Monday, February 04, 2008

Sunan Gunung Giri





Malam telah menunjukkan selepas jam 00.00. Suasana di makam Gunung Giri Gresik sudah berangsur sepi. Di sekitar tukang parkir tinggal beberapa orang yang masih duduk-duduk. Satu warung rokok di depan tempat parkir masih buka. Anak tangga yang menuju makan Gunung Giri di puncak bukit terlihat tenang seolah menantang siapa berani naik. Beberapa pagar masjid sudah mulai di kunci. Masih ada satu dua pedagang di samping tangga yang menjajakan dagangannya.

“Kopiah, tasbih, selempang mas, dijamin murah,” tawaran pedagang di tengah malam.
“Silakanlihat-lihat dulu mas, ndak beli boleh kok,” pedagang mengeluarkan jurusnya.



Malam itu pengunjung makam Gunung Giri sudah habis. Juru kunci seorang laki-laki tinggi besar, berkulit hitam, memakai sarung, kebaya dan sejenis jaket berwarna gelap melongokan wajahnya.

“Sudah tutup pak, oh ya dari Jakarta dan besok pagi harus kembali, silakan namun mohon tidak terlalu lama,’ akhirnya Juru kunci tersebut mempersilakan untuk masuk.

Pengunjung haruslah berwudhlu terlebih dahulu sebelum ziarah. Suasana di dalam makam begitu tenang. Ada beberapa pohon di sekitar makam. Dalam area sekitar lima ratus meter persegi terdapat banyak makam.

Makam Sunan Gunung Giri menempati sebuah bangunan layaknya rumah kecil tiga puluh meter persegi. Pintunya terbuat dari kayu jati yang diukir. Malam itu bangunan makam terlihat berwibawa. Pintu makam tertutup dan malam itu tidak diperkenankan masuk. Pengunjung bisa berdoa dan mengaji di depan makam yang dibentangkan karpet merah.

Di sekitar makam Sunan terdapat makam kelraganya seperti istri, anak, dan kerabat lainnya. Makam tersebut diatur berjejer di sebelah kiri dari makam Sunan. Terlihat seorang juru kuncen tertidur lelap kelelahan di depan makam Putra Sunan. Di seberang jajaran makam anak dan keraba t Sunan masih ada beberapa buah makam lainnya. Barangkali makam dari pengikut Sunan.

Sesuai kebaikan hati dari juru kunci maka setengah jam kemudian makam kembali ditutup setelah pengunjung terakhir keluar. Kembali suasana makam dan sekitarnya begitu lengang. Beberapa Pohon di sekitar enggan untuk bergoyang. Anginpun tahu diri dan hanya berembus sepoi-sepoi.

2 comments:

Anonymous said...

hi every person,

I identified yara74.blogspot.com after previous months and I'm very excited much to commence participating. I are basically lurking for the last month but figured I would be joining and sign up.

I am from Spain so please forgave my speaking english[url=http://puworlddiscovery.info/].[/url][url=http://thehottesttopicsni.info/forum].[/url][url=http://thehottesttopicsou.info/forum].[/url]

sqiar said...

Thank you very much for this article, it is so rare to see nowadays written as fervently article. I enjoyed reading it and I learned a lot of things. I will go and continue reading your blog =). Good luck for the future and another one for the quality of it.You can also check out this (http://www.sqiar.com).