Tuesday, July 08, 2008

Malam Di Suatu Kota

Semarang adalah kota yang menarik dan banyak menyimpan potensi. Semarang saat ini berbeda dengan sepuluh tahun silam. Perbedaan itu bisa jadi tidaklah besar kecuali tumbuhnya gedung bertingkat, bangunan jalan dan pusat perbelanjaan. Dari daya tarik kota barangkali Semarang masih kalah sama Bali atau Yogya. Namun Semarang sebenarnya cukup menarik. Selain berbagai potensi kekayaan kuliner, Semarang juga unik. Cukup jarang sebuah kota besar yang memiliki landscape dataran tinggi dan rendah. Makanya dikenal sebutan Semarang atas dan bawah.

Semarang juga terkenal dengan banjir rob-nya. Ketinggian daratan yang konon lebih rendah dari permukaan laut membuat bagian kota yang berdekatan dengan pantai sering terendam air laut. Meskipun sudah dilengkapi dengan pompa air yang sudah ada sejak jaman Belanda tidak urung banjir Rob selalu hadir menggenangi pemukiman. Hujan satu jam saja dapat berakibat sebagian wilayah kota terendam air, bahkan sampai ke pusat kota seperti simpang lima. Meskipun genangan ini tidaklah lama. Hanya beberapa jam saja langsung surut dan kering.

Laki-laki itu baru dua bulan tinggal di Semarang. Sebenarnya sepuluh tahun lalu pernah tinggal di kota itu selama satu tahun sebelum hijrah ke Jakarta. Kali ini kembali ia datang dan masuk kota lumpia tersebut. Lelaki itu cukup heran dengan keramaian kota dan maraknya berbagai hiburan malam.

Sebut saja Agnes yang merupakan gadis berumur dua puluh tahun yang dikenal di suatu tempat hiburan malam executive. Wajahnya cantik dan tubuhnya indah. Menurut penuturannya dia sudah memiliki satu anak dan cerai dari suaminya. Tapi keterangan tersebut diragukan manakala Agnes harus bekerja mulai dari jam tujuh malam sampai jam dua dinihari. Bagaimana ia merawat bayinya dengan ritme kerja seperti itu. Selain muda, cantik dan menarik Agnes juga bersuara bagus dan merdu. Agnes pintar menyanyi dan lelaki itu senang menyanyi. Mudah ditebak mereka berdua langsung akrab.

Rupanya hubungan itu berlanjut dan terjadilah hal itu. Lelaki itu sering menyesali tindakan yang kadang direnung kurang beradab. Menurutkan emosinya belaka atau keadaan jauh dari keluarga barangkali sering membuatnya khilaf. Tekanan kerja dan adaptasi di sebuah kota besar makin membuat gamang sikapnya. Agnes sering curhat di sela-sela hubungan mereka. Kehidupan malam kota itu memang tidak pernah mati. Diantara tempat hiburan bertebaran pula pusat perbelanjaan yang menyebar di berbagai sudut kota.

Malam itu adalah kejadian dua makhluk yang berbeda latar belakang namun yang terjadi terjadilah. Hanya satu kali memang namun sungguh sangat membawa penyesalan berkepanjangan. Tidak jelas apakah lelaki itu yang memang tidak bermoral, atau Agnes yang memang penggoda, atau temaramnya kehidupan malam dari sebuah kota besar.

Begitulah kehidupan kadang tidak adil. Kejadian itu barangkali bukanlah luar biasa dan sering menimpa banyak orang di berbagai kota. Bicara moral kadang tidak ada habisnya. Bagaimana kata bijak dapat mencerna mereka yang saling membutuhkan dan saling menyukai. Manusia terkadang merupakan makhluk paling hebat yang pernah ada - hebat dengan keanehannya. Agnes adalah potret gadis kota besar yang akrab dengan hiruk pikuk malam hari. Dan itulah memang pekerjaan yang ditekuninya. Meskipun sebenarnya ia bukanlah wanita nakal. Mungkin hanya iseng belaka. Tidak jelas apa bedanya nakal dan iseng. Lelaki itu punya keyakinan Agnes sebenarnya baik. Pun waktu berjalan terus dan dialah yang akan menjawab. Hidup bagaimanapun harus tetap berlanjut.
Read More ..