Pesawat boeing 737 seri 400 itu siap lepas landas. Pilot sudah mengatakan take off position dan dua mesin roll royce dari boeing mulai menggemuruh. Pesawat dengan 126 penumpang itu sudah mengarah runway dan siap terbang ketika terdengar gemuruh roda yang direm mendadak oleh pilot. Pesawat urung take off dan kembali memutar ke jalur antrian. Terdengar pilot menjelaskan permintaan maaf melakukan abort dan menjelaskan perlu mengecek sesuatu. Seorang laki-laki berjas hitam dengan rambut pendek bertanya heran kenapa pesawat batal terbang. Setelah memutar melewati jalur antrian pesawat kembali bersiap take off. Kali ini berlangsung mulus dan terbang dengan ketinggian 32 ribu kakipun berjalan mulus. Cuaca sedikit buruk dengan beberapa kali awan menghadang yang menyebabkan laju pesawat tergoncang.
Perjalanan Jakarta – Pekanbaru ditempuh selama satu jam tiga puluh menit. Tidak ada perbedaan waktu antara kedua kota jelas pramugari. Pekanbaru adalah kota yang menarik dan berlokasi di pula Sumatera bagian tengah. Peknabaru bisa ditempuh dari Padang selama lima jam perjalanan darat atau sembilan jam dari Palembang. Konon orang menyebut Pekanbaru adalah Malaysia-nya Indonesia. Seperti Medan disebut sebuah kota kembar dengan Penang di Malaysia (?).
Yang menarik dari Pekanbaru tentunya tidak macet seperti Jakarta. Sebagai kota propinsi yang konon terkaya Pekanbaru sibuk berbenah dan mempercantik diri. Gedung Gubernur terlihat megah di tengah kota. Hotel berbintang seperti Pangeran dan Gran Yuri sibuk menerima tamu setiap harinya. Tamu berdatangan dari Jakarta, Malaysia dan bahkan Singapura.
Hotel Pangeran terletak tidak jauh dari Bandara sementara hotel Gran Yuri dikelilingi keramaian seperti cafee dan tempat hiburan malam. Tempat hiburan itu bagaikan remaja yang tidak pernah tidur. Jam 12 siang sudah mulai dibuka dan menerima tamu sampai dini hari. Ada berbagai hiburan yang disuguhkan seperti karaoke, caffe dan hiburan lainnya.
Seorang rekan menjelaskan bahwa pendapatan daerah jauh lebih besar dari anggaran belanja. Apakah karena terdapat pusat pengolahan minyak Dumai-nya atau perkebunan kelapa sawitnya yang membuat Pekanbaru merupakan salah satu propinsi terkaya.
Dua hari berkeliling kota jarang mendapatkan jalanan bergelombang, umumnya beraspal hotmix mulus. Pusat perbelanjaan dan pertokoan mendominasi jalan protokol. Jangan pernah ke Pekanbaru tanpa mencobai ikan patin, begitu saran seorang rekan. Padahal jelas Pekanbaru bukanlah kota pantai. Apakah ikan patin bisa dibudidayakan di air tawar.
Tiga orang itu penasaran dan mencoba menu ikan patin di sebuah restaurant. Memang rasanya lezat dengan duri yang besar. Gulai ikan patin disajikan dalam piring besar. Semua bagian ikan itu mengeluarkan rasa yang lezat dengan tulang belulang besar yang mudah dibuang.
Cobalah juga menu daging rusa. Ada sebuah restaurant yang menyajikan menu ini. Konon daging rusa mirip daging kambing. Bila mengkonsumi maka badan akan berasa panas dan darah segera naik.
Ada juga pisang goreng pontianak yang kesohor itu. Padahal jarak kedua kota jauh banget ya, namun pisang goreng ponti dapat dijumpai di sini.
Lampu lalu lintas di pekanbaru mirip yang terdapat di Padang. Ukurannya lebih besar dari lampu lalu lintas umumnya.
Orang asli Pekanbaru memang terlihat seperti orang Malaysia. Seorang perempuan muda berusia 26 tahun bernama Santi yang asli Pekanbaru datang ke lobbi. Perempuan itu cantik dengan dandanan yang minim. Setelah berbasa-basi Santi minta sebatang rokok Marlboro dan menyulutnya. Santi bercerita dia memiliki seorang anak, namun sudah berpisah dengan suaminya. Anaknya ditinggal bersama neneknya sementara Santi sibuk mencari nafkah. Santi larut dalam hingar bingarnya malam.
Read More ..
Tuesday, March 18, 2008
Monday, March 03, 2008
WANNA SING
Tasikmalaya adalah kota kecil yang menawarkan kesegaran udaranya. Meskipun kecil cukup banyak yang bisa dinikmati. Ada beberapa mall seperti Yogya department Store. Cukup banyak bank yang membuka cabang di sini dan tentunya tersedia cukup ATM. Restaurant ada juga, namun yang jelas ada sebuah warung soto yang enak. Soto ayam enak dengan taburan ayam yang banyak memenuhi mangkok, sambal cabe hijau yang digiling lembut dan tidak ketinggalan kerupuk. Ada juga bubur ayam yang enak dimana mangkok besar penuh terisi bubur, ayam, sayuran, kacang dan rasanya enak. Minumnya teh tawar hangat.
Hotel tidak terlampau banyak jumlahnya dan ada satu yang terbesar dan berbintang tiga, namanya hotel Crown. Kamarnya cukup banyak dengan berbagai kelas seperti deluxe atau suite. Hotel ini menyediakan restaurant untuk breakfast, kolam renang dan sebuah caffe di depan pintu masuk. Tempat parkirnya cukup luas. Setelah sore hari tamu melakukan renang dan bersantai maka malam harinya bisa menikmati secangkir espresso di caffe sambil menikmati artis lokal bernyanyi.
Tiga laki-laki itu datang ke caffe pukul 21.00 malam. Laki-laki pertama berperawakan sedang dengan kaos putih dan celana hitam. Yang kedua berambut gondrong dengan kaos putih, jaket hitam dan celana jean biru. Yang ketiga paling tinggi dengan kaos biru dan celana jean biru. Ketiganya langsung menuju meja nomor 16 dan memesan espresso dan sebungkus rokok.
Hingar bingar musik sudah menghentak ruangan caffe yang temaram. Ada sekitar dua puluh meja yang ditata menyebar. Tamu yang datang cukup banyak dan memenuhi tiga perempat kapasitas meja. Di depan ada panggung dan lantai lapang untuk gerak penyanyi atau tamu yang pengin berjoget. Di belakang adalah bar yang menyediakan berbagai minuman dan panganan.
Lampunya redup, musiknya keras dan penyanyi hmm sangat seksi. Penyanyi itu cantik, putih, berambut pendek dengan dandanan ketat dan rok sangat minim. Harus diakui dia sangat menarik, dengan suara merdu dan gerak-gerik menggoda namun tidak murahan. Beragam lagu keluar dari mulut mungilnya. Dua keyboard dan sintesizer mengiringi lagu apapun mulai dari pop, dangdut, rock maupun lagu alternative yang baru ngetop. Lagu kondang macam Yang Paling Sexy-nya Mulan Jamilah, lagu-lagu band Dewa, Ungu, Nidji maupun dangdut dengan fasih dilantunkan. Para tamu mulai tergoda untuk bangkit dan berjoget. Meja diujung di depan bar dengan dua wanita dan satu laki-laki nampak heboh dengan goyangan salah satu dari wanita tersebut. Wanita itu bergoyang dengan hanya bercelana jean dan kaos ketat yang menggambarkan siluet bentuk tubuhnya dalam remang lampu.
Meja di depan panggung yang paling banyak rombongannya lebih heboh lagi. Terlihat ada seorang yang sangat gemuk, dengan kemeja bergaris dan celana jean yang tidak muat perutnya menjadi pusat perhatian. Berkali-kali disebut Hendrik – nama dari lelaki itu oleh sang artis yang bolak balik mendekat, bergoyang menggoda ditingkahi oleh Hendrik. Rupanya Hendrik ini nyawer kepada artis dan mendapat kehormatan bergoyang bersama dan ditawari menyanyi di panggung.
Begitulah malam kian larut dan panas. Makin banyak yang nyawer kepada penyanyi nan cantik tadi. Setiap ada yang nyawer sang penyanyi mendekat dan bergoyang dengan penyawer. Cukup menarik manakala sikap penyanyi meskipun dengan dandanan super ketat namun tidaklah kampungan dan cukup hanya melenggak menggoda. Sang tamupun cukup tahu diri dan tidak main colek layaknya hiburan dan saweran kebanyakan.
Meja ketiga laki-laki nomor enambelas sempat ditawari sang apenyanyi untuk ke depan namun ketiganya hanya tersenyum dan terus menghisap rokok mild putih. Beberapa wanita maju dan menari menambah panasnya malam di kota dingin tersebut. Serombongan yang nampaknya dari luar kota maju berbareng dan bergoyang di depan. Satu dua tamu sempat menyumbang suaranya menyanyi diiringi sang biduan. Sekelompok anak muda dengan minum bir dan makan kacang nampak histeris bergoyang. Tidak ada keributan berarti dan semuanya menikmati malam yang gempita.
Lepas jam 00.00 malam hiburan selesai dan para tamu bubaran. Sang biduan sudah berganti pakaian dan beristirahan dengan manajernya. Meja nomor enambelas belum beranjak dan menikmati kepulan dari rokok yang kesepuluh batang. Ada kerlingan kecil dari sang biduan kepada meja enambelas, tatapan heran. Lima menit berlalu akhirnya ketiga laki-laki beranjak dan keluar dari kaffe.
Read More ..
Hotel tidak terlampau banyak jumlahnya dan ada satu yang terbesar dan berbintang tiga, namanya hotel Crown. Kamarnya cukup banyak dengan berbagai kelas seperti deluxe atau suite. Hotel ini menyediakan restaurant untuk breakfast, kolam renang dan sebuah caffe di depan pintu masuk. Tempat parkirnya cukup luas. Setelah sore hari tamu melakukan renang dan bersantai maka malam harinya bisa menikmati secangkir espresso di caffe sambil menikmati artis lokal bernyanyi.
Tiga laki-laki itu datang ke caffe pukul 21.00 malam. Laki-laki pertama berperawakan sedang dengan kaos putih dan celana hitam. Yang kedua berambut gondrong dengan kaos putih, jaket hitam dan celana jean biru. Yang ketiga paling tinggi dengan kaos biru dan celana jean biru. Ketiganya langsung menuju meja nomor 16 dan memesan espresso dan sebungkus rokok.
Hingar bingar musik sudah menghentak ruangan caffe yang temaram. Ada sekitar dua puluh meja yang ditata menyebar. Tamu yang datang cukup banyak dan memenuhi tiga perempat kapasitas meja. Di depan ada panggung dan lantai lapang untuk gerak penyanyi atau tamu yang pengin berjoget. Di belakang adalah bar yang menyediakan berbagai minuman dan panganan.
Lampunya redup, musiknya keras dan penyanyi hmm sangat seksi. Penyanyi itu cantik, putih, berambut pendek dengan dandanan ketat dan rok sangat minim. Harus diakui dia sangat menarik, dengan suara merdu dan gerak-gerik menggoda namun tidak murahan. Beragam lagu keluar dari mulut mungilnya. Dua keyboard dan sintesizer mengiringi lagu apapun mulai dari pop, dangdut, rock maupun lagu alternative yang baru ngetop. Lagu kondang macam Yang Paling Sexy-nya Mulan Jamilah, lagu-lagu band Dewa, Ungu, Nidji maupun dangdut dengan fasih dilantunkan. Para tamu mulai tergoda untuk bangkit dan berjoget. Meja diujung di depan bar dengan dua wanita dan satu laki-laki nampak heboh dengan goyangan salah satu dari wanita tersebut. Wanita itu bergoyang dengan hanya bercelana jean dan kaos ketat yang menggambarkan siluet bentuk tubuhnya dalam remang lampu.
Meja di depan panggung yang paling banyak rombongannya lebih heboh lagi. Terlihat ada seorang yang sangat gemuk, dengan kemeja bergaris dan celana jean yang tidak muat perutnya menjadi pusat perhatian. Berkali-kali disebut Hendrik – nama dari lelaki itu oleh sang artis yang bolak balik mendekat, bergoyang menggoda ditingkahi oleh Hendrik. Rupanya Hendrik ini nyawer kepada artis dan mendapat kehormatan bergoyang bersama dan ditawari menyanyi di panggung.
Begitulah malam kian larut dan panas. Makin banyak yang nyawer kepada penyanyi nan cantik tadi. Setiap ada yang nyawer sang penyanyi mendekat dan bergoyang dengan penyawer. Cukup menarik manakala sikap penyanyi meskipun dengan dandanan super ketat namun tidaklah kampungan dan cukup hanya melenggak menggoda. Sang tamupun cukup tahu diri dan tidak main colek layaknya hiburan dan saweran kebanyakan.
Meja ketiga laki-laki nomor enambelas sempat ditawari sang apenyanyi untuk ke depan namun ketiganya hanya tersenyum dan terus menghisap rokok mild putih. Beberapa wanita maju dan menari menambah panasnya malam di kota dingin tersebut. Serombongan yang nampaknya dari luar kota maju berbareng dan bergoyang di depan. Satu dua tamu sempat menyumbang suaranya menyanyi diiringi sang biduan. Sekelompok anak muda dengan minum bir dan makan kacang nampak histeris bergoyang. Tidak ada keributan berarti dan semuanya menikmati malam yang gempita.
Lepas jam 00.00 malam hiburan selesai dan para tamu bubaran. Sang biduan sudah berganti pakaian dan beristirahan dengan manajernya. Meja nomor enambelas belum beranjak dan menikmati kepulan dari rokok yang kesepuluh batang. Ada kerlingan kecil dari sang biduan kepada meja enambelas, tatapan heran. Lima menit berlalu akhirnya ketiga laki-laki beranjak dan keluar dari kaffe.
Read More ..
MENGALIR
Pukul 09.00 pagi. Jalanan perumahan basah oleh hujan. Air menggenang di pinggiran jalan. Satpam di pintu keluar duduk mengantuk. Saat disapa kaget melongok dan spontan bilang,” Selamat pagi,” Jelas kantuk masih terlihat di wajahnya setelah semalaman ronda menjaga lingkungan.
Hujan masih turun rintik-rintik. Genangan air di jalan terlibas roda kendaraan. Sepotong jalan menuju tol nampak rusak. Kemarin jalan itu berlobang dan digenangi air hujan berwarna coklat. Hari ini semua lobang ditutup bebatuan. Terlindas kendaraan lalu lalang bebatuan terpencar ke sana kemari. Bebatuan hanya ditaruh dan tidak dilem dengan aspal.
Sebuah jembatan nampak gagah terbentang diatas jalan tol. Warna cat kuning menambah kemeriahaan. Kendaraan di jalan tol yang selalu ramai pagi itu sedikit lengang. Jalan tol terlihat panjang menjauh. Iringan truk kadang menutup pandangan ke depan.
“Kita membutuhkan waktu tiga jam untuk sampai di Garut,” suara memecah kesunyian.
Deruman mesin halus sayup terdengar ditingkahi gemuruh roda menjejak aspal. Jalan dengan panjang lebh dari seratus kilometer terus dilalui. Langit terlihat mendung dan gerimis kadang menyela.
Dua jam perjalanan berlalu dan jalanan mulai berkelak kelok. Rupanya melewati perbukitan. Naik turun belok ke kiri kemudian ke kanan. Sawah, rumah dan hijau perbukitan terlihat jelas. Hari sudah cerah dan hujanpun pamit.
“Selamat siang, apa yang bisa kami bantu,” sapa front liner cottage Sumber Alam, Garut dengan ramah.
“Check in, hmm untuk tiga orang,,family suit,,,coba saya lihat,,oh ya masih ada,,,”front liner sibuk menekan tuts pada computer di mejanya.
Gemericik air dimana-mana yang semuanya air panas mengalir dari pegunungan. Nuansa cottage didominasi aliran sungai kecil, kolam di sana-sini dan bangunan cottage ada yang kecil, sedang dan suite.
Family suite itu besar nan luas, ada kolam air panas di halaman depan dan kolam kecil di dalamnya. Terdapat dua lantai dengan dua tempat tidur besar – kingsize. Bangunan terbuat dari kayu dan berlangit tinggi. Ruang santai ada di samping dan menghadap restaurant dan kolam renang.
Pengunjung beragam mulai dari keluarga, pasangan muda-mudi maupun rombongan kantor. Saat itu datang dua gadis muda diantar oleh petugas cottage. Mereka lewat disamping suite family dan sempat mengerling namun tanpa senyum.
Kolam renang terlihat lengang dan tenang serta belum ada pengunjung karena masih siang hari. Ketika jam menunjukkan pukul 15.00 mulai berdatangan tamu yang akan renang di air panas. Seorang laki-laki berperawakan tinggi dengan kacamata datang pertama dan renang perlahan-lahan, seolah begitu menikmati. Tidak lama disusul dua orang laki-laki. Kemudian lima orang lagi dan kemudian tiga gadis muda. Semuanyan mebentuk tiga rombongan dan saling bercengkerama disela-sela renang.
Mulailah kolam renang itu meriah dengan gemericak air dari gerakan renang.
Cottage yang tenang menjelang sore hari. Nun jauh di atas perbukitan berdiri megah nan misteri. Air panas terus mengalir seolah tanpa habis dan disalurkan ke sekian puluh cottage yang ada di bawahnya.
Read More ..
Hujan masih turun rintik-rintik. Genangan air di jalan terlibas roda kendaraan. Sepotong jalan menuju tol nampak rusak. Kemarin jalan itu berlobang dan digenangi air hujan berwarna coklat. Hari ini semua lobang ditutup bebatuan. Terlindas kendaraan lalu lalang bebatuan terpencar ke sana kemari. Bebatuan hanya ditaruh dan tidak dilem dengan aspal.
Sebuah jembatan nampak gagah terbentang diatas jalan tol. Warna cat kuning menambah kemeriahaan. Kendaraan di jalan tol yang selalu ramai pagi itu sedikit lengang. Jalan tol terlihat panjang menjauh. Iringan truk kadang menutup pandangan ke depan.
“Kita membutuhkan waktu tiga jam untuk sampai di Garut,” suara memecah kesunyian.
Deruman mesin halus sayup terdengar ditingkahi gemuruh roda menjejak aspal. Jalan dengan panjang lebh dari seratus kilometer terus dilalui. Langit terlihat mendung dan gerimis kadang menyela.
Dua jam perjalanan berlalu dan jalanan mulai berkelak kelok. Rupanya melewati perbukitan. Naik turun belok ke kiri kemudian ke kanan. Sawah, rumah dan hijau perbukitan terlihat jelas. Hari sudah cerah dan hujanpun pamit.
“Selamat siang, apa yang bisa kami bantu,” sapa front liner cottage Sumber Alam, Garut dengan ramah.
“Check in, hmm untuk tiga orang,,family suit,,,coba saya lihat,,oh ya masih ada,,,”front liner sibuk menekan tuts pada computer di mejanya.
Gemericik air dimana-mana yang semuanya air panas mengalir dari pegunungan. Nuansa cottage didominasi aliran sungai kecil, kolam di sana-sini dan bangunan cottage ada yang kecil, sedang dan suite.
Family suite itu besar nan luas, ada kolam air panas di halaman depan dan kolam kecil di dalamnya. Terdapat dua lantai dengan dua tempat tidur besar – kingsize. Bangunan terbuat dari kayu dan berlangit tinggi. Ruang santai ada di samping dan menghadap restaurant dan kolam renang.
Pengunjung beragam mulai dari keluarga, pasangan muda-mudi maupun rombongan kantor. Saat itu datang dua gadis muda diantar oleh petugas cottage. Mereka lewat disamping suite family dan sempat mengerling namun tanpa senyum.
Kolam renang terlihat lengang dan tenang serta belum ada pengunjung karena masih siang hari. Ketika jam menunjukkan pukul 15.00 mulai berdatangan tamu yang akan renang di air panas. Seorang laki-laki berperawakan tinggi dengan kacamata datang pertama dan renang perlahan-lahan, seolah begitu menikmati. Tidak lama disusul dua orang laki-laki. Kemudian lima orang lagi dan kemudian tiga gadis muda. Semuanyan mebentuk tiga rombongan dan saling bercengkerama disela-sela renang.
Mulailah kolam renang itu meriah dengan gemericak air dari gerakan renang.
Cottage yang tenang menjelang sore hari. Nun jauh di atas perbukitan berdiri megah nan misteri. Air panas terus mengalir seolah tanpa habis dan disalurkan ke sekian puluh cottage yang ada di bawahnya.
Read More ..
Monday, February 25, 2008
Right To Live
Garangan itu dengan kaget menyeberang jalan raya. Sebuah kendaraan yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi terkesiap dan kaget ada makhluk warna emas sebesar kucing namun agak pendek dan panjang lari menyeberang. Untunglah kendaraan sempat sedikit ngerem dan selamatlah makhluk itu.
Pada saat lainnya di televisi sering disiarkan pesta kuliner. Dengan bangga ditayangkan alangkah nikmatnya mengkonsumsi berbagai makanan termasuk hewan aneh-aneh. Ada kelelawar, ular, cicak, belalang dan makhluk garangan tadi. Rupanya kita sudah kehabisan sumber makanan pokok kita dan perlu memburu berbagai makhluk tadi.
Garangan yang lewat tadi bisa jadi makhluk yang bertahun-tahun tidak ditemui. Bila mereka tinggal di daerah barangkali masih bisa bertemu dan melihatnya. Namun di perkotaan, sungguh sangat jarang kecuali barangkali di kebun binatang.
Manusia memang makhluk yang paling beradab sehingga begitu kreatif da terus mencari berbagai makanan yang menantang. Konon berbagai binatang tadi diciptakan dengan peran guna turut menjaga keseimbangan alam. Bagaimana kalau banyak belalang diburu dan dibakar atau disate hanya untuk memenuhi semangat kuliner tadi. Bagaimana pula kelelawar yag hidup di gua-gua di pantai diburu sekedar untuk memuaskan tantangan makanan yang unik misalnya.
Garangan yang menyeberang dengan panic tadi berasal dari area perumahan. Rupanya dia berkeliaran di perumahan mencari makanan di got atau selokan. Sementara dia harus menyeberang ke daerah yang banyak pepohonan kembali ke sarangnya. Alangkah kasihan dia mencari makan untuk hidup sementara keselamatannya begitu terancam. Selamat dari roda kendaraan belumlah menjamin aman hidupnya, manakala ketahuan orang sudah pasti bakal diburu dan menjadi santapan.
Setiap hari berapa banyak binatang yang mati mengenaskan di jalanan karena dilindas roda kendaraan. Binatang yang kebanyakan orang haram memakannya seperti kucingpun tidak lepas dari ancaman tangan manusia. Binatang rumahan ini sering menjadi bulan-bulanan manusia ketika berkeliaran. Begitu berat perjuangan kucing bertahan hidup dengan mengais tempat sampah, mencari sepotong sisa makanan manakala mulai berkurangnya tikus rumah. Sudah jarang ditemukan seekor kucing memangsa tikus karena tingkah polah kucing di genting akan mengganggu manusia. Begitu manusia tergganggu tidak jelas apa yang akan menimpa sang kucing itu. Entah bakal dilempar atau disambit kayu atas kelancangannya berani menyentuh rumah manusia meski hanya untuk mencari makan dan bertahan hidup.
Tidak ada salahnya hak hidup atas berbagai binatang tersebut patut kita renungkan. Seberapa besarkah mereka menjadi gangguan kita sehingga kita harus menyakiti dan bahkan memakannya. Bila makanan lainnya tidak ada tentu saja berbagai binatang bisa dikonsumsi. Namun saat ini belumlah sulit mencari makanan yang layak dan wajar dimakan.
Read More ..
Pada saat lainnya di televisi sering disiarkan pesta kuliner. Dengan bangga ditayangkan alangkah nikmatnya mengkonsumsi berbagai makanan termasuk hewan aneh-aneh. Ada kelelawar, ular, cicak, belalang dan makhluk garangan tadi. Rupanya kita sudah kehabisan sumber makanan pokok kita dan perlu memburu berbagai makhluk tadi.
Garangan yang lewat tadi bisa jadi makhluk yang bertahun-tahun tidak ditemui. Bila mereka tinggal di daerah barangkali masih bisa bertemu dan melihatnya. Namun di perkotaan, sungguh sangat jarang kecuali barangkali di kebun binatang.
Manusia memang makhluk yang paling beradab sehingga begitu kreatif da terus mencari berbagai makanan yang menantang. Konon berbagai binatang tadi diciptakan dengan peran guna turut menjaga keseimbangan alam. Bagaimana kalau banyak belalang diburu dan dibakar atau disate hanya untuk memenuhi semangat kuliner tadi. Bagaimana pula kelelawar yag hidup di gua-gua di pantai diburu sekedar untuk memuaskan tantangan makanan yang unik misalnya.
Garangan yang menyeberang dengan panic tadi berasal dari area perumahan. Rupanya dia berkeliaran di perumahan mencari makanan di got atau selokan. Sementara dia harus menyeberang ke daerah yang banyak pepohonan kembali ke sarangnya. Alangkah kasihan dia mencari makan untuk hidup sementara keselamatannya begitu terancam. Selamat dari roda kendaraan belumlah menjamin aman hidupnya, manakala ketahuan orang sudah pasti bakal diburu dan menjadi santapan.
Setiap hari berapa banyak binatang yang mati mengenaskan di jalanan karena dilindas roda kendaraan. Binatang yang kebanyakan orang haram memakannya seperti kucingpun tidak lepas dari ancaman tangan manusia. Binatang rumahan ini sering menjadi bulan-bulanan manusia ketika berkeliaran. Begitu berat perjuangan kucing bertahan hidup dengan mengais tempat sampah, mencari sepotong sisa makanan manakala mulai berkurangnya tikus rumah. Sudah jarang ditemukan seekor kucing memangsa tikus karena tingkah polah kucing di genting akan mengganggu manusia. Begitu manusia tergganggu tidak jelas apa yang akan menimpa sang kucing itu. Entah bakal dilempar atau disambit kayu atas kelancangannya berani menyentuh rumah manusia meski hanya untuk mencari makan dan bertahan hidup.
Tidak ada salahnya hak hidup atas berbagai binatang tersebut patut kita renungkan. Seberapa besarkah mereka menjadi gangguan kita sehingga kita harus menyakiti dan bahkan memakannya. Bila makanan lainnya tidak ada tentu saja berbagai binatang bisa dikonsumsi. Namun saat ini belumlah sulit mencari makanan yang layak dan wajar dimakan.
Read More ..
Monday, February 18, 2008
Donald J. Trump
Kalau anda klik google dengan kata kunci Donald Trump maka akan muncul hampir sekitar delapan juta sources. Milyuder dari Amerika Serikat itu begitu tenar dan kesohor. Tidak saja dari sejarah perkawinanya yang suka gonta ganti istri. Dari bisnisnya, dari kekayaannya dari gedung bisnisnya, dari helicopter Pribadi atau pesawat pribadinya.
Trump lahir pada 14 Juni 1946 di Queens, New York sebagai putra dari Fred Trump, ahli pembangunan dan pemasaran Real Estate di New York. Ia memiliki tiga saudara, satu laki-laki dan 2 perempuan. Kakak perempuan tertua dia adalah Maryanne Trump Barry, seorang hakim federal.
Trump memulai bisnis karirnya dengan menumpang kantor ayahnya, Fred, di Sheepshead Bay, Brooklyn, New York. Ia bekerja dengan ayahnya selama lima tahun dimana mereka sibuk dengan membuat deal bisnis bersama. Trump memulai bahwa ayahnya merupakan mentornya dan ia belajar banyak tentang setiap hal dari industri konstruksi ayahnya. Rupanya ayahnya Fred C. Trump sering mengatakan bahwa banyak deal terbaik yang dibuat oleh anaknya- Donald, segala sesuatu yang disentuhnya berubah menjadi emas. Trump kemudian memasuki dunia yang sangat berbeda dari real estate Manhattan.
Portfolio property dan koleksi hotel yang dimiliki Trump meliputi New York, New Jersey, Honolulu, Los Angeles, Chicago, Florida, Las Vegas, Republic Dominik, Seoul, Toronto, Panama, Mexico dan Connecticut.
Sales dan leasing Trump merupakan divisi penjualan resindetial dari Korporasi Trump yang melayani penjualan, pembelian dan penyewaan dalam semua gedung yang dikelola Trump sebagaimana property residential mewah lainnya di seluruh Menhattan. Mereka menyediakan bagi pelanggannya layanan broker paling professional di pasar New York. Bila anda cari daftar residential online tim professional terbaik multi bahasa akan menyambut dan membantu mendapatkan rumah impian atau mengarahkan tujuan investasi khusus pelanggan.
Club golf yang dikelola oleh Trump meliputi Los Angeles, Bedminster, Westchester, West Palm Beach, Canouan Island dan Scotland. Sementara Casino resort yang beroperasi dibawah kelompok Trump meliputi Trump Taj Mahal, Trump Plaza, Trump Marina dan Trump Club Privee.
Tidak ketinggalan program entertainment yang merupakan inovasi dari kelompok usaha Trump adalah The Apprentice, Trumped The Radio Program, Trump Model Management dan Trump Pageants.
Trump University merupakan salah satu kunci sukses bisnis hari ini karena di Universitaslah orang mencari ilmu pengetahuan. Apapaun definisi sukses menurut anda apakah untuk memjaukan karir, memulai bisnis menguntungkan atau menciptakan kesejahteraan melalui investasi, kebutuhan menempuh pendidikan merupakan hal terpenting. Universitas Trump didirikan dengan prinsip ini dan menawarkan kursusu dan program dengan subyek yang luas, marketing, real estate, usahawan dan banyak lainnya yang akan membantu setiap mahaisswa menggapai tujuannya.
Perdagangan yang dikelola meliputi Koleksi bertandatangan, Buku Trump, Es Trump, Steaks Trump, Vodka Trump, Rumah Trump, Koleksi perhiasan Trump Ivanka. Sementara sector pembiayaan Trump menjelaskan tak seorangpun tahu real estate sebaik Trump. Lantas ia menulis buku dan tak seorangpun tahu pembiayaan real estate sebaik Pembiayaan Trump.
Maish banyak rentang usaha yang dikelola di bawah bendera Trump yakni Restauran Trump, Rink Skating Trump maupun ruang media.
Wikipedia menyebutkan Donald John Trump adalah seorang wirausahawan, pionir program pertelevisian dan pebisnis yang sukses dari Amerika Serikat.
Dia adalah seorang CEO (Chief Executive Officer) dari;
Organisasi Trump
Pengembang pemasaran Real Estate (Rumah Mewah)
Pendiri dunia hiburan Trump
Pemilik bisnis casino.
dan memiliki acara TV rekayasa realitas (reality show) pribadi yaitu The Apprentice.
Read More ..
Trump lahir pada 14 Juni 1946 di Queens, New York sebagai putra dari Fred Trump, ahli pembangunan dan pemasaran Real Estate di New York. Ia memiliki tiga saudara, satu laki-laki dan 2 perempuan. Kakak perempuan tertua dia adalah Maryanne Trump Barry, seorang hakim federal.
Trump memulai bisnis karirnya dengan menumpang kantor ayahnya, Fred, di Sheepshead Bay, Brooklyn, New York. Ia bekerja dengan ayahnya selama lima tahun dimana mereka sibuk dengan membuat deal bisnis bersama. Trump memulai bahwa ayahnya merupakan mentornya dan ia belajar banyak tentang setiap hal dari industri konstruksi ayahnya. Rupanya ayahnya Fred C. Trump sering mengatakan bahwa banyak deal terbaik yang dibuat oleh anaknya- Donald, segala sesuatu yang disentuhnya berubah menjadi emas. Trump kemudian memasuki dunia yang sangat berbeda dari real estate Manhattan.
Portfolio property dan koleksi hotel yang dimiliki Trump meliputi New York, New Jersey, Honolulu, Los Angeles, Chicago, Florida, Las Vegas, Republic Dominik, Seoul, Toronto, Panama, Mexico dan Connecticut.
Sales dan leasing Trump merupakan divisi penjualan resindetial dari Korporasi Trump yang melayani penjualan, pembelian dan penyewaan dalam semua gedung yang dikelola Trump sebagaimana property residential mewah lainnya di seluruh Menhattan. Mereka menyediakan bagi pelanggannya layanan broker paling professional di pasar New York. Bila anda cari daftar residential online tim professional terbaik multi bahasa akan menyambut dan membantu mendapatkan rumah impian atau mengarahkan tujuan investasi khusus pelanggan.
Club golf yang dikelola oleh Trump meliputi Los Angeles, Bedminster, Westchester, West Palm Beach, Canouan Island dan Scotland. Sementara Casino resort yang beroperasi dibawah kelompok Trump meliputi Trump Taj Mahal, Trump Plaza, Trump Marina dan Trump Club Privee.
Tidak ketinggalan program entertainment yang merupakan inovasi dari kelompok usaha Trump adalah The Apprentice, Trumped The Radio Program, Trump Model Management dan Trump Pageants.
Trump University merupakan salah satu kunci sukses bisnis hari ini karena di Universitaslah orang mencari ilmu pengetahuan. Apapaun definisi sukses menurut anda apakah untuk memjaukan karir, memulai bisnis menguntungkan atau menciptakan kesejahteraan melalui investasi, kebutuhan menempuh pendidikan merupakan hal terpenting. Universitas Trump didirikan dengan prinsip ini dan menawarkan kursusu dan program dengan subyek yang luas, marketing, real estate, usahawan dan banyak lainnya yang akan membantu setiap mahaisswa menggapai tujuannya.
Perdagangan yang dikelola meliputi Koleksi bertandatangan, Buku Trump, Es Trump, Steaks Trump, Vodka Trump, Rumah Trump, Koleksi perhiasan Trump Ivanka. Sementara sector pembiayaan Trump menjelaskan tak seorangpun tahu real estate sebaik Trump. Lantas ia menulis buku dan tak seorangpun tahu pembiayaan real estate sebaik Pembiayaan Trump.
Maish banyak rentang usaha yang dikelola di bawah bendera Trump yakni Restauran Trump, Rink Skating Trump maupun ruang media.
Wikipedia menyebutkan Donald John Trump adalah seorang wirausahawan, pionir program pertelevisian dan pebisnis yang sukses dari Amerika Serikat.
Dia adalah seorang CEO (Chief Executive Officer) dari;
Organisasi Trump
Pengembang pemasaran Real Estate (Rumah Mewah)
Pendiri dunia hiburan Trump
Pemilik bisnis casino.
dan memiliki acara TV rekayasa realitas (reality show) pribadi yaitu The Apprentice.
Read More ..
A Piece Of Afternoon
Cuaca buruk. Sejak malam hujan. Pagi hari mendung dan kadang hujan serta angin. Udara begitu dingin. Banyak anak tidak bisa bermain di jalan. Meski ini hari minggu. Kucingpun enggan berkeliaran. Hanya melengut di tempatnya yang hangat. Meski perut kucing itu lapar namun hujan rintik-rintik yang dinginnya menyentuh tulang sebabkan dia malas. Mendung tebal menggantung. Belum ada tanda-tanda hari cerah. Matahari bersembunyi dan tidak nampak sejak pagi.
Menit berlalu, jam dan sekarang sudah jam 15.00 sore. Nuansa masih diwarnai rintik-rintik ketika sebuah kendaraan mengarah ke sebuah kolam renang. Kolam renang itu cukup ramai. Banyak anak-anak, remaja dan dewasa. Namanya kolam renang Maharani. Lokasinya di sebelah perkampungan yang masih hijau. Maharani memiliki area yang luas. Ukuran kolam renang sendiri tidaklah terlalu luas, sekitar sepertiga area. Hanya sekitar sepuluh kali dua puluh lima meter saja. Pengunjungnya banyak sehingga kolam menjadi ramai. Dari pintu masuk langsung bertemu ruang tunggu. Ada dua ruang tunggu, yang beratap dan yang diudara terbuka. Banyak kursi dan meja diatur disana. Sebelah kiri ruang tunggu ada kamar mandi, mushola, ruangan fitness dan gudang. Sebelah kanan ada jajaran kantin yang menjual mie, bakso, minuman, jajanan anak-anak dan perlengkapan renang.
Di depan ruang tunggu yang beratap ada lapangan basket. Di depannya lagi ada panggung dimana sekelompok pemusik menyanyi diiringi lengkap keyboard, guitar dan drum. Sebelah kanan adalah kolam renangnya. Masuk ke kolam renang alas kaki harus dilepaskan ditaruh di rak yang disediakan. Di pinggir kolam diatur meja kursi. Ada juga tempat duduk dari semen permanent. Di sudut pinggir kolam renang ada penyewaan segala kebutuhan renang. Di sebelahnya adalah gudang tempat disimpan kapur dan obat-obat untuk perawatan air kolam. Di sebelahnya disambung ruangan mandi bagi yang selesai renang. Bagian laki-laki terpisah dengan bagian perempuan.
“Mba pesen mie bakso dua dan air mineral ya,” teriak seorang Bapak yang duduk di kursi di pinggir kolam. Bapak itu habis berenang, badan dan rambutnya basah.
Ada beberapa anak kecil dengan orang tuanya lalu lalang di pinggir kolam. Mereka menunggu anggota keluarga lain yang sedang berenang. Pengawas kolam renang sibuk melihat dan memperhatikan ke tengah kolam, dimana banyak orang berenang.
“Silakan bagi yang ingin menyumbang lagu,” suara teriakan keluar dari speaker yang terpasang di panggung musik. Penyanyinya sudah menyajikan beberapa lagu dan ingin minta partisipasi pengunjung untuk menyanyi.
Hujan yang sesekali turun tidak berpengaruh bagi mereka yang asyik berenang. Di dalam air tidak terlampau dingin dan hujan justru menambah keasyikan anak-anak.
Jam sudah menunjukkan jam 17.30 sore ketika kendaraan tadi meninggalkan kolam renang. Jalanan berlobang dan banyak genangan air. Pengendara harus hati-hati karena banyak genangan air dalam.
Kendaraan itu menuju sebuah warung mie yang berjarak satu kilometer dari kolam renang. Tempat parkir warung mie hanya terisi tiga mobil. Sebuah avanza warna silver dan biru serta sebuah innova hitam. Dalam warung mie terdapat empat meja lesehan dan enam meja dengan kursi. Dua meja lesehan dan satu meja tinggi sudah terisi.
“Pesan apa pak, ada mie rebus, goreng, bihun dan kweetiu,” jelas sang pedagang. Warung mie itu sudah di sana beberapa tahun terakhir. Dagangan unggulannya adalah mie jawa dan teh poci dengan gula batu.
Sepasang bapak dan ibu lahap menikmati mie rebus yang masih mengepul sementara anaknya yang masih kecil berdiri memegang sepotong kerupuk. Mie jawa adalah mie yang ukurannya besar. Dimasak dengan telur dan daging ayam. Bagi yang suka bisa ditambah kecap, saus dan acar. Banyak pengunjung yang makan sambil menggigit cabe. Ada pula yang makan dengan kerupuk. Keringat mengucur dari muka dan leher mereka. Mie panas cocok dimakan disaat hujan dan udara dingin. Ditambah minum teh poci dengan gula batu yang dihidangkan dengan cangkir dan teko terbuat dari tanah liat. Kegiatan renang satu jam setengah menjadikan perut keroncongan. Sajian mie jawa dan teh poci nampak merupakan kombinasi yang nikmat untuk mengisi sepotong sore yang dingin itu.
Read More ..
Menit berlalu, jam dan sekarang sudah jam 15.00 sore. Nuansa masih diwarnai rintik-rintik ketika sebuah kendaraan mengarah ke sebuah kolam renang. Kolam renang itu cukup ramai. Banyak anak-anak, remaja dan dewasa. Namanya kolam renang Maharani. Lokasinya di sebelah perkampungan yang masih hijau. Maharani memiliki area yang luas. Ukuran kolam renang sendiri tidaklah terlalu luas, sekitar sepertiga area. Hanya sekitar sepuluh kali dua puluh lima meter saja. Pengunjungnya banyak sehingga kolam menjadi ramai. Dari pintu masuk langsung bertemu ruang tunggu. Ada dua ruang tunggu, yang beratap dan yang diudara terbuka. Banyak kursi dan meja diatur disana. Sebelah kiri ruang tunggu ada kamar mandi, mushola, ruangan fitness dan gudang. Sebelah kanan ada jajaran kantin yang menjual mie, bakso, minuman, jajanan anak-anak dan perlengkapan renang.
Di depan ruang tunggu yang beratap ada lapangan basket. Di depannya lagi ada panggung dimana sekelompok pemusik menyanyi diiringi lengkap keyboard, guitar dan drum. Sebelah kanan adalah kolam renangnya. Masuk ke kolam renang alas kaki harus dilepaskan ditaruh di rak yang disediakan. Di pinggir kolam diatur meja kursi. Ada juga tempat duduk dari semen permanent. Di sudut pinggir kolam renang ada penyewaan segala kebutuhan renang. Di sebelahnya adalah gudang tempat disimpan kapur dan obat-obat untuk perawatan air kolam. Di sebelahnya disambung ruangan mandi bagi yang selesai renang. Bagian laki-laki terpisah dengan bagian perempuan.
“Mba pesen mie bakso dua dan air mineral ya,” teriak seorang Bapak yang duduk di kursi di pinggir kolam. Bapak itu habis berenang, badan dan rambutnya basah.
Ada beberapa anak kecil dengan orang tuanya lalu lalang di pinggir kolam. Mereka menunggu anggota keluarga lain yang sedang berenang. Pengawas kolam renang sibuk melihat dan memperhatikan ke tengah kolam, dimana banyak orang berenang.
“Silakan bagi yang ingin menyumbang lagu,” suara teriakan keluar dari speaker yang terpasang di panggung musik. Penyanyinya sudah menyajikan beberapa lagu dan ingin minta partisipasi pengunjung untuk menyanyi.
Hujan yang sesekali turun tidak berpengaruh bagi mereka yang asyik berenang. Di dalam air tidak terlampau dingin dan hujan justru menambah keasyikan anak-anak.
Jam sudah menunjukkan jam 17.30 sore ketika kendaraan tadi meninggalkan kolam renang. Jalanan berlobang dan banyak genangan air. Pengendara harus hati-hati karena banyak genangan air dalam.
Kendaraan itu menuju sebuah warung mie yang berjarak satu kilometer dari kolam renang. Tempat parkir warung mie hanya terisi tiga mobil. Sebuah avanza warna silver dan biru serta sebuah innova hitam. Dalam warung mie terdapat empat meja lesehan dan enam meja dengan kursi. Dua meja lesehan dan satu meja tinggi sudah terisi.
“Pesan apa pak, ada mie rebus, goreng, bihun dan kweetiu,” jelas sang pedagang. Warung mie itu sudah di sana beberapa tahun terakhir. Dagangan unggulannya adalah mie jawa dan teh poci dengan gula batu.
Sepasang bapak dan ibu lahap menikmati mie rebus yang masih mengepul sementara anaknya yang masih kecil berdiri memegang sepotong kerupuk. Mie jawa adalah mie yang ukurannya besar. Dimasak dengan telur dan daging ayam. Bagi yang suka bisa ditambah kecap, saus dan acar. Banyak pengunjung yang makan sambil menggigit cabe. Ada pula yang makan dengan kerupuk. Keringat mengucur dari muka dan leher mereka. Mie panas cocok dimakan disaat hujan dan udara dingin. Ditambah minum teh poci dengan gula batu yang dihidangkan dengan cangkir dan teko terbuat dari tanah liat. Kegiatan renang satu jam setengah menjadikan perut keroncongan. Sajian mie jawa dan teh poci nampak merupakan kombinasi yang nikmat untuk mengisi sepotong sore yang dingin itu.
Read More ..
Friday, February 15, 2008
Wednesday, February 13, 2008
Bongkar
Beberapa hari ini telah terjadi dua peristiwa di sekitar kita. Yang pertama adalah sekian puluh kaki lima yang jualan di sekitar kantor ditertibkan oleh polisi pamong praja pemda Jakarta. Alasanya karena kaki lima itu berjualan di area pejalan kaki alias trotoar. Secara hukum memang benar belaka bahwa jalur trotoar bukanlah peruntukan jualan. Namun pedagang kaki limapun merasa sudah mengeluarkan banyak biaya untuk bisa membuka warungnya.
Yang kedua peristiwa pembongkaran kawasan rawasari yang menurut gubernur Jakarta akan digunakan untuk lahan hijau. Dalam media elektronik ditampilkan bagaimana pendirian dan argument dari masyarakat rawasari. Namun pembongkaran tetaplah dilakukan. Bahkan saat bongkaran terjadi kebakaran yang berasal dari salah satu rumah di sana. Koran pagi ini memberitakan pedagang keramik mengobral keramiknya setengah harga. Pedagang tersebut menjual di halaman terbuka karena rumah dan tokonya sudah mulai dibongkar.
Ada pertanyaan mendasar dan sederhana yakni kenapa pada awalnya dibiarkan atau diijinkan bila sekarang harus dibongkar. Terlampau banyak peristiwa yang harus ditanggung rakyat bila berhadapan dengan suatu kepentingan. Atas nama masyarakat luas pula kepentingan dilaksanakan dengan kadang mengabaikan masyarakat lainnya.
Blueprint tata kota barangkali harus kembali menjadi acuan. Sudah terlampau menyimpang ibukota ini jauh dari tata kota yang seharusnya. Seorang pakar mengatakan, dengan cara apapun tata kota Jakarta sudah tidak bisa ditolong. Penyimpangan tata kota lah yang menyebabkan datangnya bencana bertubi-tubi seperti banjir yang selalu hadir setiap datang hujan.
Pakar lain mengusulkan dipindahnya ibukota ke Kalimantan atau tempat lain misalnya. Biarlah Jakarta menjadi pusat bisnis sementara pusat pemerintahaan diwilayah lainnya. Itulah carut marut dan lingkaran setan seputar tata kota. Kegiatan bongkar membongkar akan dapat jauh diminimalkan bila semua pihak disiplin akan aturan dan tata kota.
Okelah sekarang apalagi. Pemerintahan sudah merupakan hasil pemilihan langsung oleh rakyat, sebuah unjuk demokrasi yang dipuji banyak Negara maju. Banyak orang pintar ditarik masuk ke kabinet. Banyak pakar dan akademisi di berbagai perguruan tinggi bebas menyampaikan pemikirannya, demi bangsa ini.
Kemauan itulah kata kuncinya. Semua pihak mestinya memiliki niat, kemauan dan harus dijalankan. Jangan ada lagi kompromi terhadap suatu pembangunan fisik yang menyalahi aturan tata kota. Titik dan tanpa kompromi. Siapa melanggar harus dihukum.
Yang terpenting juga, lakukan disiplin ini saat ini dan jangan menunggu terlambat, meski memang sudah sangat terlambat. Lakukan sekarang, disiplin, komitmen, dan konsisten tanpa terkecuali. Bisakah??
Read More ..
Yang kedua peristiwa pembongkaran kawasan rawasari yang menurut gubernur Jakarta akan digunakan untuk lahan hijau. Dalam media elektronik ditampilkan bagaimana pendirian dan argument dari masyarakat rawasari. Namun pembongkaran tetaplah dilakukan. Bahkan saat bongkaran terjadi kebakaran yang berasal dari salah satu rumah di sana. Koran pagi ini memberitakan pedagang keramik mengobral keramiknya setengah harga. Pedagang tersebut menjual di halaman terbuka karena rumah dan tokonya sudah mulai dibongkar.
Ada pertanyaan mendasar dan sederhana yakni kenapa pada awalnya dibiarkan atau diijinkan bila sekarang harus dibongkar. Terlampau banyak peristiwa yang harus ditanggung rakyat bila berhadapan dengan suatu kepentingan. Atas nama masyarakat luas pula kepentingan dilaksanakan dengan kadang mengabaikan masyarakat lainnya.
Blueprint tata kota barangkali harus kembali menjadi acuan. Sudah terlampau menyimpang ibukota ini jauh dari tata kota yang seharusnya. Seorang pakar mengatakan, dengan cara apapun tata kota Jakarta sudah tidak bisa ditolong. Penyimpangan tata kota lah yang menyebabkan datangnya bencana bertubi-tubi seperti banjir yang selalu hadir setiap datang hujan.
Pakar lain mengusulkan dipindahnya ibukota ke Kalimantan atau tempat lain misalnya. Biarlah Jakarta menjadi pusat bisnis sementara pusat pemerintahaan diwilayah lainnya. Itulah carut marut dan lingkaran setan seputar tata kota. Kegiatan bongkar membongkar akan dapat jauh diminimalkan bila semua pihak disiplin akan aturan dan tata kota.
Okelah sekarang apalagi. Pemerintahan sudah merupakan hasil pemilihan langsung oleh rakyat, sebuah unjuk demokrasi yang dipuji banyak Negara maju. Banyak orang pintar ditarik masuk ke kabinet. Banyak pakar dan akademisi di berbagai perguruan tinggi bebas menyampaikan pemikirannya, demi bangsa ini.
Kemauan itulah kata kuncinya. Semua pihak mestinya memiliki niat, kemauan dan harus dijalankan. Jangan ada lagi kompromi terhadap suatu pembangunan fisik yang menyalahi aturan tata kota. Titik dan tanpa kompromi. Siapa melanggar harus dihukum.
Yang terpenting juga, lakukan disiplin ini saat ini dan jangan menunggu terlambat, meski memang sudah sangat terlambat. Lakukan sekarang, disiplin, komitmen, dan konsisten tanpa terkecuali. Bisakah??
Read More ..
The Exam
23-Juni-2007 pagi jam 10.00 suasana di SMP Al Azhar Legenda terlihat sibuk. Hari ini adalah pengumuman kelulusan SMP. Ujian nasional yang sudah dilaksanakan tiba waktunya diumumkan. Semuanya tentu berharap bisa lulus dan melanjutkan sekolah. Acara diadakan di aula dengan menggelar karpet dan panggungnya juga di bawah. Hanya selembar kain hitam yang bertuliskan Khotmul Qur’an dan Kelulusan berwarna kuning serta nama sekolah berwarna hijau dan tahun ajaran 2006/2007 berwarna merah.
Wali siswa yang terdiri dari bapak dan ibu duduk lesehan di karpet di seberang panggungnya. Siswa SMP Al Azhar mengenakan baju koko untuk Putra dan baju mukena untuk siswa putri. Semuanya berwarna putih. Sekitar tiga puluh siswa duduk di depan dalam posisi berdoa. Guru-guru berkelompok di samping kiri dan kanan dari ruangan aula.
“Bapak ibu wali murid yang terhormat, hari ini kita akan melaksanakan acara pengumuman kelulusan ujian nasional tahun 2007,” kata pembukaan oleh salah seorang guru.
Selanjutnya susunan acara-pun berjalan lancar. Mulai dari pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci. Pengarahan dari pihak sekolah dan terakhir adalah penumuman kelulusan. Suasana menjadi tegang manakala dijelaskan kelulusan tidak 100%, namun hanya 93,75 %. Bila dihitung nampaknya bakal ada dua orang yang tidak lulus.
Ketegangan tidak hanya melanda orang tua siswa namun juga siswa itu sendiri. Meksipun masih tingkat SMP namun arti dari kelulusan dan tidak lulus cukup bisa dipahami mereka. Tidak lulus artinya mengulang setahun. Akan banyak waktu, tenaga, biaya yang mesti ditanggung manakala harus mengulang. Belum beban emosi terhadap teman-temannya karena tinggal kelas.
Detik-detik pembagian amplop pengumuman makin dekat. Beberapa wali murid sempat berkali-kali menahan napas. Lainnya sibuk berdoa dengan khidmat. Para guru dengan wajah serius dan tanpa senyum jelas terlihat oleh para murid dan orang tua murid.
“Baiklah Bapak Ibu sekalian, saatnya kita mengumumkan kelulusan anak-anak kita dalam ujian nasional SMP,” terdengar suara memecah kesenyapan yang dilontarkan kepala sekolah.
Dipanggilah satu persatu siswa yang sudah satu jam setengah berada dalam ruangan tersebut. Setiap siswa mendapat amplop berwarna putih dan tersegel. Amplop belum boleh dibuka sampai semuanya menerima. Pembukaan amplop dilakukan serentak dengan membaca Basmallah.
Mulailah suasana heboh dan histeris.
“Hore saya lulus,” teriak siswa Putra sambil melonjak gembira. Disusul teriakan gembira siswa lainnya.
Ada juga yang langsung sujud dan menangis. Satu dua siswa sempat kebingungan karena dalam amplop kata lulus dan tidak lulusnya ternyata masih ditutup selotip warna biru. Selotip harus dilepas agar terlihat hurufnya. Lima menit berlangsung dan akhirnya semua amplop sudah dibuka oleh siswa. Ternyata seluruh siswa mendapatkan kelulusannya atau 100%.
Barulah kepala sekolah menjelaskan bahwa dua orang yang semula dipikir tidak lulus adalah siswa yang pindah sekolah beberapa bulan sebelumnya. Namun dua orang siswa ini tetap dimasukan perhitungan
Read More ..
Wali siswa yang terdiri dari bapak dan ibu duduk lesehan di karpet di seberang panggungnya. Siswa SMP Al Azhar mengenakan baju koko untuk Putra dan baju mukena untuk siswa putri. Semuanya berwarna putih. Sekitar tiga puluh siswa duduk di depan dalam posisi berdoa. Guru-guru berkelompok di samping kiri dan kanan dari ruangan aula.
“Bapak ibu wali murid yang terhormat, hari ini kita akan melaksanakan acara pengumuman kelulusan ujian nasional tahun 2007,” kata pembukaan oleh salah seorang guru.
Selanjutnya susunan acara-pun berjalan lancar. Mulai dari pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci. Pengarahan dari pihak sekolah dan terakhir adalah penumuman kelulusan. Suasana menjadi tegang manakala dijelaskan kelulusan tidak 100%, namun hanya 93,75 %. Bila dihitung nampaknya bakal ada dua orang yang tidak lulus.
Ketegangan tidak hanya melanda orang tua siswa namun juga siswa itu sendiri. Meksipun masih tingkat SMP namun arti dari kelulusan dan tidak lulus cukup bisa dipahami mereka. Tidak lulus artinya mengulang setahun. Akan banyak waktu, tenaga, biaya yang mesti ditanggung manakala harus mengulang. Belum beban emosi terhadap teman-temannya karena tinggal kelas.
Detik-detik pembagian amplop pengumuman makin dekat. Beberapa wali murid sempat berkali-kali menahan napas. Lainnya sibuk berdoa dengan khidmat. Para guru dengan wajah serius dan tanpa senyum jelas terlihat oleh para murid dan orang tua murid.
“Baiklah Bapak Ibu sekalian, saatnya kita mengumumkan kelulusan anak-anak kita dalam ujian nasional SMP,” terdengar suara memecah kesenyapan yang dilontarkan kepala sekolah.
Dipanggilah satu persatu siswa yang sudah satu jam setengah berada dalam ruangan tersebut. Setiap siswa mendapat amplop berwarna putih dan tersegel. Amplop belum boleh dibuka sampai semuanya menerima. Pembukaan amplop dilakukan serentak dengan membaca Basmallah.
Mulailah suasana heboh dan histeris.
“Hore saya lulus,” teriak siswa Putra sambil melonjak gembira. Disusul teriakan gembira siswa lainnya.
Ada juga yang langsung sujud dan menangis. Satu dua siswa sempat kebingungan karena dalam amplop kata lulus dan tidak lulusnya ternyata masih ditutup selotip warna biru. Selotip harus dilepas agar terlihat hurufnya. Lima menit berlangsung dan akhirnya semua amplop sudah dibuka oleh siswa. Ternyata seluruh siswa mendapatkan kelulusannya atau 100%.
Barulah kepala sekolah menjelaskan bahwa dua orang yang semula dipikir tidak lulus adalah siswa yang pindah sekolah beberapa bulan sebelumnya. Namun dua orang siswa ini tetap dimasukan perhitungan
Read More ..
Tuesday, February 12, 2008
Tidak Kemana

“Nak makan dulu ya, yang lain sudah pada selesai tuh,” kata ibu kost lembut. Yang disuruh makan seorang laki-laki berumur 23 tahun. Perawakannya agak kurus dengan tinggi seratus enam puluh lima centimeter, berkulit sawo matang dan rambutnya gondrong.
“Terima kasih Bu, saya nanti saja makannya,” jawab sang laki-laki lirih. Jelas kelihatan dia memendam kesedihan yang sangat. Laki-laki dengan kaos warna abu-abu dan celana tiga perempat warna hitam dan bersandal jepit bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi.
Kemarin laki-laki itu baru saja kembali dari Semarang.
Pekerjaan yang ditekuninya adalah seorang guru di sebuah SMA di Sragen. Sudah hampir satu tahun pekerjaan itu ditekuninya. Honornya hanya empat puluh lima ribu rupiah. Selepas menyelesaikan kuliahnya tahun 1991 dia langsung melamar sebagai pengajar di SMA katholik dan diterima. Karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh daripada menanggung biaya transport yang mahal dipilihnya kost dekat sekolahan. Sewa kostnya dua puluh lima ribu sebulan namun termasuk makan tiga kali. Setiap akhir bulan tinggal dua puluh ribu berada di kantongnya.
Dari koran Suara Merdeka laki-laki itu tahu ada lowongan di sebuah perusahaan farmasi di Semarang. Tanpa pikir panjang berangkatlah dia ke Semarang setelah memberitahu ibu kost dan minta ijin kepala sekolah tempatnya mengajar. Ada sekitar seratus lebih pelamar yang memenuhi kantor farmasi itu. Konon yang dibutuhkan hanyalah empat orang saja Maka dilakukan test tertulis selama dua jam. Selesai test peserta langsung diumumkan yang termasuk sepuluh besar dan berhak interview akhir.
Sang laki-laki 23 tahun berhasil masuk sepuluh besar.
Sebagian besar peserta harus pulang gigit jari. Begitulah susahnya mencari pekerjaan tujuh belas tahun lalu. Dan apalagi hari ini dimana jumlah pencari kerja melonjak tajam sementara pos pekerjaan terbatas. Selesai dilakukan interview oleh kepala cabang dan seorang ahli farmasi maka diumumkan empat orang yang diterima. Empat orang itu terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Kedua perempuan lulusan dari sekolah Farmasi sementara kedua laki-laki adalah jebolan Kedokteran Hewan di Surabaya. Gajinya tujuh ratus ribu rupiah. Jumlah yang wah pada masa itu.
Laki-laki sawo matang berambut gondrong tidak diterima. Begitu mendengar pengumuman dan informasi gaji, lemaslah dia. Dunia serasa kiamat dan dadanya begitu sesak.
Terbayang impiannya menggapai kehidupan yang lebih baik. Terbayang orang tuanya yang harus dia bahagiakan. Terbayang adik-adiknya yang membutuhkan biaya sekolah. Dua kakaknya memang sudah bekerja namun begitu besar tekadnya untuk bisa bekerja dengan gaji yang pantas.
“Nak, makan dululah, nanti masuk angin lho,” kembali bisikan lembut ibu kost mengagetkan angannya. Ibu kost sudah diceritakan hal pekerjaan yang gagal dan turut merasa iba.
“Percayalah nak, Tuhan akan memberi kita rejeki suatu ketika,” hibur ibu kost sambil memegang pundaknya.
“Terima kasih bu,” jawab laki-laki itu lirih seraya bangkit dan berjalan menuju meja makan. Hanya sedikit yang masuk ke perutnya karena pikiran yang ruwet.
Seminggu berlalu, usai pulang mengajar ibu kost berteriak,”Nak ada surat untuk kamu,”. Tidak sabar dibukanya surat bersampul putih bergaris biru dan berlogo perusahaan farmasi. Jantungnya berdetak kencang. Perlahan dibukalah suratnya dan isinya adalah penggilan interview.
Tanpa menunda waktu berangkatlah laki-laki itu ke Semarang sorenya.
“Saudara dipanggil karena ada seorang calon karyawan yang mengundurkan diri,” terang kepala cabang pagi harinya.
“Karena saudara secara ranking berada di tempat kelima, maka kami menawarkan bersediakah saudara …………………..,” lanjut kepala cabang dengan seksama.
Tanpa menunggu kepala cabang menyelesaikan kalimatnya laki-laki dengan gemetar mengangguk dan menjawab,” Saya bersedia pak, terima kasih banyak,”. Kali ini terbayang dibenaknya senyum orang tua dan adik-adiknya.
“Terima kasih Tuhan,” gumamnya serasa menyalami kepala cabang sambil tersenyum bahagia.
Read More ..
“Terima kasih Bu, saya nanti saja makannya,” jawab sang laki-laki lirih. Jelas kelihatan dia memendam kesedihan yang sangat. Laki-laki dengan kaos warna abu-abu dan celana tiga perempat warna hitam dan bersandal jepit bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi.
Kemarin laki-laki itu baru saja kembali dari Semarang.
Pekerjaan yang ditekuninya adalah seorang guru di sebuah SMA di Sragen. Sudah hampir satu tahun pekerjaan itu ditekuninya. Honornya hanya empat puluh lima ribu rupiah. Selepas menyelesaikan kuliahnya tahun 1991 dia langsung melamar sebagai pengajar di SMA katholik dan diterima. Karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh daripada menanggung biaya transport yang mahal dipilihnya kost dekat sekolahan. Sewa kostnya dua puluh lima ribu sebulan namun termasuk makan tiga kali. Setiap akhir bulan tinggal dua puluh ribu berada di kantongnya.
Dari koran Suara Merdeka laki-laki itu tahu ada lowongan di sebuah perusahaan farmasi di Semarang. Tanpa pikir panjang berangkatlah dia ke Semarang setelah memberitahu ibu kost dan minta ijin kepala sekolah tempatnya mengajar. Ada sekitar seratus lebih pelamar yang memenuhi kantor farmasi itu. Konon yang dibutuhkan hanyalah empat orang saja Maka dilakukan test tertulis selama dua jam. Selesai test peserta langsung diumumkan yang termasuk sepuluh besar dan berhak interview akhir.
Sang laki-laki 23 tahun berhasil masuk sepuluh besar.
Sebagian besar peserta harus pulang gigit jari. Begitulah susahnya mencari pekerjaan tujuh belas tahun lalu. Dan apalagi hari ini dimana jumlah pencari kerja melonjak tajam sementara pos pekerjaan terbatas. Selesai dilakukan interview oleh kepala cabang dan seorang ahli farmasi maka diumumkan empat orang yang diterima. Empat orang itu terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Kedua perempuan lulusan dari sekolah Farmasi sementara kedua laki-laki adalah jebolan Kedokteran Hewan di Surabaya. Gajinya tujuh ratus ribu rupiah. Jumlah yang wah pada masa itu.
Laki-laki sawo matang berambut gondrong tidak diterima. Begitu mendengar pengumuman dan informasi gaji, lemaslah dia. Dunia serasa kiamat dan dadanya begitu sesak.
Terbayang impiannya menggapai kehidupan yang lebih baik. Terbayang orang tuanya yang harus dia bahagiakan. Terbayang adik-adiknya yang membutuhkan biaya sekolah. Dua kakaknya memang sudah bekerja namun begitu besar tekadnya untuk bisa bekerja dengan gaji yang pantas.
“Nak, makan dululah, nanti masuk angin lho,” kembali bisikan lembut ibu kost mengagetkan angannya. Ibu kost sudah diceritakan hal pekerjaan yang gagal dan turut merasa iba.
“Percayalah nak, Tuhan akan memberi kita rejeki suatu ketika,” hibur ibu kost sambil memegang pundaknya.
“Terima kasih bu,” jawab laki-laki itu lirih seraya bangkit dan berjalan menuju meja makan. Hanya sedikit yang masuk ke perutnya karena pikiran yang ruwet.
Seminggu berlalu, usai pulang mengajar ibu kost berteriak,”Nak ada surat untuk kamu,”. Tidak sabar dibukanya surat bersampul putih bergaris biru dan berlogo perusahaan farmasi. Jantungnya berdetak kencang. Perlahan dibukalah suratnya dan isinya adalah penggilan interview.
Tanpa menunda waktu berangkatlah laki-laki itu ke Semarang sorenya.
“Saudara dipanggil karena ada seorang calon karyawan yang mengundurkan diri,” terang kepala cabang pagi harinya.
“Karena saudara secara ranking berada di tempat kelima, maka kami menawarkan bersediakah saudara …………………..,” lanjut kepala cabang dengan seksama.
Tanpa menunggu kepala cabang menyelesaikan kalimatnya laki-laki dengan gemetar mengangguk dan menjawab,” Saya bersedia pak, terima kasih banyak,”. Kali ini terbayang dibenaknya senyum orang tua dan adik-adiknya.
“Terima kasih Tuhan,” gumamnya serasa menyalami kepala cabang sambil tersenyum bahagia.
Subscribe to:
Posts (Atom)