuntungan besar tadi akan dialokasikan baik untuk pengembangan atau diversifikasi usahanya. Perusahaan lupa bahwa mereka bisa besar dan mekar adalah karena peran salah satunya lingkungan sekitar tersebut. Tidakkah terpikir bahwa masyarakat sekitar perusahaan menanggung resiko baik terganggunya kenyamanan hidup maupun resiko berbagai polusi dan pencemaran lingkungan hidup yang mengancam kualitas kehidupan.

Tentunya kita bisa menyebutkan sederet dampak dari kelalaian perusahaan lainnya yang membuat masyarakat menderita. Dalam tataran global, kebocoran nuklir Chernobil misalnya menyapu habis kehidupan sekitar pabrik dan menyebabkan ribuan orang meninggal dan cacat. Asap akibat dari pembakaran hutan oleh pelaku pemegang hak pengelolaan hutan juga mencemari udara dan menyebabkan masyarakat terganggu kesehatan dan kehidupannya. Terlampau banyak contoh lain yang bisa disebutkan betapa selama ini perusahaan lebih memegang egoisme dan misi profit orientednya.

Kita salut dan pantas menghargai beberapa perusahaan sudah mulai menyadari pentingnya kewajiban memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Banyak kegiatan yang dilakukan guna membantu kesulitan masyarakat. Sebuah perusahaan jamu sudah beberapa kali memberikan bantuan angkutan bus gratis mudik bagi penjual jamu gendong. Perusahaan lainnya lagi memberikan bantuan kepada komunitas kampus/sekolah baik berupa sarana penunjang maupun dana. Yang belakangan cukup ramai adalah bagi-bagi bensin gratis bagi pemegang kartu bank tertentu. Berbagai bentuk kegiatan tentunya sah-sah saja sejauh menguntungkan dan membantu kehidupan masyarakat banyak.

Kesemuanya tidak lain adalah upaya mengedepankan adanya manfaat keberadaan perusahaan bagi lingkungan luas.. Bila hal ini berjalan secara menyeluruh maka ujungnya yang diuntungkan adalah peruashaan itu sendiri. Masyarakat yang sudah tumbuh kepercayaan dan kesetiannya merupakan asset berharga bagi existensi dan masa depan perusahaan. Konon slogan pelanggan merupakan mitra perusahaan begitu dipuja maka kenapa masyarakat luas yang merupakan penjabaran dari pelanggan itu sendiri justru tidak dirangkul sejak awal.
Read More ..

Thursday, November 16, 2006

Seorang Tamu,,,

Untuk apa dia datang. Sang pemimpin yang tega memerangi negara berdaulat lain. Mana datangnya bikin heboh pun menghabiskan biaya milyaran. Dia musuh umat beragama kenapa malah diundang datang, demikian keyakinan banyak teriakan. Sang tamu konon bakal datang tanggal 20 Nopember, atau empat hari mendatang.

Maka ramailah demo dan penolakan kepada sang pengheboh, pemimpin dari negara yang beken disebut polisi dunia. Ya dialah George Walker Bush sang tamu negara itu, anak mantan presiden periode sebelumnya ~ George Bush, kenapa namanya sama ya, hanya beda Walker saja.

Mahasiswa, santri, tokoh masyarakat semua menyatakan genderang penolakan datangnya sang tamu. Meski masih seminggu lebih rencana kedatangannya, namun irama dan semangat penolakan sudah begitu gencar dan heboh. Tidak kurang dari media nasional berlomba mengulas dan melaporkan gelombang demo dari berbagai tempat di tanah air.

Sementara, seolah tidak terjadi apapun, persiapan terus dilakukan termasuk membangun landasan helicopter. Semula berbagai asumsi mengatakan bahwa keamanan sang tamu haruslah diutamakan dan khawatir terjadi penyerangan sepanjang jalur darat atau jalan yang dilalui sepanjang Jakarta ~ Bogor. Akhirnya guna menghindari resiko dibuatlah landasan heli. Nampaknya terjadi perubahan dari semula konvoi jalan darat menjadi mode angkutan udara.

Protokoler dari negeri paman sam tersebut tidak kalah serunya. Segala tempat disterilkan guna menghindari kemungkinan sang pengacau. Konon berbagai perangkat keras/lunak telekomunikasi di area yang dilalui bakal dimatikan, rute angkot diatur dan sebagian ditutup. Anak sekolah diminta diliburkan dan seabreg instruksi aneh lainnya.

Hmm benarkah sebegitu terancamnya keselamatan sang tamu. Pernahkan dan adakah dalam sejarah negeri ini masyarakat kita menyerang atau bahkan membunuh seorang tamu negara? Bila pernah siapa tamunya dan kapan? Rasanya belum pernah. Lantas kenapa begitu hebohnya rencana kunjungan tamu negara tersebut.

Patut dilontarkan satu hal, perlukah segala thethek bengek kehebohan dan lontaran penolakan kita curahkan. Bukankah hal ini membosankan, capek, ribet, buang energi serta benar-benar tidak perlu. Apakah lantas bila kita berhasil katakanlah membatalkan, menyerang atau bahkan menyakiti sang tamu, segala permasalahan bakal usai? Toh masalah yang ada jauh lebih dasyat dari sekedar datangnya seorang tamu negara dan ngototnya penolakan itu sendiri.

Ada banyak perspektif yang patut direnungkan. Bagi sang tamu, nampaknya kurang cukup peka dikala tentaranya usai menaklukan sebuah negara berdaulat lain lantas berkunjung ke sini, yang mana terdapat kesamaan dalam mayoritas agama yang dianut. Bagi pemerintah kita juga sami mawon, masih belum optimal rasa kepekaan dan emphaty-nya terhadap masyarakat yang sekian lama hidup susah serta menahan gelora duka-lara melihat saudara di negara lain disakiti.

Selanjutnya bagi kita semua, masyarakat yang kondang dengan watak keramah-tamahan, nampak semakin perlu untuk merenungkan lebih dalam. Bila kita telah percaya pemerintah, bila kita menaruh amanah pada pemimpin negeri ini, dan sang pemimpin mengundang tamu Negara, tidak berlebihankah hal ini dibiarkan saja agar dapat berjalan lancar.

Terlepas dari begitu besar hasrat menolak, tetaplah jiwa besar lah yang bakal terhormat dan bakal menang. Wani ngalah dhuwur wekasane, kata bijak ranah jawa bahwa mengalah justru menunjukan kebesaran jiwa.

Sehingga perlahan kita hendaknya menjadi makin dewasa dan matang sebagai baik masyarakat negara maupun dunia yang mampu menyikapi berbagai hal secara bijak.

Bagi anda Mr Bush, anda adalah seorang pribadi hebat yang dianugerahi memimpin negara adidaya di alam ini hendaklah dapat lebih arif di masa-masa mendatang. Ingatlah bahwa nilai seorang manusia adalah sama mulianya dimanapun baik mereka sebagai rakyat anda maupun rakyat dari negara lain.

Bagi pemerintah negeri ini hendaklah enough is enough. Rakyatlah pemegang kedaulatan tertinggi sehingga selalu utamakan kesejahteraan hidup mereka. Konsep utamanya adalah p[ermanen yakni pemerintah-lah sebagai pelayan dari rakyat hendaklah tidak sekedar terucap namun wajib dilakukan sepenuh hati.
Read More ..

Seorang Teman,,

Kembali malam ini saya teringat seorang teman. Cantik, pintar, ramah dan sudah kenal sejak SMU. Adiknya sering main ke rumah. Bahkan sayapun begitu akrab dengannya..Siang itu saya terpana, seorang dara begitu cantik datang ke rumah naik vespa. Eh adik saya ada disini tanyanya sembari berdiri di samping vespa. Sesaat saya tidak dapat berkata-kata melihat cewek begitu cantik, bintang film-kah pikirku. Ah eh gugupku dan inikah kakaknya, hmm cantik sekali.

Begitulah, saya mulai memiliki obyek lamunan baru. Dan ternyata dia hanyalah tetangga kampong saya nun di pinggiran Solo sana. Ketika kampong kita inisiatif membuat lapangan volley baru eh ternyata dianya ikutan main juga. Jadilah ramai tiap sore main volley dengan pemain campuran mulai dari anak, remaja, maupun bapak-ibu. Ya misinya memang hanya olah raga dan keakraban warga saja. Terpenting sang dara selalu hadir, oh indahnya hidup ini.

Momen kedua adalah ketika sipenmaru dimana sekitar kampong kita tidak banyak yang berhasil lolos masuk ke Universitas Negeri di Solo (UNS). Hanya lima orang yang berhasil dan segera cepat tersebar di kisaran kampong kita bahwa si anu keterima, si fulan juga. Si dia berhasil masuk sospol, satu rekan ke hukum, satunya ke kedokteran, satunya pertanian dan saya he he bahasa inggris, jadi malu nih.

Ya sudah karena beda fakultas maka ya jarang lah ketemu. Volley sekarang menjadi hanya hari minggu. Seiring kesibukan kampus volley menjadi hanya dua minggu sekali, lalu satu bulan dan terakhir berhenti sama sekali. Disamping karena kesibukan masing-masing, lahan tempat lapangannya di cangkul sama yang punya, hayoo ngapain lagi.

Sempat satu kali saya ngampus, kebetulan gedung aku agak kebelakang eh kenapa sang dara bengong disamping kendaraan vespa-nya. Oo rupanya ngadat dan eh haii sapaku, kenapa yaa. Hmm sang temen tersenyum manisssss dan bilang nggak tahu nih tiba-tiba ngadat, suaranya merdu ditelingaku. Sebagai laki-laki wajib menolong kan, padahal sumpah ini kendaraan saya nggak ngerti babar blas. Naik aja belum pernah, selama ini paling naik motor bebek. Namun yang namanya mukjijat ada-ada saja. Sekali saya engkol langsung greng ngeng ngeng dan mesin ngibrit dah. Duh leganya bisa menolong sang impian. Daa ucapnya berterima kasih. Inilah salah satu momen termanis masa mudaku.

Momen berikutnya adalah ya kesibukan masa-masa kuliah. Berhubung kuliah di negeri, ceilee sombong yaa, tugas banyak banget dan masing-masing sibuk sendiri. Sampai suatu sore, ada seorang datang, eh Mas Ganesha (nama beken aku) ada nggak ya. Oh silakan masuk dan dag dig dug saya muncul, eh dara impian datang lagi. Hmm mas Ganesha bisa bantu Lusy ya. Ehm apaan ya geloraku membuncah. Anu hm dia sedikit gugup juga nampaknya, Bantu terjemahkan beberapa lembar literature. Pan mas Ganesha jurusan bahasa Inggris? Boleh sahutku cepat seolah takut dia membatalkan. Wah dia bilang sedikit nggak tahunya ada 30-an lembar. Ya sudah semuanya sebatas yang aku bisa aku terjemahkan hanya dalam hitungan hari, he he hebat nih kalau membantu sang impian. Tugasku sendiri malah terbengkelai.

Yah saya harus mengakui bahwa nampaknya telah tumbuh benih-benih di dasar hati ini. Tidak tahu dengan si dia, karena seringnya bila ketemu malah sama sama malu. Saya baru nyadar belakangan saya ini pemalu dan pengecut kali ya. Tidak pernah mau mengatakan isi hati dan selalu hanya malu belaka.

Entahlah saya tidak tahu selama lima tahun lebih berteman, apa feeling-nya terhadapku. Tampangku terlampau biasa, kuliah sastra pula nampak terlampau jauh dibandingkan dengan dia yang cantik, pintar, dan kuliah di sospol. Singkat waktu akhirnya usai wisuda dia dipersunting oleh orang kaya, yang ketika masa lulus kuliah sang penyunting sudah bermobil, punya kontrakan dan seterusnya, sementara saya kuliah saja naik bus umum. Berbahagialah mereka merajut mahligai rumah tangga. Sementara saya, laki-laki yang tidak tegas dan tanpa keberanian untuk menyatakan isi hati berupaya berjuang mencari peruntungan hidup.

Sampai suatu ketika, dua belas tahun sudah kita terpisah ruang dan waktu- he he terbetik kabar bahwa sang dara – yang sudah menjadi milik orang lain, yang rajin mendatangi impian tidur saya dikala mahasiswa - telah tiada dan menghembuskan napas terakhir. Saya baru tahu kalau beberapa tahun terakhir dia menempati rumah tidak terlalu jauh dari tempat saya.

Teman itu, dara itu, yang begitu cantik, bunga mimpi-mimpi telah meninggalkan dunia ini. Dia mati relative muda. Saya tidak tahu namun yakin bahwa senyumnya akan tetap bersemayam di hati. Entah sampai kapan. Sayup terdengar lagu merdu elegi esok hari-nya Ebiet, ”ijinkanlah kukecup keningmu, bukan hanya ada di dalam angan, esok pagi kau buka jendela, kan kaudapati seikat kembang merah,,,,,,”
Read More ..

Friday, November 10, 2006

Ala Lexus

Sampai awal 1990-an dunia masih mengenal mobil mewah dari benua Eropa dan Amerika. Bisa disebutkan mobil seperti Mercedes, BMW , Bentley atau Jaguar adalah mobil kelas atas dari benua tadi. Sementara dari Amerika bisa disebutkan semaca Lincoln atau Cadillac. Praktis belum ada wakil Jepang dalam kancah persaingan mobil mewah. Sementara trio terkuat Jepang yang berhasil menerobos surga pasar otomotif dunia – Amerika – adalah Toyota, Honda dan Nissan.

Pasar otomotif Amerika yang begitu potensial dengan penyerapan produk otomotif berkisar 15 juta unit per tahun memang menjadi kue rebutan seluruh produsen mobil. Tidak kurang dari puluhan merek impor dan local beradu memasarkan produknya dan merebut perhatian pasar. Dari kubu Eropa nampaknya Mercedes, VW dan BMW merupakan yang terkuat sementara dari kubu Jepang wakil terkuatnya adalah Toyota. Bahkan untuk jumlah produk global Toyota sekarang berada di posisi 2 dunia di bawah raksasa General Motor. Sementara grup Chrysler yang sebelumnya runner up merosot di tempat ketiga.

Meksipun besar Toyota sering dijuluki hanya mampu membuat mobil murah belaka. Hal ini bertahan bertahun-tahun sampai petinggi Toyota mencetuskan project mobil mewah-nya. Dibuatlah merek kedua mewakili merek Toyota untuk mobil mewah yakni Lexus. Sekitar tahun 1990 diluncurkan produk pertama mobil mewah lexus dengan kode LS400. Produk ini langsung menggebrak pasar dan menyamai pesaingnya semacam Mercedes, BMW dan Cadillac tadi.

Konsep lexus adalah upaya tiada henti mencapai kesempurnaan. Hal ini terbukti dengan produknya mendapat penghargaan sebagai mobil mewah dengan kepuasan tertinggi. Pasar mobil mewah yang sebelumnya conservative dan monoton didobrak Lexus dengan berbagai terobosan. Awalnya mobil mewah enggan menyebut harganya pada kegiatan promosi-nya. Produsen atau dealer juga sedikit jual mahal dalam pelayanannya. Misalnya mobil yang diservice menginap belum tentu mendapat mobil pengganti.

Lexus mendobrak dengan terang-terangan menyebutkan harga jajaran produknya. Produk andalannya adalah berupa sedan mewah dan disusul dengan sedan sport mewah dan disusul dengan SUV dan jeep mewah. Pelanggan Lexus benar benar diperlakukan bak raja disaat datang ke dealer atau bengkel resmi Lexus. Mobil pengganti disiapkan dan pelayanan dilakukan jauh melebih harapan pelanggan.

Tidak butuh waktu terlalu lama yakni hanya sekitar satu decade saja dari tahun 1990 Lexus menjadi salah satu merek premium paling mapan dan disegani di Amerika. Badan Independen Survey kepuasan pelanggan Amerika – JD Power berkali-kali menganugerahi Lexus sebagai merek dengan kepuasan tertinggi. Lexus juga dibekali dengan berbagai teknologi dan fitur canggih setara atau melebihi pesaingnya dari Eropa dan Amerika.

Orang kaya Amerika dan Eropa mulai berlomba mengoleksi Lexus sehingga penjualan mobil mewah ini berhasil menggungguli merek lainnya. Produk Lexus nampak seolah mengadopsi Mercedes namun dibuat dengan lebih bagus lagi. Konon hal yang begitu menonjol dari Lexus adalah suspensi super nyaman dan kesenyapan kabin yang nyaris sempurna. Selebihnya adalah factor reliability produknya dimana menurut salah satu survey pelanggan pembeli Lexus mengalami keluhan di bawah 10 item dari ribuan item cek list selama kepemilikan 3 bulan pertama. Prestasi ini berkali-kali dipertahankan dan menjadi merek dengan kepuasan tertinggi.
Read More ..