Wednesday, November 19, 2008

Gerak Roda Kendaraan


Salah satu bagian penting dari kendaraan adalah penggerak roda. Komponen inilah yang menyalurkan putaran mesin menjadi putaran roda yang selanjutnya membuat kendaraan dapat berjalan. Secara sederhana penggerak roda dapat dibagi penggerak roda depan (front wheel drive), penggerak roda belakang (rear wheel drive), penggerak empat roda (four wheel drive) dan penggerak semua roda (all wheel drive).

Penggerak roda depan umumnya posisi mesin-nya melintang terhadap posisi kendaraan. Dari mesin dan gearboks-nya keluar dua batang penggerak yang berujung di kedua roda depan. Biasanya di kedua ujung terdapat karet boot berisi grease yang melindungi komponen penggerak terhadap berbagai benda. Bila karet boot ini sampai sobek greasenya akan keluar, kering dan membahayakan komponen penggerak roda ini. Karet boot ini, bila tidak asli dan pengikatnya kendor umumnya penyebab kelemahan penggerak roda depan. Apalagi ditambah jalanan yang kondisinya rusak. Semua komponen penting terletak di ruang mesin dan roda depan. Tugas roda depan menjadi ganda sebagai penggerak sekaligus sebagai penyalur kemudi. Hal ini menambah kerawanan dan mengurangi kehandalan. Gerak depan umumnya diadopsi oleh sedan, sebagian SUV dan MPV. Keuntungan gerak depan salah satunya tenaga yang disalurkan dari mesin lebih optimal. Desain kendaraan menjadi flesibel dan lantai kabin dapat maksimal karena tidak diganggu propeller gardan ke roda belakang. Gerak depan SUV/MPV memiliki sedikit keunggulan ketimbang sedan karena ground clearance relative tinggi. Hal ini berdampak lebih aman terhadap berbagai benda jalanan yang berpotensi menggangu komponen penggerak ini. Gerak depan juga menguntungkan kendaraan karena putaran komponen searah dengan laju kendaraan.

Penggerak roda belakang ditandai dengan posisi mesin umumnya searah dengan posisi kendaraan. Dari mesin dan gearboks terhubung dengan batang propeller ke gardan yang tersambung kedua roda belakang. Komponen gardan umumnya merupakan besi kokoh yang didalamnya ada gigi differensial dan batang penggerak ke kedua roda belakang. Karena terbuat dari besi yang kuat dan tertutup maka kinerjanya lebih handal dan aman. Umumnya penggerak ini lebih awet dan tahan terhadap kondisi jalanan yang rusak. Pembagian tugas roda juga seimbang dimana roda depan menyalurkan arah kemudi sementara roda belakang bertugas menggerakan kendaraan. Kelemahannya merupakan kebalikan dari gerak depan yakni hilangnya sebagian tenaga mesin karena penyaluran energi yang panjang. Putaran propeller yang tidak searah dengan laju kendaraann juga menggangu kestabilan. Ruang kabin juga terganggu dengan desain gerak belakang yang mengambil sebagian dek kabin. Sebagian SUV/MPV, Jeep, jenis niaga dan sebagian sedan besar mengaplikasikan gerak belakang ini.

Penggerak empat roda artinya dari mesin dan gearboks yang umumnya searah posisi kendaraan terhubung ke gardan belakang ditambah komponen transfer case untuk menggerakan roda depan. Umumnya gerak empat roda ini terutama roda depan merupakan pilihan yang dapat diaktifkan atau tidak. Jenis yang menerapkan ini biasanya jeep dengan mesin besar maupun untuk fungsi offroad. Gerak empat roda akan mengatasi kondisi jalanan di perkebunan, hutan, tanjakan maupun medan ekstrem. Keunggulannya adalah kinerja yang handal dan jelajah ekstrem yang tidak bisa dilalui gerak dua roda saja. Kelemahanya adalah kerumitan komponen dan perawatan mekanisnya. Tentunya harga jualnya akan relative mahal.

Gerak semua roda biasanya diaplikasikan oleh sedan untuk tujuan rally ataupun jenis SUV/Jeep yang difungsikan melewati salju. Empat rodanya secara serentak menggerakan kendaraan tanpa moda pilihan mengaktifkan roda depannya.
Read More ..

Wednesday, November 12, 2008

AVANZA XENIA


Dua kendaraan tersebut langsung melejit dan booming sejak diluncurkan tahun 2004. Pada usianya yang ke-4 penjualan keduanya masih tetap tinggi. Tidak jarang pembeli harus indent untuk mendapat unit idamannya. Saat ini kendaraan itu merupakan salah satu yang terlaris selain Kijang Innova dan Honda jazz.

Avanza Xenia lahir salah satunya atas pesan Memperindag Rini Soewandi era 2001 – 2004. Saat itu bu menteri yang juga mantan petinggi Astra dalam kunjungan kerjanya ke pabrik principal jepang itu berpesan untuk mengembangkan mobil yang ekonomis dan terjangkau. Dengan riset dan pengembangan seksama lahirlah duet maut Avanza Xenia. Menjawab himbauan bu menteri produk kolaborasi Toyota dan Daihatsu langsung mengeluarkan prototype kendaraan jenis MPV untuk keluarga. Bukan rahasia lagi kalau mayoritas masyarakat Indonesia menggemari jenis ini. Model bagus, daya tampung besar, handal, ekonomis dan harga terjangkau.

Belajar dari kesuksesan kijang yang mengalami perkembangan pesat dan penjualan menakjubkan sejak tahun 1977 sampai 2004 atau selama 27 tahun akhirnya lahirlah desain MPV. Ukuran kendaraan ini sedikit lebih kecil dari kijang yakni panjang 4 meteran, lebar 1,6 meteran dan bobot 1 ton-an. Desain kursi mampu menampung 7 orang. Tuntutan konsumen akan sebuah produk yang fungsional, ekonomis, praktis, berdaya angkut, handal namun harganya terjangkau terjawab pada produk ini.

Seiring dengan berkembangnya teknologi maka unit ini mendapat sentuhan teknologi terkini. Mesinnya sudah menganut pasokan bahan bakar injeksi dan terus dikembangkan menjadi VVTI dimana konsumsi bahan bakar hemat namun performa kendaraan optimal. Tidak lupa duet pabrikan berpengalaman ini menerapkan gerak roda belakang atau menggunakan gardan layaknya kendaraan niaga. Memang sedikit mengorbankan kenyamanan namun kehandalan dan jelajahnya lebih mumpuni ketimbang gerak roda depan.

Itulah cerminan sebuah produk dengan kompromi terbaik yang berujung minimnya kelemahan dan praktisnya perawatan. Bila diperhatikan produk entry level ini sungguh secara cermat didesain dan dapat memenuhi harapan masyarakat. Skema kaki-kaki belakang dibuat nyaman dengan penerapan coil spring sebagai pengganti leaf spring. Guna menopang ketujuh penumpangnya shock absorber didesain sedikit keras namun tangguh. Ground clearance cukup tinggi dan memadai untuk melibas jalan jelek maupun banjir. Penataan interior efisien namun tetap fungsional menampung penumpang di ketiga baris kursinya. Dengan harga jual mulai di bawah seratus juta rupiah sambutan pasar begitu antusias.

Lahirnya berbagai produk dari competitor tidak mengurangi animo pasar atas Avanza Xenia. Suzuki mengeluarkan produk MPV dengan brand APV- Asia Passenger Vehicle, namun penempatan mesin malah di bawah jok depan ketimbang di bonetnya. Akibatnya lantai deck mesti tinggi dan mobil terlihat menjulang. Andaikan desain penempatan mesin di bonet maka APV akan tampil lebih manis dan diperhitungkan lebih sukses.

Sementara Honda jazz merupakan produk yang ideal, bergengsi dan masih terjangkau kantong konsumen. Namun dibandingkan Avanza Xenia, Honda jazz mengalami kekurangan pada kehandalan dan jelajah. Yang jelas gerak roda belakang dengan gardan ala mobil niaga dan ground clearance tinggi adalah dua hal yang tidak dimiliki jazz. Alhasil secara statistic jumlah penjualan Avanza Xenia masih lebih unggul.

Grand Livina dari Nissan lahir untuk merebut kue penjualan di pasar gemuk produk 100 jutaan ini. Dengan kelasnya sebagai brand Jepang handal Livina juga menawarkan kemewahan interior dan fungsional daya tampung tujuh penumpang. Namun desainnya sedikit memaksa dengan ground clearance mendekati sedan ketimbang MPV sehingga posisi duduk penumpang sedikit kurang nyaman. Lagi-lagi penerapan gerak roda depan dipilih oleh Livina. Meskipun diakui front wheel drive lebih efisien dan daya mesin efisien nan optimal namun sekaligus merupakan kelemahan dalam kehandalan dan perawatan. Alhasil meski Livina tidak bisa dibilang gagal namun nampaknya Avanza Xenia tidak tergoyahkan sebagai primadona kelas small MPV. Dari harga 90 jutaan saat ini tipe tertinggi Avanza perlahan mencapai harga 150 jutaan dan tetap tidak mengurangi minat beli konsumen.
Read More ..

MANAGER


Just 10% of managers really move their organizations forward: they zero in on strategic goals and see them to completion; they fuel breakthrough innovations in products, services, and processes; and they tackle heavy workloads under tight time constraints. What about the remaining 90%? Short on self-awareness, they don't ask themselves the hard questions required to examine -- and improve -- their leadership skills. Overcommitted, they succumb to the temptation to concentrate on short-term tasks when pressure mounts. Blurring their focus even further, many accumulate "monkeys" on their backs by taking on subordinates' problems.

How to ensure you're in the 10% -- not the 90%? Regularly take stock of your effectiveness as a leader, rather than waiting for others to give you feedback. Rivet your attention on efforts that support your organization's long-term objectives. And throw off time-hungry monkeys. The payoff? You redirect your energy to where it exerts the biggest impact: your company's strategic priorities.

Kutipan diatas diambil dari newsletter Harvard business review. Bicara fungsi manager memang tidak mudah. Organisasi saat ini juga semakin rumit. Makin besar suatu perusahaan makin besar pula organisasinya. Perusahaan dengan sepuluh sampai lima puluh orang barangkali belumlah sulit. Namun manakala perusahaan memiliki seribu, tiga ribu atau sepuluh ribu karyawan maka masalah organisasi berpotensi muncul.

Menyusun job desc setiap karyawan akan butuh analisis tersendiri dan tidak mudah. HRD harus kerja ekstra keras menyusun dan merangkai puluhan atau ratusan job desc. Tidak saja harus efektif namun juga mesti saling sinergi satu sama lainnya.

Manager adalah level yang strategis dalam organisasi. Akses-nya bisa ke bawah, supervisor dan staff maupun ke atas seperti GM maupun level diatasnya lagi. Saking startegisnya kedudukan dan fungsi manager hingga erat dengan istilah organisasi yakni managerial. Manager juga dimaksudkan untuk mengelola dan mengatur orang dan pekerjaan guna mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan yang utama adalah profit. Tujuan inilah yang manager harus mengarahkan dengan secara in line atas peran dan fungsinya.

Riset diatas cukup mengejutkan manakala hanya 10% manager yang sungguh-sungguh mendukung perusahaan maju. Mengapa bukan 20% atau 30%? Namun upaya manager yang 10% ini memang tergambar begitu luar biasa yakni manager harus mendukung tujuan strategik perusahaan, melakukan terbososan inovasi dalam produk, layanan dan proses serta mengemban dan mengatasi beban kerja atas hambatan ketatnya waktu. Dus persaingan dunia usaha dewasa ini semakin keras dan tajam.

Sementara itu sejumlah 90% manager lainnya memiliki kesadaran rendah, tidak pernah menguji dirinya sendiri maupun tidak meningkatkan ketrampilan kepemimpinannya. Manager kelompok ini juga cenderung berkutat pada pekerjaan jangka pendek, tidak focus dan tertimbun beragam masalah bawahannya.

Bagaimana mengukur seorang manager masuk yang 10% atau sisanya adalah dengan terus mengevaluasi ketepatannya sebagai seorang pemimpin ketimbang hanya menunggu umpan balik. Manager kelompok 10% ini juga mengupayakan dukungan terhadap tujuan jangka panjang perusahaan. Mereka mengesampingkan berbagai hal yang tidak perlu dan mengarahkan energi terhadap dampak terbesar yakni prioritas atas strategic perusahaan.
Read More ..

Wednesday, October 15, 2008

Kredit Pemilikan Rumah (KPR)


Andaikan anda mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) senilai 240 juta dengan uang muka 20% dan cicilan 10 tahun serta bunga 10% maka anda cukup membayar uang muka 48 juta, biaya administrasi, asuransi dan angsuran pertama sebesar 15 juta-an dengan nominal angsuran 2,5 juta per bulan. Rumah sudah bisa ditempati dan selanjutnya anda cukup mengangsur sebesar 2,5 juta rupaih per bulan untuk rates bunga tahun pertama. Asumsikan gaji anda 7 juta rupiah, karena bank akan menyetujui kredit anda dengan nilai angsuran sekitar sepertiga dari pendapatan konsumen.

Tiga bulan kemudian, andaikan ada institusi keuangan yang menawarkan pinjaman katakanlah 50 juta rupiah dengan jaminan cukup kontrak KPR anda, dan karena memang anda butuh buat beli peralatan rumah tangga, elektronik dan renovasi rumah, andapun menerima, karena syaratnya mudah. Konsekuensinya angsuran anda akan bertambah sebesar 1,2 juta rupiah selama lima tahun dengan asumsi bunga 5%. Jumlah beban angsuran per bulan sekarang bertambah menjadi 3,7 juta rupiah.

Ya sudah karena memang ingin meningkatkan taraf hidup maka bersakit-sakit dahulu dengan penghematan dan pengencangan ikat pinggang. Kebutuhan rumah tangga, listrik, air, spp anak, transport dan seterusnya tinggal tersisa 3,3 juta rupiah. Masih bisa jalan meskipun sangat pas-pasan, ya sekali kali ngutang dan dibayar bulan berikutnya. Gali tutup lobang seperti lagu bung Haji.

Karena situasi ekonomi flutuaktif dan cenderung memburuk, maka tahun kedua katakanlah bunga bank naik dari 10% menjadi 14% sehingga angsuran anda akan membengkaik menjadi total 4,3juta per bulan. Di saat yang sama harga kebutuhan sembako, barang dan jasa lainnya juga mengalami kenaikan, karena naiknya BBM misalnya. Dengan sisa 2,7 maka kondisi keuangan anda semakin memburuk kalau tidak bisa dikatakan skak mat. Didera berbagai kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal, hutangpun semakin sering dan anda tidak sanggup lagi mencicil angsuran rumah dan angsuran konsumtif tadi. Kredit macet akhirnya menjadi pilihan terakhir anda.

Bagaimana kalau kejadian serupa menimpa seribu orang sepereti anda, atau sejuta orang atau dua puluh juta orang yang mengalami kredit macet. Perbankan akan menaikan suku bunga karena bank sentral menaikan suku bunga. Bank Sentral menaikan suku bunga agar perusahaan, institusi, lembaga tetap menaruh surat utangnya. Bank menaikan suku bunga agar nasabah tidak mengambil deposito dan tabungannya.

Barangkali itulah yang terjadi di Amerika Serikat dimana masyarakatnya tergiur berbagai dengan berbagai kredit produk derivative yang mensyaratkan secara mudah tanpa berpikir dampak berikutnya. Tentu critanya tidak sesederhana itu karena bisa saja konsumen segera menjual rumahnya (rumahnya banyak) atau mengembalikan ke pihak perbankan/broker, atau adanya regulasi lain yang meminimkan resiko konsumen misalnya. Namun saat penawaran rumah membludak dan orang tidak butuh rumah lagi maka jadilah kredit tetap macet. Manipulasi dan ketamakan dari broker atau lembaga keuangan serta tindakan asal untung dari banyak masyarakat yang akhirnya menjadi salah satu sebab dan menyeret datangnya krisis keuangan.

Saat ini Indonesia sudah mulai terkena imbasnya dimana bunga KPR berangsur naik dari semula 9 – 10% menjadi 14 sampai 15%. Tidak ada hujan dan angin namun pendapatan konsumen bakal tergerus oleh selisih kenaikan bunga tadi. Makin besar angsuran KPR akan semakin besar pula kenaikannya.

Apa yang bisa diperbuat pada kondisi ini. Apakah anda akan menjual rumah tersebut dan kembali menjadi kontraktor- orang yang mengontrak rumah. Hm pilihan menjual rumah nampaknya terlalu ekstrem kasihan keluarga, akhirnya ya anda harus mengencangkan ikat pinggang atau menjual asset lainnya untuk menombok. Anda akan bertahan dengan bersakit-sakit dahulu. Namun bagaimana kalau bunga bank terus membubung menjadi 17% , 20% atau lebih tinggi lagi. Kuatkah pendapatan anda menahan tingginya angsuran. Mudah-mudahan fundamental ekonomi nasional cukup tangguh, mudah-mudahan,,,,
Read More ..

Tuesday, October 14, 2008

Jazz Goes To Campus


Masih segar dalam ingatan saat musik jazz akrab dengan kampus. Implisit bahwa musik jazz identik dengan kaum intelektual yang notabene diwakili institusi kampus. Bahwa mahasiswa yang menyukai musik dangdut, campursari atau musik daerah dianggap kolot. Mahasiswa musiknya ya jazz, atau minimal musik barat atau ngerock. Bicara musik apa untuk siapa tentunya sah sah saja dan hak semua orang asal bukan latah-latahan. Kalau memang penikmat sejati dan mengaku sebagai jazzer tentu itu yang konsisten. Masalahnya bila hanya latah dan jaim- jaga image atau jaga gengsi, sementara tidak paham musik sama sekali lha ini yang agak muna@#* he he.

Penulis sendiri menyukai berbagai jenis musik mulai dari klenengan, campursari sampai jazz. Musik ibarat bahasa universal yang siapapun berhak untuk menikmati dan menyukai. Tidak jarang seorang sopir-pun fasih bicara jazz karena memang suka dan ngarti. Sebaliknya tidak sedikit mahasiswa yang buta musik, tahunya hanya SKS.

Kalau anda ditanya musik jazz itu apa kira-kira bagimana menggambarkan. Yup, sambil diskusi ringan, jazz sering sianggap musiknya kaum hitam, warga berkulit hitam maksudnya. Darimanakah asal usul musik jazz, apakah Amerika, Afrika, Eropa atau Tasikmalaya, he he

Dalam dictionary Nokia 5000 jazz digambarkan dekat dengan rythm, atau blues, walah apa lagi ini. Ya gitulah pokoknya. Kalau kita lihat dipanggung sebuah group jazz setidaknya ada drum, organ/piano, guitar, bass, terompet dan vocal tentunya.

Kalau sekedar penggemar jazz sih tidaklah sulit, cukup dengan mendengarkan musiknya, koleksi CD, baca-baca dikit dan jadilah kita kaum jazzer he he. Namun untuk bisa dan menguasai musik jazz inilah konon yang sulit. Gitaris jazz harus menguasai teknik guitar dan tentu irama jazz. Demikian piano, drum dan terompet-nya. Dalam permainan jazz tidak jarang semua penggawang alat seolah bermain sendiri-sendiri namun iramanya tetaplah harmonis, nyambung gitu.

Hmm tanggal 18-Oktober besok ada pagelaran Jazz UGM-Mandiri di Grha Sabha. Pagelaran jazz kampus itu diramaikan oleh Trisum, Tohpati, Dewa Budjana, Donny Suhendra, Idang Rasjidi, Glen Fredli, Rio Febrian, Rieka Roeslan dengan MC Dian Sastro Wardoyo dan Butet Kartaredjasa. Tiketnyapun terjual habis sebelum pementasan, maklum harga mahasiswa dari 20 sampai 150 ribu rupiah.

Konon agenda jazz ini menginjak tahun yang kesepuluh dan tahun depan event-nya akan dieskalasi menjadi pagelaran berskala internasional. Tentunya akan ada pemusik jazz dari luar negeri yang hadir dan main di sana.

Sebuah agenda musik sejauh dikemas dengan menarik dan cantik pada dasarnya merupakan event yang positif. Bila ditanya dari pemegang tiket jazz UGM-Mandiri, berapa banyak pernah melihat langsung unjuk panggung dari Tohpati, atau Donny Suhendra atau Dewa Budjana tentu tidaklah banyak. Paling pernah mendengar lewat TV atau radio. Dengan adanya event tersebut mereka menjadi tahu secara langsung kehebatan pemusik nasional tersebut- bermain secara life. Tambahan, mereka bisa mulai belajar dan menyenangi musik jazz menjadi jazzer sejati. Semuanya cukup dengan modal puluhan ribu rupiah.

Kita akan tunggu pagelaran jazz internasional UGM-Mandiri tahun depan. Dengan jumlah warga asing di yogya yang cukup banyak rasanya event jazz internasional memang layak digelar.

Nah kita juga bisa tanya ke UGM-Mandiri, kapan bisa menghadirkan event gamelan internasional atau jaipong internasional, karena kita tahu sudah semakin banyak warga asing belajar tari dan musik tradisional.
Read More ..

Friday, October 10, 2008

Laskar Pelangi


Film layar lebar Laskar Pelangi sedang booming. Saat ini ditonton tidak kurang oleh 1,2 juta orang, jumlah yang cukup fantastis untuk sebuah film lokal. Film ini diangkat berdasarkan sebuah novel pertama karangan Andrea Hirata tahun 2005. Mengambil setting di pulau Belitong Sumatera Selatan, sebuah daerah pedalaman yang kaya sumber daya alam terutama timah.

Penambang Timah ibarat perusahaan sekaligus tuan yang menguasai daerah terpencil. Pabriknya besar, karyawan banyak, membangun prasarana umum seperti jalan, sekolahan dan bahkan fisik kota itu sendiri. Sekolah yang dibangun merupakan sekolah elit untuk masa dan kawasan itu. Tentu yang mampu bersekolah adalah keluarga yang mampu membayar. Diataranya keluarga karyawan industri timah tersebut. Sementara keluarga lainnya umumnya miskin dan tidak mampu menyekolahkan anaknya.

Setting diambil tahun 1974 dimana negeri ini sedang gencar-gencarnya membangun di berbagai bidang. Era pembangunan juga melibatkan investor baik BUMN maupun swasta guna membuka selebar mungkin lapangan kerja dan pembangunan fisik prasarana umum. Sebuah SD Muhammadiyah yang merupakan SD tertua di Belitong yang menekankan pendidikan keagamaan dan budi pekerti nyaris ditutup. Departemen Pendidikan setempat melayangkan surat, bila tahun ajaran ini tidak mendapat murid minimal sepuluh maka sekolah harus ditutup. SD yang sangat sederhana dan minim fasilitas ini sungguh kurang mendapat perhatian dari masyarakat untuk menyekolahkan anaknya kesana.

Bagi keluarga mampu akan memasukkan ke SD Timah yang komplit prasarana, sementara yang tidak mampu anaknya langsung membantu pekerjaan orang tua baik sebagai nelayan maupun buruh. Jadi kuli sejak kecil, begitu nasib anak keluarga miskin.

Dengan gigih SD Muhamadiyah yang hanya memiliki tiga pengajar dan sepuluh siswa -yang diperoleh dengan susah payah- akhirnya mampu mengantarkan kelulusan bagi siswa-siswanya. Meski pak Harfan, kepala sekolah akhirnya wafat kelelahan di meja kerjanya, namun dibayar lunas oleh kreatifitas dan kecerdasan siswa-siswanya.

Ini adalah gambaran antara hak memperoleh pendidikan yang layak bagi setiap anak usia sekolah di negeri nan kaya ini. Sungguh ironis manakala banyak anak keluarga miskin yang tidak mampu menyekolahkan anaknya sementara keluarga kaya bebas memilih sekolah berprasarana nan lengkap. Ditambah banyaknya sekolah berprasarana lengkap di kota besar yang nganggur tidak digunakan belajar mengajar.

Lintang adalah sosok anak cerdas nan miskin yang ditinggal mati ayahnya- yang sudah single parent, dan harus menghidupi ketiga adiknya. Dengan semangatnya Lintang mampu membesarkan ketiga adiknya dan menyekolahkan anaknya mencapai prestasi di sekolah. Ikal adalah sosok anak cerdas nan romantis yang akhirnya mendapat beasiswa Sorbone Prancis –termotivasi pacarnya Aling yang hijrah ke Jakarta. Masih ada kedelapan siswa lainnya dengan berbagai bakat dan kecerdasan alam. Ada Sahara; Mahar; A Kiong;Syahdan; Kucai ;Borek ;Trapani; dan Harun.

Pesan dari film ini cukup gamblang, bahwa sektor pendidikan baik dasar dan menengah haruslah menjadi perhatian serius pemerintah. Pahlawan pendidikan memang sebenarnyalah ada yakni merek-mereka yang bekerja mendidik dan mencerdaskan bangsa ini tanpa pamrih. Tidak jarang mereka tidak menerima gaji beberapa bulan karena ketiadaan dana sekolah. Kepuasan mereka manakala anak didiknya bisa menjadi cerdas dan berketrampilan guna bekal hidupnya.

Apakah Harapan begitu sederhana tersebut begitu susah terwujud, kita bisa lihat angka-angka anak usia sekolah yang terpaksa tidak atau putus sekolah. Jangan dilihat hanya di kota besar, justru lihatlah di daerah, di pedalaman di pulau selain jawa- Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian, dan Nusa Tenggara. Bahkan pulau jawa-pun tidak urung sering masih banyak anak putus sekolah.

Pendidikan sebagai dasar dari pembentukan manusia Indonesia seutuhnya mutlak diutamakan diatas bidang lainnya. Dengan terpuruknya kondisi negeri ini sekian lama jelas mengindikasikan sector pendidikan tidaklah optimal dilaksanakan dan diperhatikan.

Indikator pendidikan bisa saja dilihat dari berapa persen orang yang masih buta huruf, berapa anak putus sekolah, berapa anak lulus sekolah dasar, menengah, tinggi dan seterusnya.

Pada tataran lebih lanjut perhatian sebuah Negara atas pendidikan bisa dihitung berapa jumlah insinyur yang diluluskan, jumlah dokter, jumlah doktor, jumlah sarjana hukum/ekonomi dan seterusnya. Statistik menjelaskan bahwa kita masih sangat kedodoran untuk berbagai parameter di atas. Dengan jumlah penduduk katakanlah 240 juta kita lihat belum 1% yang menyandang berbagai gelar/profesi tersebut.
Read More ..

Tuesday, October 07, 2008

Financial Crisis


“Gubernur Bank Indonesia Boediono menyatakan, ancaman krisis keuangan global akan berlangsung selama enam bulan sampai satu tahun ke depan. Pemerintah harus siap menghadapi krisis keuangan dunia sampai 2009. Menurut Boediono, krisis keuangan global tersebut merupakan ancaman serius karena menyangkut negara-negara utama dunia. Dia meminta pemerintah merapatkan barisan menghadapi ancaman tersebut. “Jangan sampai krisis mempengaruhi rumah kita,” katanya setelah rapat dengan para menteri bidang ekonomi di Departemen Keuangan kemarin. Dia mengatakan, proses pemulihan krisis butuh waktu lama, sampai dua tahun. Krisis keuangan global itu bermula dari Amerika Serikat. Kredit perumahan di negeri itu macet dan membuat banyak firma keuangan bangkrut, seperti Lehman Brothers dan Washington Mutual. Salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia, American International Group (AIG), juga terkena imbasnya. Industri keuangan terguncang. Sampai-sampai Presiden George W. Bush meneken pengucuran dana talangan sebesar US$ 700 miliar atau sekitar Rp 6.500 triliun untuk menyelamatkan perusahaan-perusahaan AS.”

Hari-hari terakhir, di sela-sela kesibukan masyarakat merayakan Lebaran 2008 dan ritual mudik meski jalanan selalu macet dan kali ini sepanjang 25 kilometer kembali masyarakat perlahan dipusingkan akan datangnya krisis keuangan seperti cuplikan berita di atas. Konon mayoritas warga Amerika membeli asset-asetnya termasuk rumah dengan cara leasing. Sehingga macetnya pembayaran KPR tersebut berdampak hebat pada industri keuangan negara adidaya tersebut. Efek domino berikutnya eksistensi banyak perusahaan besar terancam ambruk.

Dan dampak dari “batuk atau demamnya” sang adidaya segera berpengaruh kepada tiga kekuatan ekonomi lainnya seperti Eropa, Jepang, China dan tidak ketinggalan negeri bernama Indonesia. Keempat pilar ekonomi dunia segera merata terkena imbas langsung dari krisis keuangan dari negeri dengan kekuatan ekonomi terbesar itu.

Hmm berat nian beban hidup, belum pulih dampak kenaikan bbm tempo hari bahaya krisis keuangan mengintai. Siapa yang bakal terkena dan paling menderita dapat dipastikan masyarakat Indonesia lapisan menengah bawah. Warga dengan kemampuan ekonomi menengah atas lumayan survive cukup dengan pengetatan ikat pinggang dan kelola-ulang konsumsinya. Bagaimana kalau nilai tukar rupiah mulai melambung akibat penarikan dana oleh investor asing. Belum lupa krisis moneter yang terjadi tahun 1997 yang meluluhlantakan kehidupan rakyat banyak. Belum lupa bunga KPR melejit tinggi menjadi puluhan persen dan masyarakat tidak mampu lagi membayar cicilan rumah. Sementara sekelompok masyarakat menengah atas tergiur bunga tinggi dan sibuk mendepositokan uangnya. Mandeglah sektor riil. Banyak perusahaan tutup atau menghentikan operasinya dan kembali buruh kecil menjadi korban.

Pemerintah akan diuji dalam melindungi rakyatnya dari hempasan krisis keuangan kali ini. Pemerintah kembali diuji manakala nilai tukar rupiah berpotensi terjun, harga barang dan jasa berangsur naik, dan inflasi pun bakal meningkat sementara pendapatan masyarakat cenderung tetap. Moral-nya Pemerintah haruslah heroik dan mengutamakan membela rakyat miskin dalam krisis ini. Mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok menjadi PR utama. Pertahankan juga sector riil dan selamatkan buruh kecil dari ancaman PHK.

Yang jelas dengan lesunya ekonomi keempat pilar global tadi akan berdampak langsung pada ekspor dan daya saing nasional yang saat ini sudah rendah. Perekonomian nasional banyak ditopang dari pendapatan ekspor dan apa jadinya manakala ekspor berkurang drastis. Darimana diperoleh tambalan penopang ekonomi nasional tersebut. Hal ini cukup berat dan semua berpulang kepada Pemerintah termasuk rakyatnya. Bisakah ketergantungan impor dikurangi dan penggunaan produk dalam negeri dimaksimalkan. Bisakah industri bertahan manakala harga bahan baku impor melonjak. Bisakah menggantinya dengan sumber daya dan bahan baku lokal.

Itulah lingkaran setan yang selama ini tidak mampu untuk dibendung. Namun ada satu fenomena saat krisis lalu masyarakat pedesaan memiliki tingkat survival tinggi. Kenapa, karena kebutuhan mereka dapat dipenuhi dengan sumber daya di sekitarnya. Hampir tidak ada barang impor yang mereka konsumsi. Bagaimana bagian masyarakat modern atau perkotaan. Akankah kita sanggup bertahan, kita sendiri yang bisa menjawab. Apakah kita bisa menggunakan produk sendiri serta mengurangi konsumsi produk impor. Bisakah kita mengganti makanana fast food dengan ubi, singkong atau nasi pecel. Bisakah kita memakai baju buatan penjahit lokal menggantikan baju bermerk yang selalu kita beli. Bila kita mampu beli mobil apakah kita memilih yang kandungan lokalnya paling tinggi. Bisakah kita mengorbankan gengsi dan gaya hidup metropolitan?
Read More ..

Tuesday, September 23, 2008

Google Rank


Kalau anda ketik kata “Sunan Gunung Giri” di Google, maka yang akan muncul paling atas adalah blogspot "http://yara74.blogspot.com/2008/02/sunan-gunung-giri.html. Ranking ini sudah berjalan cukup lama ada beberapa bulan dari ditulisnya artikel tersebut bulan pebruari. Saat itu ada kegiatan didaerah Surabaya dan sekitarnya dan di sela-sela kesibukan disempatkan ziarah ke makam sunan Gunung Giri yang terletak di daerah Gresik.

Cukup mengherankan artikel pendek dan sangat sederhana dapat muncul paling atas di mesin pencari google. Apakah hanya sedikit literature dan penulsi yang mengulas tentang kebesaran Sunan ini. Dari google kata kunci Sunan Gunung Giri ini hanya muncul sebanyak 9880 hasil. Di bawahnya barulah muncul literature Sunan ini dari Wikipedia. Hmm ternyata sebuah blogs dapat mengungguli situs beken macam wikipedia.

Google adalah sebuah mesin pencari paling lengkap yang pernah ada. Saat ini di website http://www.alexa.com/ google menduduki peringakt #2 dari puluhan juta situs yang barangkali ada di kolong langit ini. Hasil dari penelusuran traffict ranking seperti dijelaskan di bawah ini :

Google.com - Google
google.comEnables users to search the Web, Usenet, and images. Features include PageRank, caching and translation of results, and an option to find similar pages. The company's focus is developing search technology.
Google.com has a traffic rank of: #83752

Kebetulan pada berita tertanggal 28-Pebruari-2008, saham Google sempat jatuh seperti berita di bawah ini, mudah-mudahan bukan karena menempatkan artikel Sunan Gunung Giri paling atas, he he.

Harga Saham Google Inc. jatuh ke harga terendah dalam 9 bulan terakhir setelah industri mendapatkan laporan penurunan klik pada iklan, sebuah kekhawatiran bahwa akan ada pelambatan pertumbuhan pada mesin pencari terbesar di dunia tersebut. Klik pada iklan - iklan yang disponsori Google turun 7.5% pada bulan Januari dari sebulan sebelumnya 532 juta klik, menurut ComScore.Inc. Pendapatan dari iklan adalah kontribusi terbesar bagi pendapatan Google 2007, yang sebesar $16.6 milyar. Harga saham Google turun $22.25 atau 4.6% ke $464 pada Pasar saham Nasdaq di New York, yang terendah sejak Mei. Harga saham telah terkoreksi 37% dari harga tertingginya di bulan November. Terkait dengan masalah akuisisi, Google setuju untuk membeli DoubleClick Inc seharga $3.1 milyar pada bulan April untuk terus berkompetisi dengan Microsoft dan Yahoo. Awal bulan ini, Microsoft mengajukan tawaran $44.6 milyar kepada Yahoo. Maneuver tersebut dilakukan oleh Microsoft untuk mematahkan dominasi Google dalam iklan online. Namun Yahoo belum menerima tawaran tersebut. Google juga telah membeli situs video-sharing YouTube dengan harga $1.65 milyar pada tahun 2006. Ia mulai menampilkan iklan pada klip video YouTube tahun lalu.

Hmm sebuah perusahaan maya menghasilkan pendapatn sebesar $16,6 milyar atau sekitar 166 triliun rupiah !! sebuah pendapatn yang cukup dasyat untuk sebuah perusahaan global. Oh ya Toyota konon mencatatkan pendapatn sebesar $80 milyar atau setara dengan 800 trilliun ! Oh my God sebanyak apa uangnya ya.

Dari sebuah sumber dijelaskan Google mengakuisisi TextCube, sebuah platform blog yang dimiliki oleh TNC (Tatter and Company), sebuah perusahaan yang berasal dari Korea. CEO TNC, Chang Kim menggambarkan perusahaannya seperti Automattic yang memiliki WordPress.com dan mengelola WordPress.org. TextCube di Korea dipakai oleh blogger-blogger top dan TNC juga bekerjasama dengan komunitas open source dalam mengembangkan TextCube.org sama seperti Automattic dalam mengembangkan aplikasi WordPress.
Joyce Kim, seorang blogger, mengatakan bahwa TextCube mempunyai dashboard yang lebih bersih. Di TextCube kita juga lebih mudah mengintegrasikan video, foto dan podcast dalam postingan. Konon ada fitur drag-and-drop yang mempermudah untuk memasukkan foto, memformat text di seputar gambar, menciptakan slideshow, resize gambar dan lain-lain. Kim menyebut bahwa kecantikan TextCube terletak pada kesederhanaannya.
TextCube juga mempunyai sistem lacak komentar yang intiutif, terstruktur seperti dalam kotak email. Kim membayangkan fitur ini akan memudahkan orang yang baru belajar ngeblog merasa nyaman saat berinteraksi dengan pembaca dan blogger lain lewat komentar.
Jadi TextCube adalah gabungan antara layanan blog dan social networking dalam satu paket. Saya memperkirakan Google nantinya akan mengintegrasikan TextCube dengan Blogger. Jika tidak, TextCube akan bersaing dengan "http://www.buddypress.org milik Automattic yang telah mempunyai WordPress.com.
Selamat Google, anda layak mendapat bintang !
Read More ..

Tuesday, September 16, 2008

Kampoeng Djawa

Itu nama sebuah tempat. Dari Semarang perlu satu jam berkendara melewati jalanan terjal perbukitan. Jalannya sudah diaspal meski agak sempit. Cukuplah dilewati dua mobil bersebelahan. Sebelum sampai resort kendaraan melewati kebun karet, perkampungan dan hijaunya sawah. Tempatnya sungguh masih asri dengan landscape perbukitan, hamparan sawah dan ladang, lembah dan sungai. Areanya sudah masuk kabupaten Kendal. Konon pemiliknya masih kerabat keraton Solo. Peresmian tempat itu dilakukan oleh petinggi keraton solo, demikian cerita teman yang tinggal di dekat kampoeng djawa. Kalau dari papan penunjuk pinggir jalan namanya resort dan restaurant sekatul – mungkin namanya diambilkan dari nama daerahnya.

Areanya sangat luas. Entah ada barang tiga atau lima hektar. Banyak bangunan berdiri diatasnya. Ada rumah joglo, tempat sarasehan, bilik, panggung gamelan dan banyak lagi. Nuansanya menggambarkan perkampungan jawa dengan profil dataran tinggi dan rendah. Seiring tuntutan tamu dibangun pula tempat outbond. Ada jembatan dari tali, dan fasilitas latihan outbond lainnya. Waktu setengah hari tidak cukup untuk melihat semua bagian sudut kampoeng djawa. Dari denahnya digambarkan adanya danau yang cukup luas dan berbagai tempat bersantai lainnya.

Rombongan kendaraan itu merayap pelan. Meliak liuk jalanan perbukitan. Disela bertebaran beberapa perkampungan yang cukup ramai. Tanjakan curam dirangkai rumah penduduk pinggir jalan yang sibuk membuat sagu. Pohon sagu ditebang, dipotong dan dipukul-pukul untuk mengambil tepung sagunya. Hamparan sawah dengan background perbukitan terlihat di kanan jalanan.

Waktu baru menunjukan pukul 17.30 sore. Perlu lima belas menit waktu berbuka. Ya saat itu memang bulan puasa. Serombongan orang datang dari kota. Buka bersama di tempat yang segar adalah tujuannya. Sembari menunggu waktu berbuka banyak yang jalan-jalan di berbagai sudut perkampoengan itu. Gemericik air, suara kwek bebek dan berkeliaran kucing merangkai nuansa pedesaan. Beberapa pekerja sibuk membuat tempat makan di pinggir sawah. Lokasi wisata itu terus dikembangkan agar semakin menarik.

Pemiliknya tentu punya selera yang cukup tinggi. Ada perangkat gamelan warisan sunan kalijaga dan tamu tidak diperkenankan memainkan – tertulis di papan. Ada rumah tempat pertemuan dengan arsitek bangunan dan perabot jawa. Meja kayu jati asli setebal 20 centimeteran terhampar dimana-mana. Bila semua kayu jati ditimbang entah berapa ton beratnya. Sangat banyak.

Sudah adzan teriak salah satu pegawainya. Berduyun rombongan itu menuju panggung yang luas. Hamparan meja dengan berbagai minuman dan panganan khas jawa sudah tersaji. Ada kolak, teh manis, serta es teh. Ada nasi putih, sayur kangkung, sayur asem, urapan, lele goreng, ayam bakar, opor, tempe , tahu, pete, gurame sambal, lalapan, sambal terasi dan masih banyak aneka masakan lain, menggugah selera. Sangat lezat dinikmati pada buka puasa sore itu.

Publisitas dan promosi barangkali yang dibutuhkan tempat resort semacam kampoeng djawa ini. Dari fasilitas yang ditawarkan terasa sudah komplit. Makanan yang disajikan juga memadai. Nilai-nilai dan budaya djawa kenthal tercermin pada setiap bangunan dan isinya. Kekurangan lain adalah akses menuju lokasi yang relative sempit. Diharapkan adanmya pelebaran jalan sehingga mempermudah tamu datang dan pergi ke lokasi.

Penglola sebenarnya bisa membuat terbososan dan promosi langsung. Cukup membuat selebaran dan diperbanyak. Selebaran bisa dibagikan gratis di berbagai tempat strategis. Bisa juga melakukan kerjasama dengan media baik cetak maupun elektronik. Tim media bisa menikmati fasilitas resort dan outbond. Sebaliknya media akan membantu publisitasnya.

Cara yang umum lainnya adalah mendatangkan musik semacam dangdut, pop atau campursari untuk manggung di lokasi. Biasanya cara ini mampu menarik pengunjung datang dan melihat. Bahwa terdapat resort yang lengkap dan menawarkan seni budaya djawa. Sentuhan marketing modern barangkali dibutuhkan. Sebagaimana umumnya pengelolaan tradisional kadang kurang memberikan sentuhan atas kebutuhan pasar saat ini. Peran promosi semakin penting ketimbang sekedar menunggu pasif tamu yang datang. Diantara sekian banyak pengunjung tempo hari hanya beberapa orang yang pernah dengar adanya resort sekatul kampoeng djawa. Kebanyakan baru pertama kali tahu dan masuk ke sana. Padahal tempatnya memang bagus dan layak untuk dijual secara nasional dan bahkan regional.
Read More ..

Thursday, September 11, 2008

NOMOR ID

Sesusah apapun hidup di negara ini masih lebih enak ketimbang di Negara lainnya, begitu celetuk seorang teman, pengusaha yang biasa bepergian ke China, Hongkong, Singapura, Amerika maupun Negara lainnya. Bila di sini kita miskin, nganggur namun menghidupi keluarga, asalkan mau dan tidak malu kita masih dapat mencari pekerjaan kasar. Jadi buruh bangunan, penggali kabel, tukang becak atau kuli pasar imbuhnya. Kalau di Negara lainnya yang sistemya sudah baku, perekonomian sudah solid seorang penganggur benar-benar sulit mendapatkan pekerjaan, pendapat teman kita itu.

Pendapat ini tidaklah sendirian, seorang teman lainnya yang lama di Singapura pernah cerita bahwa seorang pengusaha hanya memiliki dua opsi kalau tidak berhasil dan sukses sekali ya bakal hancur dan selesai. Jadi cukup jarang suatu usaha berjalan biasa-biasa saja, mati enggan hidup tak hendak, cerita teman tadi. Sebuah contoh film action - Spiderman menggambarkan seorang hero yang bisa terbang dengan tarikan jaring laba-labanya. Peter sang hero hidup serba susah. Untuk beli mobil seharga empat ribu dollar saja harus ikut turnamen algojo. Hidup di kost-an sederhana yang pembayaran sewanya harus dikejar-kejar pemilik kost. Seorang hero sekalipun hidupnya sederhana dan cenderung miskin. Peter bahkan tidak bisa membantu neneknya yang terusir dari apartemen.

Cerita Peter berbeda dengan Batman dari Gotham yang sejak awal memang sudah kaya raya dan punya perusahaan sendiri. Dalam kiprah heroiknya Batman terbantu dengan harta dan asetnya yang luar biasa.

Pada tataran kehidupan sehari-hari mungkin bisa diambil contoh seorang rekan yang sekarang di Australia. Sang rekan itu tinggal di sana sejak 2001 sehingga sudah tujuh tahun menetap dan mengantongi permanent resident disana. Dia bercerita bahwa segala pemasukan dan pengeluaran akan tercatat oleh system. Bila penghasilannya misalnya sebesar 1000 maka penghasilan ini akan muncul di system dan akan terakses dan terhubung dengan segala pengeluaran. Belanja di minimarket, potong rambut di salon maupun makan di restaurant. ID-nya akan selalu muncul pada setiap transaksi. Sehingga pada akhir periode dapat diketahui berapa sisa uangnya. Jadi sistemlah yang menjamin setiap orang di negeri tersebut selalu transparan segala transaksinya.

Kalau orang kita kan banyak tuh penghasilan misalnya 1000 namun pengeluaran bisa 5000 atau 10000. Wah darimana asal jumlah lainnya? Jawabnya ya dari penerimaan tidak resmi yang umumnya bersumber hasil KKN. Kan perilaku korupsi di negeri ini salah satunya dengan sedapat mungkin tidak meninggalkan jejak dan bukti. Jadi transaksinya tidak tercatat dan dilakukan tanpa meninggalkan bukti layaknya transaksi normal. Contohnya ada penyuapan dengan jumlah milyaran-pun dilakukan secara tunai sehingga kebayang berapa kopor tuh jumlah duitnya.

Itulah kenapa rekan pertama yang biasa bisnis antar negara tadi bilang, sesulit apapun kehidupan kita, masih banyak opsi, alternative lain untuk hidup. Ini barangkali sudut pandang seorang pengusaha, bisnisman dari sudut dia. Apakah hal ini benar, banyak contoh lain yakni orang kita yang sebenarnya bisa dan mampu untuk tinggal di negara lain namun tetap memilih tinggal disini. Di negeri nan malang ini segalanya masihlah tetap menarik,semisal berbagai urusan yang bisa diselesaikan dengan uang. Para koruptor pun bisa aman bertahun-tahun karena konon pengadilanpun akan bisa diselesaikan dengan uang. Money might buy everything including the law.

Satu hal yang sering menimbulkan penasaran adalah kenapa negeri ini tidak mulai membangun suatu basis data yang kuat. Apakah sulit membuat no ID unik dari seluruh warga Negara. Bisa dimulai dari kelahiran seorang bayi otomatis dibuatkan satu ID unik dan baku yang disimpan di database kelurahan atau kabupaten. Data ini selanjutnya digunakan dan diakses manakala bayi itu menimbang badan di posyandu, masuk sekolah dasar, menengah, kuliah, mencari kerja, sebagai pekerja, berkeluarga, membayar pajak sampai meninggal. Termasuk semua catatan dari kepolisian dan aparat hokum juga menggunakan ID ini. Sehingga satu ID dari lahir sampai meninggal akan terus digunakan. Dengan data ini pula semua record dari setiap warga negara tercatat secara lengkap.

Pada film Die Hard 4 digambarkan bagaimana perhitungan pensiun seorang anggota polisi sudah tercantum pada data base meskipun polisinya bahkan belum pension. Saking canggihnya bahkan untuk pengoperasian air, listrik, lampu jalan semuanya dijalankan secara system.

Dengan mulai membangun suatu system yang kuat maka dasar administrasi sudah siap berperan dalam setiap proses kehidupan setiap orang dari warga negara. Administrasi ini selanjutnya yang akan turut mengontrol dan mengevaluasi berbagai aspek kehidupan setiap orang. Pendataan, control social, kehidupan ekonomi, penegakan hukum dan semua sisi lainnya selanjutnya akan bisa dilakukan secara detailed dan efektif.

Sebagai missal bila seseorang korupsi bisa ditelusuri dari semua transaksi yang dilakukan. Termasuk besarnya penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan, serta ketidaksesuain bila yang bersangkutan melakukan penerimaan tidak resmi.
Read More ..