Friday, October 30, 2009

University View (#271)


Harvard – Oxford - Tokyo

Universitas Harvard di Amerika Serikat didirikan pada tahun 1636 atau telah berumur 373 tahun atau hamper empat abad. Saat ini jumlah pengajarnya sekitar 2100 orang namun dengan lebih dari 10,000 orang staf pendukung di semua fakultas. Jumlah mahasiswa saat ini sekitar 20,000 yang terbagi 6700 pada Harvard college dan 13,600 pada graduate dan professional students. Jumlah alumni sebanyak 320,000 yang berasal dari dalam negeri Amerika 270,000 dan sisanya 50,000 berasal dari 191 negara lainnya. Penghargaan Nobel yang diperoleh sampai saat ini berjumlah 43, mungkin merupakan pemegang Nobel terbanyak di dunia. Motto yang dicanangkan adalah V-E-R-I-T-A-S atau dalam bahasa latin- artinya “kebenaran”. Bentangan areanya meliputi landscapee seluas 4,979 acres sementara koleksi perpustakaan mencapai 16,2 juta volumes.

Harvard terdiri dari 11 principal academic unit, 10 fakultas dan satu Radcliffe Institute for Advanced Study. Divisinya juga menawarkan berbagai course maupun award academic degrees. Nama Harvard berasal dari donator pertama universitas, menteri muda John Harvard dari Charlestown. Saat wafatnya tahun 1638, beliau menymbangkan setengah wilayah estatenya kepada universitas yang didirikan tahun 1636 melalui voting Great and General Court masyarakat teluk Massachusetts.
Saat ini biaya kuliah di universitas tersebut mencapai $48,868 yang meliputi room, board, services dan tuition fee sebesar $33,696. Kalau dirupiahkan besarnya hamper setengah milyar rupiah, dan ini biasanya untuk setahun. Namun universitas juga menyediakan financial aid yang besarnya $41,000 paket bantuan total rata-rata. Presiden-nya unik yakni seorang perempuan bernama Drew Gilpin Faust . Beliau merupakan alumni Universitas Pennsylvania dan merupakan Presiden pertama yang bukan alumni Harvard.
Catherine Drew Gilpin Faust (lahir 18 September 1947)[1] adalah seorang sejarawan Amerika Serikat, pemimpin perguruan tinggi, dan presiden Universitas Harvard.[2] Faust adalah wanita pertama yang menjabat sebagai Presiden Ivy League dan presiden ke-28 universitas ini. Faust adalah wanita kelima yang menjabat sebagai presiden sebuah universitas Ivy League. Bekas Bekas dekan Radcliffe Institute for Advanced Study, Faust juga menjabat sebagai presiden pertama Harvard tanpa kelulusan apapun dari Harvard sejak didirikan tahun 1672.[3][4] Faust didiagnosa kanker payudara tahun 1988. Ia menolak berbicara dengan media tentang diagnosis atau perawatannya.[5]
Pendapatan tahun 2008 dari Universitas ini adalah $3,482,317,000,- atau sekitar 35 trilliun rupiah.Sementara biaya operasional mencapai $3,464,893,000, sehingga memang masih surplus meski relative kecil. Donatur atau sumbangan yang diterima tahun 2008 tersebut besarnya mencapai $36,9 milyar, atau setara dengan 369 trilliun rupiah. Dari donator ini saja Harvard barangkali merupakan sedikit universitas terkaya.

Sementara dari belahan dunia lainnya Universitas Oxford Inggris mencatat sebagai universitas yang setidaknya diajar atau alumni dari 25 Perdana Menteri Inggris, setidaknya alumni dari 25 pemimpin dunia, 47 nobel, 6 raja, 20 Canterbury agung dan 9 pemegang medali Olimpiade. Alumni Ozford berjumlah 170,000 yang berasal dari 60 negara. 120,000 alumni berasal dari Inggris dan sisanya 50,000 alumni berasal dari Negara lainnya. Oxford mencatat bahwa departemen Kimia- nya merupakan yang terbesar, sementara Institut Internet-nya adalah multi-disciplinary yang pertama di dunia. Institute Ageing Oxford juga yang pertama secara internasional yang di-dedikasikan untuk pengetahuan dampak ageing populasi global. Melalui Isis Innovation Limited sebuah perusahaan transfer technology yang mempelopori peneltian dan penemuan akademis. Perusahaan yang berdiri 1988 telah memberikan penghematan pada 60 perusahaan dengan rerata satu paten setiap minggunya.

Oxford Entrepreneur merupakan kumpulan pengusaha mahasiswa terbesar Inggris dengan 1200 anggota dan 10%-nya menjalankan perusahaanya sendiri. Oxford University Press merupakan penerbit yang kesohor, penerbit universitas terbesar dunia dengan 50 kantor dan 3700 karyawan.

Tahun 2007 Oxford memegang ranking 1 di Inggris dan universitas tertua yang berbahasa Inggris. Oxford juga digawangi akademis handal dengan rates 4* dengan tenaga akademis khusus riset berjumlah 2805 dan akademis yang sekaligus mengajar dan riset (1480). Oxford juga memenangkan sponsor penelitian sebesar 214 juta pounds pada 2005.

Perpustakaannya adalah yang terbesar di Inggris dengan lebih dari seratus perpustakaan serta 11 juta item cetak dan sangat banyak pada format lainnya. Bodlein merupakan perpustakaan riset dengan 120 miles panjang rak, 29 ruang baca dan 2490 pengunjung. Ini adalah yang terbesar kedua di Inggris setelah perpusatakaan British. Museum Ashmolean didirikan tahun 1683 merupakan yang tertua di Inggris dan Dunia dengan koleksi benda antic dan seni yang merupakan warisan dunia. Musium Alami Universitas memiliki 4,5 juta specimen yang terbesar dalam zoology, entomology, palaentology, mineralogy dan petrology. Museum lainnya adlah Pitt Rivers untuk antropologi dan arkeologi, Botanic Garden untuk tumbuhan dan Bate Collection of Musical Instrument untuk musik klasik.

Oxford memiliki mahasiswa drop out paling kecil yakni 1,4% ketimbang angka nasional drop out yang mencapai 7,2%. Sementara 40% lulusan sarjananya melanjutkan ke jenjang lebih tinggi ketrimbang rates nasional yang 23%. Siswa yang melamar ke Oxford mencapai score AAB atau lebih tinggi dimana rata-rata mencapai poin A calon mahasiswa adalah 29,9%.

Dari benua Asia barangkali bisa diambilkan contoh Universitas Tokyo, yang berdiri tahun 1876. Universitas Tokyo ini pertama memiliki 4 departemen, Hukum, Science, Sastra dan Kedokteran, ditambah 3 isntitusi. Saat ini telah berkembang menjadi 10 departemen, 11 institut, 18 universitas center, termasuk Museum dan 8 organisasi.

Pengajar akademis berjumlah 4,000 dengan 29,000 mahasiswa, 2269 mahasiswa asing serta 2700 peneliti setiap tahunnya. Pada tahun 2006 Universitas ini memiliki 1250 profesor dan 915 associated professor. Sebaran kampusnya adalah Hongo (56 ha), Komaba (35 ha) dan Kashiwa (24 ha). Fakultas terbanyak ada di Hongo, dan yang terbaru di Kashiwa, pinggiran Tokyo.

Sejak 2007 satu mahasiswa dipilih guna dianugerahi President Award atas pencapaian outstanding prestasinya dalam sembarang bidang. Perpustakaannya didesain terhubung dengan 55 perpustakaan di berbagai fakultas dengan 8,1 juta buku termasuk publikasi. Perpustakaannya juga sudah dikembangkan menjadi digital. Museum University mencakup bidang luas dari palaentologi, antropologi dan koleksi 6.4 juta item penelitian.

Tahun 2007 universitas ini genap berumur 130 tahun. Logo-130 tahun-nya menggambarkan :living body of knowledge” yang mensimbulkan konsistensi riset untuk ilmu pengetahuan baru. Sejak tahun 2007 Universitas mengikuti 277 pertukaran program dan kerjasama dengan 200 institusi dari 47 negara. Tahun 2005 Universitas membuka kantor luar negerinya di Beijing. Universitas juga anggota dari internasional asosiasi seperti AEARU- association of east asian research uni, APRU- association of pacific rim uni, IARU- internasional alliance of research uni.
Read More ..

Thursday, October 22, 2009

Indonesia’s Future – Sebuah Peluang Emas

Meskipun bervisi apokaliptik selama satu dekade yang lalu, Indonesia meraup sukses besar. Namun seharusnya bisa lebih tinggi lagi.

KETIKA Soeharto, Diktator Indonesia selama puluhan tahun, jatuh pada tahun 1998 negara yang sangat ter-integritas nampak dalam keraguan. Negara menghadapi keruntuhan ekonomi, kekacauan poltik dan pemberontakan separatis di Aceh, Papua dan Timor Timur. Negara tetangga berada dalam kekhawatiran terburuk: anarki di Indonesia; gelombang ekstremisme, eksodus orang putus asa; perampokan di beberapa jalur perkapalan tersibuk dunia.

Namun, saat ini Indonesia nampaknya hampir merupakan suatu keajaiban. Laporan khusus the economist dalam masalah ini menggambarkan, kondisi yang stabil, demokrasi damai dengan pertumbuhan ekonomi yang tangguh namun pada jilatan terhormat. Keburukan ini -minus Timor-Leste yang kini independen. Disamping bom bunuh diri bulan Juli di Jakarta, ekstremisme yang telah terpinggirkan dan, merupakan Negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, maupun aturan yang moderat. Pembuat kebijakan Indonesia, secara alami, merasa syukur telah terhindar dari kejatuhan ke jurang. Dan ini cukup memuaskan. Sebaliknya, pembuat kebijakan seharusnya mengkhawatirkan tentang rapuhnya keuntungan yang telah mereka buat, dan seberapa jauh negara ini masih menyadari potensinya.

Presiden saat itu, memiliki kesempatan langka untuk mencoba. Dipilih kembali pada bulan Juli secara mayoritas yang mendebarkan, Partai dari Presiden terpilih juga memiliki lebih banyak kursi ketimbang lainnya di parlemen. Ini merupakan klaim yang menguatkan, akan memungkinkannya untuk menyusun kabinet dengan teknokrat yang kompeten dan menghilangkan kesungkanan dan ketakutan dengan reformasi yang dilakukan pada jabatannya yang pertama. Keberanian bagaimanapun diperlukan: dalam mereformasi ekonomi; mengintensifkan pertempuran melawan bencana korupsi; dan sekop penggali parit proses demokrasi yang solid.

Berbeda sekali dengan ibarat kapal karam selama krisis keuangan Asia 1997-98, Indonesia telah berlayar melalui kredit tanpa banyak kebocoran. PDB diperkirakan akan tumbuh dengan lebih dari 4% tahun ini. Pengendalian fiskal dan permintaan domestic berkelanjutan telah memberikan ekonomi yang solid. Hal ini tidak, bagaimanapun, diterjemahkan ke dalam pengurangan kemiskinan yang dijanjikan pemerintah saat berkuasa pada 2004. Indonesia juga tidak memiliki iklim usaha yang memungkinkan ekonomi tumbuh 6,5% per-tahun dimana rata-rata ini di bawah era Soeharto, apalagi dua digit angka yang dicapai oleh China.

Beberapa indikator kemiskinan, seperti tingkat kekurangan gizi anak, telah hampir tidak membaik sejak tahun 2000, dan lain-lain, seperti kejadian kematian ibu, jauh lebih buruk daripada di banyak negara dengan pendapatan nasional per kepala yang sama. Sebagian ini adalah kegagalan pengeluaran pemerintah. Sekitar setengah dari pengeluaran dialokasikan untuk bahan bakar, listrik dan subsidi lain, yang cenderung menguntungkan pihak yang mampu. Dan pelimpahan penting secara politik atas kekuasaan dan sumber daya memperburuk masalah klasik ini: bahwa pemerintah Indonesia tidak memiliki kapasitas untuk membelanjakan uang secepat seharusnya.

Dengan pasar domestik yang besar- sejumlah 240 juta – Indonesia seharusnya menjadi hub alami untuk perburuan bisnis pada ceruk regional di Asia Tenggara. Namun, kebijakan yang tidak ramah malah mendorong perusahaan-perusahaan lari ke tempat lain. Pada minggu ini laporan tahunan Bank Dunia dalam hal kemudahan melakukan bisnis di seluruh dunia menempatkan Indonesia pada peringkat 122 dari 183 negara, di bawah misalnya, Bangladesh, Ethiopia dan Guatemala. Birokrasi, proteksionisme picik, pembatasan undang-undang perburuhan dan kebingungan antara tingkat pemerintahan yang berbeda menghalangi investasi.

Begitu juga korupsi. Salah satu poin terbesar presiden adalah image yang bersih. Sebuah kampanye melawan korupsi telah membuktikan bahkan orang tua menantunya ditempatkan dibalik jeruji besi. Anti-korupsi telah memiliki dampak, sebagian berkat kerja komisi independen, yang dikenal sebagai KPK. Itulah mungkin mengapa kekuatan KPK berada di bawah ancaman parlemen, yang mungkin belum berhasil hilang sama sekali.

Sebuah proses bukan tujuan

Pencapaian semua yang paling mengagumkan dari Indonesia juga tidak dapat diberikan semata-mata. Meskipun telah mendirikan sebuah demokrasi yang berfungsi dalam waktu singkat, kandidat lain dalam pemilihan bulan Juli menentang hasil pemilu. Mereka memiliki pesan. Pemilihan berjalan cacat. Tidak ada yang seperti Iran atau Afghanistan-gaya-kecurangan - penyalahgunaan tampak secara acak ketimbang sistematis. Tapi apa yang benar-benar menenangkan emosi adalah margin kemenangan Presiden terpilih. Sebelum pemilihan berikutnya, proses yang lebih kuat sangat penting. Kediktatoran sudah nampak tinggal kenangan belaka, gagasan tentang kudeta juga menggelikan. Namun banyak yang sama dikatakan mirip Thailand satu dekade yang lalu, beberapa tahun sebelum tentara melangkah kembali ke politik. Demokrasi Indonesia tampaknya memiliki dasar lebih tangguh, tapi itu bisa menjadi kesalahan serius bila menganggap sudah dibangun sepenuhnya.

The Economist
Read More ..

Tuesday, October 20, 2009

Ramalan Jayabaya

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
2. One day there will be a cart without a horse.
3. Nanti kalau sudah ada kereta tanpa kuda.

4. Tanah Jawa kalungan wesi.
5. The island of Java will be circled by an iron necklace.
6. Pula Jawa berkalung besi.

7. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
8. There will be a boat flying in the sky.
9. Ada perahu melayang di udara.

10. Kali ilang kedhunge.
11. The river will loose its current.
12. Sungai akan kehilangan mata air.

13. Pasar ilang kumandhang.
14. There will be markets without crowds.
15. Pasar menjadi lengang.

16. Iku tanda yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.
17. These are the signs that the Jayabaya era is coming.
18. Itu pertanda datangnya jaman Jayabaya semakin dekat.

19. Bumi saya suwe saya mengkeret.
20. The earth will shrink.
21. Bumi akan semakin mengecil.

22. Sekilan bumi dipajeki.
23. Every inch of land will be taxed.
24. Setiap inchi tanah dipajaki.

25. Jaran doyan mangan sambel.
26. Horses will devour chili sauce.
27. Kuda makan sambal.

28. Wong wadon nganggo pakaian lanang.
29. Women will dress in men's clothes.
30. Perempuan mengenakan baju laki-laki.

31. Iku tandane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.
32. These are the signs that the people and their civilization have been turned upside down.
33. Itu pertanda bila manusia akan mengalami bolak-balik jaman.

34. Akeh janji ora ditetepi.
35. Many promises unkept.
36. Banyak janji tidak ditepati.

37. Akeh wong wani mlanggar sumpahe dhewe.
38. Many break their oath.
39. Banyak yang melanggar sumpahnya sendiri.

40. Manungsa pada seneng nyalah.
41. People will tend to blame on each other.
42. Manusia saling menyalahkan.

43. Ora ngindahake hukum Allah.
44. They will ignore God's law.
45. Mereka mengabaikan hukum Tuhan.

46. Barang jahat diangkat-angkat.
47. Evil things will be lifted up.
48. Kejahatan diangkat-angkat.

49. Barang suci dibenci.
50. Holy things will be despised.
51. Sesuatu yang suci malah dibenci.

52. Akeh manungsa mung ngutamake duwit.
53. Many people will become fixated on money.
54. Manusia hanya mengutamakan uang.

55. Lali kamanungsan.
56. Ignoring humanity.
57. Lupa kemanusiaan.

58. Lali kabecikan.
59. Forgetting kindness.
60. Lupa kebaikan.

61. Lali sanak lali kadang.
62. Abandoning their families.
63. Menelantarkan saudaranya.

64. Akeh Bapa lali anak.
65. Fathers will abandon their children.
66. Orang tua banyak melupakan anak.

67. Akeh anak wani nglawan ibu.
68. Children will be disrespectful to their mothers.
69. Anak melawan orang tua/ibu.

70. Nantang bapa.
71. And battle against their fathers.
72. Menentang Ayah.

73. Sedulur pada cidra.
74. Siblings will collide violently.
75. Saudara saling ingkar.

76. Kulawarga pada curiga.
77. Family members will become suspicious of each other.
78. Keluarga saling curiga.

79. Kanca dadi mungsuh.
80. Friends become enemies.
81. Teman menjadi musuh.

82. Akeh manungsa lali asale.
83. People will forget their roots.
84. Manusia lupa asalnya.

85. Ukuman Ratu ora adil.
86. The queen's judgements will be unjust.
87. Hukuman tidak adil.

88. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
89. There will be many peculiar and evil leaders.
90. Banyak pemimpin yang jahat dan tidak wajar.

91. Akeh kelakuan sing ganjil.
92. Many will behave strangely.
93. Kelakuan banyak yang ganjil.

94. Wong apik-apik pada kepencil.
95. Good people will be isolated.
96. Orang baik justru terpinggirkan.

97. Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin.
98. Many people will be too embarrassed to do the right things.
99. Merasa malu meski pekerjaan baik.

100. Luwih utama ngapusi.
101. Choosing falsehood instead.
102. Lebih utama menipu.

103. Wegah nyambut gawe.
104. Many will be lazy to work.
105. Malas bekerja.

106. Kepingin urip mewah.
107. Seduced by luxury.
108. Ingin hidup mewah.

109. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.
110. They will take the easy path of crime and deceit.
111. Mengumbar nafsu angkara murka, membanggakan kejahatan.

112. Wong bener thenger-thenger.
113. The honest will be confused.
114. Orang jujur menjadi bingung.

115. Wong salah bungah.
116. The dishonest will be joyful.
117. Yang salah bahagia.

118. Wong apik ditampik-tampik.
119. The good will be rejected.
120. Yang baik ditolak.

121. Wong jahat munggah pangkat.
122. The evil ones will rise to the top.
123. Yang jahat naik jabatan.

124. Wong agung kesinggung.
125. Noble people will be wounded by unjust criticism.
126. Yang mulia terluka.

127. Wong ala kepuja.
128. Evil doers will be worshipped.
129. Yang salah dipuja.

130. Wong wadon ilang kawirangane.
131. Women will become shameless.
132. Perempuan hilang malunya.

133. Wong lanang ilang kaprawirane.
134. Men will loose their courage.
135. Laki-laki hilang keberaniannya.

136. Akeh wong lanang ora duwe bojo.
137. Men will choose not to get married.
138. Banyak laki-laki tidak beristri.

139. Akeh wong wadon ora setya marang bojone.
140. Women will be unfaithful to their husbands.
141. Banyak perempuan tidak setia terhadap suami.

142. Akeh ibu pada ngedol anake.
143. Mothers will sell their babies.
144. Banyak ibu menjual anaknya.

145. Akeh wong wadon ngedol awake.
146. Women will engage in prostitution.
147. Banyak prostitusi.

148. Akeh wong ijol bebojo.
149. Couples will trade partners.
150. Banyak yang tukar pasangan suami/istri.

151. Wong wadon nunggang jaran.
152. Women will ride horses.
153. Perempuan naik kuda.

154. Wong lanang linggih plangki.
155. Men will be carried in a stretcher.
156. Laki-laki ditandu.

157. Randa seuang loro.
158. A divorcee will be valued at 17 cents.
159. Janda tidak berharga.

160. Prawan seaga lima.
161. A virgin will be valued at 10 cents.
162. Perawan bernilai rendah.

163. Duda pincang laku sembilan uang.
164. A crippled men will be valued at 75 cents.
165. Duda pincang lebih bernilai.

166. Akeh wong ngedol ngelmu.
167. Many will earn their living by trading their knowledge.
168. Banyak orang menjual ilmu.

169. Akeh wong ngaku-aku.
170. Many will claims other's merits as their own.
171. Banyak yang mengaku-aku.

172. Njabane putih njerone dadu.
173. It is only a cover for the dice.
174. Hanya penutup dadu.

175. Ngakune suci, nanging sucine palsu.
176. They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.
177. Mereka mengaku benar namun ternyata bohong.

178. Akeh bujuk akeh lojo.
179. Many will use sly and dirty tricks.
180. Banyak menggunakan trik licik dan kotor.

181. Akeh udan salah mangsa.
182. Rains will fall in the wrong season.
183. Hujan turun salah musim.

184. Akeh prawan tuwa.
185. Many women will remain virgins into their old age.
186. Banyak perawan tua.

187. Akeh randa nglairake anak.
188. Many divorcees will give birth.
189. Banyak janda melahirkan.

190. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.
191. Newborns will search for their fathers.
192. Banyak bayi lahir tidak jelas ayahnya.

193. Agama akeh sing nantang.
194. Religions will be attacked.
195. Agama banyak diserang.

196. Perikamanungsan saya ilang.
197. Humanitarianism will no longer have importance.
198. Perikemanusiaan semakin hilang.

199. Omah suci dibenci.
200. Holy temples will be hated.
201. Tempat ibadah dibenci.

202. Omah ala saya dipuja.
203. They will be more fond of praising evil places.
204. Tempat maksiat diburu.

205. Wong wadon lacur ing ngendi-endi.
206. Prostitution will be everywhere.
207. Perempuan melacur dimana-mana.

208. Akeh laknat.
209. There will be many worthy of damnation.
210. Banyak laknat.

211. Akeh pengkhianat.
212. There will be many betrayals.
213. Banyak pengkhianat.

214. Anak mangan bapak.
215. Children will be against father.
216. Anak melawan orang tua.

217. Sedulur mangan sedulur.
218. Siblings will be against siblings.
219. Saudara saling menghancurkan.

220. Kanca dadi mungsuh.
221. Friends will become enemies.
222. Teman menjadi musuh.

223. Guru disatru.
224. Students will show hostility toward teachers.
225. Guru dimusuhi.

226. Tangga pada curiga.
227. Neighbours will become suspicious of each other.
228. Tetanga saling curiga.

229. Kana-kene saya angkara murka.
230. And ruthlessness will be everywhere.
231. Kejahatan dimana-mana.

232. Sing weruh kebubuhan.
233. The eyewitness has to take the responsibility.
234. Saksi menanggung tanggung-jawab.

235. Sing ora weruh ketutuh.
236. The ones who have nothing to do with the case will be prosecuted.
237. Yang tidak tahu dituntut.

238. Besuk yen ana peperangan.
239. One day when there will armagedon.
240. Nanti bila ada perang.

241. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.
242. In the east, in the west, in the south, and in the north.
243. Dari timur, barat, selatan dan utara.

244. Akeh wong becik saya sengsara.
245. Good people will suffer more.
246. Banyak manusia baik menjadi sengsara.

247. Wong jahat saya seneng.
248. Bad people will be happier.
249. Yang jahat semakin senang.

250. Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul.
251. When this happens, a rice cooker will be said to be an egret.
252. Saat itu alat masak dibilang burung.

253. Wong salah dianggep bener.
254. The wrong person will be assumed to be honest.
255. Yang salah dianggap benar.

256. Pengkhianat nikmat.
257. Betrayers will live in the utmost of material comfort.
258. Pengkhianat merasa nyaman.

259. Durjono saya sempurna.
260. The deceitful will decline even further.
261. Yang jahat semakin sempurna.

262. Wong jahat munggah pangkat.
263. The evil persons will rise to the top.
264. Yang jahat naik jabatan.

265. Wong lugu kebelenggu.
266. The modest will be trapped.
267. Yang jujur terjebak.

268. Wong mulyo dikunjoro.
269. The noble will be imprisoned.
270. Yang benar dipenjara.

271. Sing curang garang.
272. The fraudulent will be ferocious.
273. Yang curang lebih galak.

274. Sing jujur kojur.
275. The honest will unlucky.
276. Yang jujur hancur.

277. Pedagang akeh sing keplarang.
278. Many merchants will fly in a mess.
279. Banyak pedagang bangkrut.

280. Wong main akeh sing ndadi.
281. Gamblers will become more addicted to gambling.
282. Judi merajalela.

283. Akeh barang haram.
284. Illegal things will be everywhere.
285. Banyak barang haram.

286. Akeh anak haram.
287. Many babies will be born outside of legal marriage.
288. Banyak anak lahir tanpa ayah.

289. Wong wadon nglamar wong lanang.
290. Women will propose marriage.
291. Perempuan melamar laki-laki.

292. Wong lanang ngasorake drajate dhewe.
293. Men will lower their own status.
294. Laki-laki merendahkan derajatnya.

295. Akeh barang-barang mlebu luang.
296. The merchandise will be left unsold.
297. Banyak barang tidak terjual.

298. Akeh wong kaliren lan wuda.
299. Many people will suffer from starvation and inability to afford
300. clothing.
301. Banyak kelaparan dan telanjang.

302. Wong tuku nglenik sing dodol.
303. Buyers will become more sophisticated.
304. Pembeli semakin canggih.

305. Sing dodol akal okol.
306. Sellers will have to use their brains and muscle to do business.
307. Penjual menggunakan pikiran dan ototnya.

308. Wong golek pangan kaya gabah diinteri.
309. In the way they earn a living, people will be as rice paddies being
310. swung around and blown up.
311. Pencari kerja menjamur.

312. Sing kebat kliwat.
313. Some will go wild out of control.
314. Banyak yang diluar kendali.

315. Sing telah sambat.
316. Those who are not ambitious will complaint of being left behind.
317. Yang tidak ambisius bakal tertinggal.

318. Sing gede kesasar.
319. The ones on the top will get lost.
320. Yang berada dipuncak semakin tersesat.

321. Sing cilik kepleset.
322. The ordinary people will slip.
323. Orang kecil terpeleset.

324. Sing anggak ketunggak.
325. The arrogant ones will be impaled.
326. Mereka yang arogan akan tertusuk.

327. Sing wedi mati.
328. The fearful ones will not survive.
329. Yang takut akan mati.

330. Sing nekat mbrekat.
331. The risk takers will be successful.
332. Yang nekat akan berhasil.

333. Sing jerih ketindhih.
334. The ones who are afraid of taking the risks will be crushed under foot.
335. Yang pengecut akan terkubur.

336. Sing ngawur makmur,
337. The careless ones will be wealthy.
338. Yang ngawur malah makmur.

339. Sing ngati-ati ngrintih.
340. The careful ones will whine about their suffering.
341. Yang berhati-hati menderita.

342. Sing ngedan keduman.
343. The crazy ones will get their portion.
344. Yang gila bakal kebagian.

345. Sing waras nggagas.
346. The ones who are mentally and physically healthy will think wisely.
347. Yang waras berpikir bijak.

348. Wong tani ditaleni.
349. The farmers will be controlled.
350. Petani dikontrol.

351. Wong dora ura-ura.
352. Those who are corrupt will spend their fortune lavishly.
353. Yang korup berhura-hura.

354. Ratu ora netepi janji, musna kekuasaane.
355. The queen who does not keep her promises will lose her power.
356. Pemimpin ingkar janji bakal hilang kekuasaanya.

357. Bupati dadi rakyat.
358. The leaders will become ordinary persons.
359. Pemimpin menjadi orang biasa.

360. Wong cilik dadi priyayi.
361. The ordinary people will become leaders.
362. Orang biasa menjadi pemimpin.

363. Sing mendele dadi gede,
364. The dishonest persons will rise to the top.
365. Yang tidak jujur naik ke puncak.

366. Sing jujur kojur.
367. The honest ones will be unlucky.
368. Yang jujur hancur.

369. Akeh omah ing nduwur jaran.
370. There will be many people own a house on horseback.
371. Banyak orang tinggal di punggung kuda sebagai rumahnya.

372. Wong mangan wong.
373. People will attack other people.
374. Saling menghancurkan.

375. Anak lali bapak.
376. Children will ignore their fathers.
377. Anak lupa ayahnya.

378. Wong tuwa lali tuwane.
379. Parents will not want to take their responsibility as parents.
380. Orang tua tidak memikirkan keluarganya.

381. Pedagang adol barang saya laris.
382. Merchants will sell out of their merchandise.
383. Pedagang semakin laris jualanya.

384. Bandane saya ludes.
385. Yet, they will lose money.
386. Hartanya ludes.

387. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.
388. Many people will die from starvation in prosperous times.
389. Banyak yang mati kelaparan diantara kemakmuran.

390. Akeh wong nyekel banda nanging uripe sengsara.
391. Many people will have lots of money yet, be unhappy in their lives.
392. Banyak yang memiliki harta namun hidupnya sengsara.

393. Sing edan bisa dandan.
394. The crazy one will be beautifully attired.
395. Yang gila berbaju keren.

396. Sing bengkong bisa nggalang gedong.
397. The insane will be able to build a lavish estate.
398. Yang gila membangun property mewah.

399. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.
400. The ones who are fair and sane will suffer in their lives and will be isolated.
401. Yang waras dan adil justru hidupnya susah dan terpinggirkan.

402. Ana peperangan ing njero.
403. There will be internal wars.
404. Terjadi perang internal.

405. Timbul amarga para pangkat akeh sing pada salah paham.
406. As a result of misunderstandings between those at the top.
407. Banyak kesalahpahaman antara pemimpin yang di puncak.

408. Durjana saya ngambra-ambra.
409. The numbers of evil doers will increase sharply.
410. Pihak yang jahat semakin meluas.

411. Penjahat saya tambah.
412. There will be more criminals.
413. Penjahat bertambah banyak.

414. Wong apik saya sengsara.
415. The good people will live in misery.
416. Yang baik semakin sengsara.

417. Akeh wong mati jalaran saka peperangan.
418. There will be many people die in a war.
419. Banyak yang meninggal akibat perang.

420. Kebingungan lan kobongan.
421. Others will be disoriented, and their property burnt.
422. Banyak yang bingung dan terbakar asetnya.

423. Wong bener saya tenger-tenger.
424. The honest will be confused.
425. Yang benar semakin pusing.

426. Wong salah saya bungah-bungah.
427. The dishonest will be joyful.
428. Yang salah semakin bahagia.

429. Akeh banda musna ora karuan lungane.
430. There will be disappearance of great riches.
431. Banyak harta hilang tak tentu rimbanya.

432. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe.
433. There will be disappearance of great titles, and jobs.
434. Banyak gelar dan jabatan yang hilang tanpa sebab.

435. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.
436. There will be many illegal goods.
437. Banyak barang dan anak haram.

438. Bejane sing lali, bejane sing eling.
439. There will be more lucky for the reminder.
440. Masih untung yang waspada.

441. Nanging sauntung-untunge sing lali.
442. Those people who forget God's Will may be happy on earth.
443. Seberuntungnya yang lalai.

444. Isih untung sing waspada.
445. But those who are remember God's will are destined to be happier still.
446. Masih beruntung Yang waspada.

447. Angkara murka saya ndadi.
448. Ruthlessness will become worse.
449. Kejahatan menjadi-jadi.

450. Kana-kene saya bingung.
451. Everywhere the situation will be chaotic.
452. Bingung dimana-mana.

453. Pedagang akeh alangane.
454. Doing business will be more difficult.
455. Bisnis semakin sulit.

456. Akeh buruh nantang juragan.
457. Workers will challenge their employers.
458. Banyak pekerja menentang pengusaha.

459. Juragan dadi umpan.
460. The employers will become bait for their employees.
461. Pengusaha menjadi umpan.

462. Sing suwarane seru oleh pengaruh.
463. Those who speak out will be more influential.
464. Yang bersuara keras lebih berpengaruh.

465. Wong pinter diingar-ingar.
466. The wise ones will be ridiculed.
467. Yang bijak ditertawakan.

468. Wong ala diuja.
469. The evil ones will be worshipped.
470. Yang jelek dipuja.

471. Wong ngerti mangan ati.
472. The knowledgeable ones will show no compassion.
473. Yang berilmu tanpa belas kasihan.

474. Banda dadi memala.
475. The pursuit of material comfort will incite crime.
476. Harta menyulut kejahatan.

477. Pangkat dadi pemikat.
478. Job titles will become enticing.
479. Jabatan menjadi pemikat.

480. Sing sawenang-wenang rumangsa menang.
481. Those who act arbitrarily will feel as if they are the winners.
482. Yang sewenang-wenang merasa menjadi pemenang.

483. Sing ngalah rumangsa kabeh salah.
484. Those who act wisely will feel as if everything is wrong.
485. Yang mengalah merasa semuanya salah.

486. Ana Bupati saka wong sing asor imane.
487. There will be leaders who are weak in their faith.
488. Ada pemimpin dari mereka yang rendah imannya.

489. Patihe kepala judi.
490. Their vice regent will be selected from among the ranks of the gamblers.

491. Wong sing atine suci dibenci.
492. Those who have a holy heart will be rejected.
493. Bersih hatinya dibenci.

494. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.
495. Those who are evil, and know how to flatter their boss,will be promoted.
496. Yang jahat dan penjilat semakin menanjak.

497. Pemerasan saya ndadra.
498. Human exploitation will be worse.
499. Pemerasan dimana-mana.

500. Maling lungguh wetenge mblenduk.
501. The corpulent thieves will be able to sit back and relax.
502. Pencuri bersantai perutnya buncit.

503. Pitik angkrem saduwurane pikulan.
504. The hen will hacth eggs in a carrying pole.
505. Ayam mengeram diatas pikulan.

506. Maling wani nantang sing duwe omah.
507. Thieves will not be afraid to challenge the target.
508. Pencuri berani nantang pemilik rumah.

509. Begal pada ndugal.
510. Robbers will dissent into greater evil.
511. Perampok semakin menjadi setan.

512. Rampok pada keplok-keplok.
513. Looters will be given applause.
514. Perampok bertepuk tangan.

515. Wong momong mitenah sing diemong.
516. People will slander their caregivers.
517. Saling memfitnah.

518. Wong jaga nyolong sing dijaga.
519. Guards will steel the very things they are to protect.
520. Pagar makan tanaman.

521. Wong njamin njaluk dijamin.
522. Guarantors will ask for collateral.
523. Penjamin minta jaminan.

524. Akeh wong mendem donga.
525. Many will ask for blessings.
526. Banyak yang gila doa.

527. Kana-kene rebutan unggul.
528. Everybody will compete for personal victory.
529. Masing-masing bersaing untuk kemenangan pribadi.

530. Angkara murka ngombro-ombro.
531. Ruthlessness will be everywhere.
532. Kejahatan merajalela.

533. Agama ditantang.
534. Religions will be questioned.
535. Agama ditentang.

536. Akeh wong angkara murka.
537. Many people will be greedy for power, wealth and position.
538. Banyak yang angkara murka.

539. Nggedeake duraka.
540. Rebelliousness will increase.
541. Memperbesar kejahatan.

542. Ukum agama dilanggar.
543. Religious law will be broken.
544. Hokum agama dilanggar.

545. Perikamanungsan di-iles-iles.
546. Human rights will be violated.
547. Perikemanusiaan diinjak-injak.

548. Kasusilan ditinggal.
549. Ethics will left behind.
550. Etika ditinggalkan.

551. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.
552. Many will be insane, cruel and immoral.
553. Banyak yang gila, jahat dan hilang akal budi.

554. Wong cilik akeh sing kepencil.
555. Ordinary people will be segregated.
556. Wong cilik banyak yang dipencilkan.

557. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.
558. They will become the victims of evil and cruel persons.
559. Karena menjadi korban yang jahat dan usil.

560. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.
561. Then there will come a queen who is influential.
562. Bakal ada pemimpin memiliki pengaruh dan pasukan.

563. Lan duwe prajurit
564. She will have her own armies.
565. Dan memiliki pasukan.

566. Negarane ambane sapra-walon.
567. Her country will measured one-eighth the circumference of the world.
568. Luasnya Negara seperdelapan.

569. Tukang mangan suap saya ndadra.
570. The number of people who commit bribery will increase.
571. Penerima suap semakin menjadi.

572. Wong jahat ditampa.
573. The evil ones will be accepted.
574. Yang jahat diterima.

575. Wong suci dibenci.
576. The innocent ones will be rejected.
577. Yang bersih malah dibenci.

578. Timah dianggep perak.
579. Tin will be thought to be silver.
580. Timah dianggap perak.

581. Emas diarani tembaga.
582. Gold will be thought to be copper.
583. Emas dibilang tembaga.

584. Dandang dikandakake kuntul.
585. A rice cooker will be thought to be an egret.
586. Alat masak dibilang burung.

587. Wong dosa sentosa.
588. The sinful ones will be safe and live in tranquility.
589. Yang berdosa malah sukses.

590. Wong cilik disalahake.
591. The poor will be blamed.
592. Wong cilik disalahkan.

593. Wong nganggur kesungkur.
594. The unemployed will be rooted up.
595. Yang pengangguran terjatuh.

596. Wong sregep krungkep.
597. The diligent ones will be forced down.
598. Yang rajin terkapar.

599. Wong nyengit kesengit.
600. The people will seek revenge against the fiercely violent ones.
601. Pendendam akan menerima dendam.

602. Buruh mangluh.
603. Workers will suffer from overwork.
604. Pekerja menderita beban kerja.

605. Wong sugih krasa wedi.
606. The rich will feel unsafe.
607. Yang kaya merasa takut.

608. Wong wedi dadi priyayi.
609. People who feel insecure belong to the upper class.
610. Penakut menjadi orang terpandang.

611. Senenge wong jahat.
612. Happiness will belong to evil persons.
613. Yang disukai yang jahat.

614. Susahe wong cilik.
615. Trouble will belong to the poor.
616. Kaum miskin semakin susah.

617. Akeh wong dakwa dinakwa.
618. Many will sue each other.
619. Saling menuduh satu sama lainnya.

620. Tindake menungsa saya kuciwa.
621. Human behaviour will fall short of moral enlightenment.
622. Manusia semakin tergerus moralnya.

623. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.
624. Leaders will discuss and choose which countries are their favourites and which ones are not.
625. Pemimpin saling diskusi wilayah mana yang dipilih dan disukai.

626. Wong Jawa kari separo,
627. The Javanese will remain half.
628. Orang jawa tinggal setengahnya.

629. Landa-Cina kari sejodo.
630. The Dutch and the Chinese each will remain a pair.
631. Belanda dan china tinggal sedikit.

632. Akeh wong ijir, akeh wong cethil.
633. Many become stingy.
634. Banyak yang pelit.

635. Sing eman ora keduman.
636. The stingy ones will not get their portion.
637. Yang pelit tidak kebagian.

638. Sing keduman ora eman.
639. The ones who receive their portion will be generous.
640. Yang kebagian akan bermurah hati.

641. Akeh wong mbambung.
642. Street beggars will be everywhere.
643. Pengemis dimana-mana.

644. Akeh wong limbung.
645. Bewildered persons will be everywhere.
646. Orang bingung dimana-mana.

647. Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.
648. These are the signs that the people and their civilization have been turned upside down.
649. Pertanda bahwa peradaban sudah jungkir balik.

Read More ..

Monday, October 19, 2009

Reality Show

Saat ini sedang terjadi reality show, mengutip istilah media, pemanggilan, fit and proper test dan test kesehatan dari calon menteri kabinet bersatu. Bila sebelumnya sempat disindir banyak dari mereka yang masuk angin karena kurang tidur, menunggu dering telepon untuk ditawari jabatan menteri, maka dalam beberapa hari terakhir semakin jelas dan tergambar profil siapa saja mereka yang akan menduduki jabatan paling strategis ini. Dalam tayangan di televise juga diwartakan fasilitas apa saja yang bakal dinikmati oleh para calon menteri manakala nanti dilantik. Ada mobil dinas, gaji, tunjangan dan fasilitas menggiurkan lainnya. Tentunya para menteri itu juga akan memiliki wewenang dan kekuasaan yang besar. Tidak heran banyak kalangan atau mereka yang merasa pantas dan memiliki kapasitas berharap menerima panggilan pertelepon undangan dan tawaran jabatan sebuah kursi menteri.

Sayangnya tidak banyak media yang mewartakan melimpahnya pekerjaan rumah, tugas dan tanggung-jawab sebagai seorang menteri atau bagian dari pemerintahan saat ini dan masa-masa mendatang. Sebagaimana dilansir oleh sebuah website gambaran hutang luar negeri kita sebagai berikut,

Sehingga cara-cara tersebut harus juga di ikuti dengan adanya komitmen untuk menghentikan ketergantungan terhadap utang luar negeri yang baru. Hal ini merupakan agenda prioritas yang harus dilakukan semua partai politik atau calon presiden hasil pemilu 2009. Jika hal ini tidak dilakukan maka kesejahteraan masyarakat Indonesia akan sulit untuk diwujudkan.

Sebagai catatan, di tahun 2004-2008, pembayaran bunga dan cicilan pokok utang luar negeri menunjukkan tren yangmeningkat. Outstanding utang luar negeri Indonesia sejak tahun 2004-2009 juga terus meningkat dari Rpl.275 triliun menjadi Rpl .667 triliun (berdasarkan data www.dmo.or.id). Ditambah dengan peningkatan secara signifikan total utang dalam negeri dari Rp662 triliun (2004) menjadi Rp920 triliun (2009).
Pengamat ekonomi lchsanudin Noersy juga sempat berujar, jika ditinjau dari 4 tahun yang lalu jumlah utang Indonesia meningkat sebesar Rp392 triliun dari posisi Rpl 275 triliun menjadi Rpl667 triliun per Februari 2009 ini.

Memang, secara produk domestic bruto (PDB), jumlah utang memang berkurang menjadi 31% dari yang semula 56%. Namun jika dibandingkan perkapita pada 4 tahun yang lalu dengan jumlah penduduk sebanyak 217 juta, tiap warga negara akan menanggung beban Rp5.873.500. Sedangkan per Februari 2009 telah terjadi peningkatan penduduk menjadi 227 juta, dan mereka kebagian menanggung utang sebesar Rp7.728.525 per kepala. Dengan begitu, jumlah tersebut merupakan beban utang yang harus ditanggung oleh setiap perorangan warga Indonesia. Pemerintah beralasan, peningkatan jumlah utang adalah akibat dari adanya krisis. Sehingga pemeritah perlu berjaga-jaga dengan mengadakan pinajaman. Namun berbagai kalangan menilai, pinjaman luar negeri yang melibatkan lembaga multilateral sangatlah memberatkan. Dan sistem bilateral dinilai lebih tepat.

Pada prinsipnya, apapun utang yang dijalankan yang penting tujuannya adalah meningkatkan produktifitas, penciptaan lapangan kerja. Tidak untuk pengembangan sektor lain yang lebih bersifat pertahanan dan pencitraan.
Dari gambaran tersebut terlihat peningkatan jumlah hutang yang cukup besar selama 5 tahun terakhir. Dengan tidak mengecilkan keberhasilan yang dicapai maka besarnya hutang Negara akan cukup menyulitkan pemerintah mendatang melakukan pembangunan dan mensejahterakan rakyatnya. Konon hutang ibarat pedang bermata dua, bila pintar dan tepat menggunakanya akan menjadi produktif dan mendongkrak kesejahteraan, namun bila lalai dan menyalahgunakan maka pedang hutang akan bisa menebas produktifitas dan kemampuan pemerintah.

Apakah agenda fit and proper test juga sekaligus pemahaman dan sosialisasi masalah serius hutang Negara, - orang awam akan tidak tahu pasti. Yang jelas manakala mereka sanggup dan menerima amanah sebagai menteri mestinya menyadari belaka bahwa tugasnya bakal tidak ringan sama sekali. Normalnya banyak yang akan menolak disodori jabatan menteri manakala sangat memahami kondisi nasional saat ini, namun nampaknya hampir tidak ada penolakan, setidaknya seperti yang diupdate oleh media- bahkan calon menteri nampak gembira dan bahagia.

Dari sebuah sumber lainnya disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan didorong empat sektor yaitu telekomunikasi, elektronik, energi, dan petrokimia. Hal ini tentunya harus dicermati dan ditanggapi dengan menempatkan menteri di sector tersebut dengan profil yang kompeten, cerdas, jujur, penuh integritas namun tetap mahir ber-inovasi serta menguasai persaingan local maupun global. Setidaknya masih terlihat bahwa distribusi penempatan menteri masih terikat pemerataan antar partai maupun kepentingan. Barangkali hal ini tidaklah terlalu buruk, namun bisa mengorbankan energi, focus, maupun waktu yang akan berpacu cepat di tengah persaingan global. Nasib 240 juta rakyat menjadi pertahurahan.
Read More ..

Friday, October 02, 2009

Bantulah Sesama


Pernahkah anda merasakan, hampa di kepala, hampa di dada. Begitu sulit untuk melakukan sesuatu hal. Hari Lebaran belum lama bergema, nuansanya bahkan masih terdengar, sisa kue masih tersaji di meja. Masih banyak yang melakukan kegiatan halal-bihalal, bermaaf-maafan atas kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan. Masih segar hiruk pikuk suasana dan eksodus mudik jutaan orang dari kota/daerah satu ke daerah lainnya. Jutaan motor membanjiri jalanan. Mungkin jutaan mobil juga hiruk pikuk kesana kemari membawa penumpangnya. Triliunan rupiah konon turut terdistribusi dari kota ke daerah. Sungguh sebuah kegiatan yang dinanti semua orang dan positip tentunya.

Usai mudik merekapun kembali ke tempatnya semula. Kesibukan bergeser menjadi kegiatan berkarya kembali. Sehabis mudik, masih jet leg, dengan pikiran yang lebih fresh tentunya, semuanya sibuk menjalankan perannya kembali. Perangkat pemerintahan, swasta, yayasan, LSM, media dan bahkan anak sekolah kembali ke tempat kesehariannya. Business as usual. Sebagian bahkan masih merasakan malas setelah dua mingguan bersantai di kampong halaman. Ada juga pegawai yang kena sanksi karena absent di hari pertama kerja, dan seabreg peristiwa umumnya setelah libur panjang.

Presiden terpilih belum dilantik, banyak permasalahan bangsa mendera, perburuan teroris-pun mengisi berita di layar kaca dan media cetak setiap harinya. Suasana pun bertambah riuh ditambah iklim dan cuaca yang semakin panas. Konon bulan Oktober ini, suhu akan mendekati puncak-nya karena jarak matahari yang persis di atas bumi menyebabkan semakin panas. Lapisan pelindung bumi semakin tipis dan rusak serta mulai kedodoran menahan panasnya matahari. Daya dukung alam semakin berat menahan dan menopang kehidupan milyaran penghuninya.

Di sela-sela kembalinya kesibukan dan kegiatan sehari-hari, bencana gempa kembali menghentak. Kali ini gempa yang cukup besar menimpa beberapa kota di kepulauan Sumatera, seperti Padang dan Jambi. Konon gempa ini goncanganya cukup besar, meruntuhkan banyak bangunan permanent, dan menelan ratusan korban jiwa tidak berdosa. Gempa yang terjadi tentu merupakan fenomena alamiah sebagimana gempa di tempat dan belahan lainnya, seperti Jepang dan Amerika. Apalagi konon di bawah kepulauan Indonesia terdapat jalur memanjang lempengan di dasar pantai/perut bumi yang setiap waktu membuta keseimbangan. Diakui bahwa beberapa waktu terakhir bencana alam seolah berlomba untuk unjuk kebolehan. Banjir, gunung berapi, tsunami, gempa, kebakaran maupun kekeringan datang silih berganti.

Ke depan kehidupan bakal semakin sulit dan berat. Hampir seluruh aspek dan sudut kehidupan diperebutkan dan terjadi persaingan ketat. Bila anda ke terminal atau stasiun, mulai dari parkir sudah ngantri, beli tiket ngantri, bahkan ke kamar kecilpun ngantri. Jangan kata bila ada lowongan pekerjaan, bakal terjadi antrian ribuan pencari kerja. Setiap sudut dan ruang sudah terisi oleh mereka guna mempertahankan hidupnya. Hampir tidak ada lagi celah dan ruang di kota/.desa yang masih tersisa, semuanya terisi. Hal ini menandakan bahwa daya dukung alam dan lingkungan sudah maksimal.

Kualitas udara dan air semakin menurun, juga harga untuk mendapatkannya semakin mahal. Sekedar santai di pegunungan atau pantai saat ini tidaklah gratis, harus membayar, manakala akses-nya dikuasai oleh mereka atas nama kelompok atau perusahaan. Berbagai hal dari alam yang dulunya gratis sekarang harus membayar untuk menikmatinya.

Saat sumber daya alam semakin menipis, lingkungan semakin rusak, sementara jumlah manusia semakin banyak maka kemampuan alam untuk mendukung kehidupan penghuninya akan semakin turun. Sementara alam dan lingkungan yang rusak akan diikuti kerusakan ekosistem, keseimbangan alam terganggu, polusi, menipisnya lapisan ozon, suhu semakin panas, global warming, makin mencairnya es di kutub diperhitungkan akan mengganggu kehidupan manusia di permukaannya. Ditambah tidak sedikit ilmuwan menghitung bahwa matahari, sumber utama kehidupan bumi akan semakin panas dan apapun yang terjadi dengan matahari akan berdampak hebat pada kehidupan tata surya termasuk planet bumi.

Sehingga dengan berbagai bencana yang datang, berbagai kerusakan alam, daya dukung yang menurun, mengharuskan umat manusia saling bahu membahu. Bila sebelumnya pernah terjadi perang dunia I, II, bom atom, percobaan nuklir, perang antar Negara, maka seyogyanya ke depan umat manusia lebih memikirkan alam dan lingkungannya, ketimbang saling membunuh atas nama kepentingan individu ataupun kelompok. Kenapa, manakala alam sudah mencapai umur-nya, matahari semakin panas, bumi-pun terkena dampak yang hebat, maka mau bersembunyi dimanapun manusia tidaklah kuasa untuk melangsungkan hidupnya. Sehingga satu-satunya argument yang rasional adalah umat manusia mesti saling membantu satu sama lainnya.

Saat gempa menggoncang dan meluluhlantakan rumah, jalan, bangunan dan menimbulkan banyak korban jiwa, maka yang paling mendesak dilakukan adalah membantu dan menyelamatkan jiwa. Bencana alam datang sebagai hukum alam dan bukan mereka yang minta, sehingga mereka berhak mendapatkan bantuan oleh umat manusia/saudara yang kebetulan aman dan tidak terkena bencana di tempat lainnya. Disadari bahwa bumi ini suatu saat bakal hancur sehingga tidak ada tempat yang aman selamanya. Bumi ini memang fana dan sudah digariskan akan hancur lebur suatu saat. Yang dapat dilakukan adalah sedapat mungkin saling membantu dan berhenti membuat kerusakan lebih banyak lagi. Sayangilah bumi tempat berpijak, kembalikan keseimbangan alam. Berpikirlah sejuta kali sebelum menebang pohon, membabat semak, membeton pantai, menambang membabi buta dan bahkan membuang sampah sembarangan. Buat apa emas, permata, berlian, batu berharga, deposito yang susah payah dikumpulkan, manakala hutan tidak ada lagi, banjir melanda, panas membakar, gempa menggoncang dan gunung berapi memuntahkan laharnya. Apakah semua harta tadi lantas bisa menyelamatkan kehidupan, ternyata tidak sama sekali. Sayangilah alam dan lingkungan satu-satunya ini.
Read More ..

Thursday, September 17, 2009

Makna Lebaran


Bila anda googling dengan keyword “makna lebaran” maka akan muncul sebanyak 1,75 juta hasil, sementara keyword “arti lebaran” akan memunculkan 286 ribu hasil atau dengan keyword “hikmah lebaran” yang memunculkan 379 ribu hasil. Sehingga barangkali sudah ada 2 juta lebih artikel yang membahas dan mengupas makna, arti dan hikmah lebaran. Entah dengan tambahan satu artikel ini bakal berdampak atau tidak, namun setidaknya akan memperkaya lagi satu referensi meski dengan kadar seberapa kecil pesan di dalamnya, atau bahkan sudah tidak berarti sama sekali karena bahasan makna lebaran sudah dikupas habis, tuntas dari A sampai Z, serta masih ditambah bahasan / kupasan diskusi, wacana, forum, worshop, atau materi ajar di berbagai pesantren/informal/sekolah/kampus dan seterusnya.

Namun whatever- apapun itu, setiap orang tetaplah berhak beropini, menulis, menyampaikan message atau sekedar men-share pengalaman dan sebagainya. Bila anda ditanya apakah makna lebaran barangkali secara umum anda akan berpedapat bahwa lebaran artinya kembali fitrah, kembali suci – ibarat bayi- ibarat kertas putih- setelah sebulan puasa, ibadah, berbuat amal kebajikan, menahan lapar haus, menahan nafsu duniawi, membaca kitab, diskusi agama, tepo seliro, membayar zakat dan berbagai kegiatan religi lainnya. Disadari atau tidak, harus diakui bahwa desain ibadah dari agama Islam ini memang luar biasa, termasuk ibadah puasa dan lebaran.

Lebaran juga bisa dilihat sebagai bentuk kemenangan. Kemenangan atas segala hawa nafsu, kemenangan setelah sebulan berpuasa dan berlomba saling melakukan kebajikan. Sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar, maka tidak dipungkiri perayaan Lebaran di negeri ini barangkali yang paling massive seantero jagad. Ditambah tradisi mudik saat lebaran makin mengukuhkan kegiatan ini memang menyedot perhatian semua kalangan- tidak sebatas umat muslim. Tradisi mudik dalam rangka lebaran ini bahkan menjadi fenomena tersendiri dimana puluhan juta orang berpindah tempat dari Jakarta maupun kota besar lainnya, pulang ke tempat/daerah asalnya. Positifnya, tradisi mudik ini juga menyelipkan pemerataan ekonomi yakni distribusi trilliunan rupiah dari kota besar ke daerah. Mudik Lebaran tanpa disadari juga bentuk dari kegiatan pemerataan pendapatan.

Terkadang sebagian orang tetap tidak habis mengerti tradisi mudik lebaran ini, kenapa orang-orang itu rela mudik, bermacet ria – puluhan jam- panas dan capek- hanya untuk pulang ke kampung halaman. Kalau tujuan pulang kampong kenapa tidak dilakukan di waktu lainnya, tidak secara eksodus. Mereka yang heran barangkali kurang memahami bahwa mudik saat lebaran, hakekatnya tidaklah tergantikan oleh apapun. Mudik lebaran adalah ritual recharge bagi mereka setelah setahun penuh bekerja mencari nafkah, bergelimang berbagai persoalan, masalah, urusan, konflik, emosi, stress dan bahkan persaingan sengit.

Lebaran, adalah magnit dan daya tarik besar bagi setiap orang termasuk yang bukan muslim seolah turut memiliki dan merayakan lebaran. Lebaran ini nuansanya sungguh berbeda dengan hari besar agama lain, termasuk hari besar nasional. Lebaran adalah hari dimana setiap orang berlomba saling mengalah, berlomba memaafkan kesalahan sesama, puncak dari ibadah puasa sebulan penuh maupun bentuk event sosial terbesar dimana sanak keluarga, handai taulan, kerabat sahabat, bahkan pesaing bisnis bertemu,beramah tamah dengan kepala dingin. Itulah barangkali secara umum makna lebaran bagi meraka yang merayakan.

Usai begitu banyak makna lebaran, selanjutnya bagaimana dengan sebelas bulan yang lain. Apakah makna sebulan puasa dan perayaan lebaran berdampak pada yang sebelas bulan ini. Secara jujur barangkali bisa dibilang belum. Apakah puasa yang sebulan beserta berbagai atribut religi-nya, berhasil menopang mereka menjaga, konsisten dan keep on track tindakan, perilaku dan sepak terjang sebelas bulan berikutnya. Artinya kalau memang iya, maka kehidupan ini memang bakal menjadi sedemikian harmonis, sejahtera, makmur, serba indah dan penuh kedamaian. Apakah kehidupan kita sudah seperti itu, nampaknya kok belum- masih jauh dari nuansa itu. Tidak sedikit dari mereka usai lebaran, kembali ke watak aslinya, grrrhhhhh, berlomba mencari duniawi dan materi dengan berbagai cara. Kembali akan terjadi konflik, sikut-sikutan, cakar-cakaran, adu otot, tidak mau mengalah, bahkan saling mencurangi demi tujuan masing-masing.

Barangkali anda berpendapat, kalau dalam setahun kita mesti berbuat kebijakan, rasanya muskil, ngga mungkin itu- ngga manusiawi. Kenapa, karena manusia adalah tempatnya berbuat salah, kata sebagian orang, jadi tindakan itu masih dalam batas wajar. Pandangan ini barangkali tidak berlebihan- hanya malaikat yang bisa berbuat kebajikan sepanjang masa. Namun suka atau tidak itulah konsekuensinya. Sekira anda sudah berpuasa dan merayakan lebaran saling memaafkan, maka standard ini yang idealnya terus dipertahankan di sebelas bulan berikutnya – merupakan sebuah cycle, siklus yang terus bersambung ke siklus berikutnya. Jadi ibadah puasa dan perayaan lebaran merupakan amanah dan sertifikat anda untuk mengarungi perjuangan selanjutnya dengan standard sama. Kalau kadang khilaf artinya di bawah standard, mungkin manusiawi asal sebagian besar waktu berikutnya tetap pada jalur-nya. Ibarat sekolah, bila performa kita 70% atau lebih on the track – sementara sisanya barangkali khilaf- mungkin kita masih berkategori lulus dan puasa kita memang berdampak. Namun bagaimana kalau 70, 80, atau 90% tindakan kita di bawah standard, apakah puasa kita dianggap berhasil, barangkali kita semua bisa merenungkan. Selamat berpuasa, Selamat merayakan hari raya Idul Fitrie 1430 H, Mohon maaf lahir dan bathin !
Read More ..

Wednesday, September 09, 2009

NKOTB


Seorang rekan ternyata masih menyimpan beberapa klip musik. Diantaranya NKOTB, New Kid On The Block, hmm sebuah band boy yang digalang oleh 5 remaja. Anda barangkali masih SD atau SMP ketika band ini hadir dan mengguncang dunia entertainment. Banyak yang bias disebutkan dengan kehadiran band yang kental dengan aksi panggungnya. Daya tarik utama band ini selain tampilan kelima remaja yang keren, lagu-lagu berjiwa remaja yang romantic, nge beat dan terutama aksi panggung-nya yang hmm luar biasa. Kelimanya bak penari yang sangat luwes beratraksi di panggung dan gerakannya tertata dan sangat kompak. Tidak banyak sampai hari band yang berpenampilan ala NKOTB.

NKOTB sendiri seperti dilansir wikipedia merupakan grup pop Amerika yang mengalami jaman kesuksesan antara tahun 1980 – 1990 sebagai boy band yang berhasil menjual 80 juta album ke seluruh dunia. Sungguh angka yang fantastic untuk sebuah band remaja. Dibentuk di Boston tahun 1984 oleh produser Maurice Starr, sebagian anggota band masih bersaudara yakni Jordan dan Jonathan Knight, Joey Mclntyre, Donnie Wahlberg, serta Danny Wood. Mereka memenangkan dua American Music Awards tahun 1990 kategori Favorite Pop/Rock Band, Duo atau Grup dan album Favorite Pop/Rock. Setelah bubar tahun 1994, beberapa upaya membangun kembali band , namun semuanya gagal. Setelah secara rahasia reuni tahun 2007 mereka mengubah tampilan, merilis album dan memulai konser tahun 2008. Album berjudul The Block dirilis 2 September 2008.

Secara singkat perjalanan NKOTB dimulai era 1984 – 1985, dimana Starr dan Mary Alford ingin membentuk grup RB/Pop dan mengadakan audisi di Boston. Audisi diikuti 500-an remaja. Pada audisi tersebut penampilan remaja 15 tahun Donnie Wahlberg mengesankan Starr dan Alford dengan kemampuan rap, menari dan aksi panggungnya. Wahlberg akhirnya dipilih dan membantu terbentuknya grup pop tersebut. Mark, saudaranya direkrut, teman baiknya Danny Wood dan teman sekolahnya Jordan Knight yang mampu menyanyi falsetto. Jonathan, kakak Knight juga diterima sebagai anggota band.

Tahun 1986- adalah album NKOTB pertama dilaunch. Dibawah Columbia Record/Sony Grup, meluncurkan self-titled debut album. Single Be My Girl menerima minor airplay diantara Grup Boston, namun gagal pada level nasional. Single kedua, Stop It Girl, bahkan lebih buruk. New Kid juga melakukan tour keliling Inggris dan mendapat triple platinum oleh RIAA.

Era 1988 – 1989 dikeluarkan album Please Don’t Go Girl dan popularitas merangkak naik #10 pada Billboards Hot 100 Singles Chart. Album berikutnya Hangin’ Tough, disusul single You Got It (The Right Stuff). Lagunya mendapat perhatian dari MTV dan dimulailah video secara teratur termasuk Club MTV. Single berikutnya I’ll Be Loving You (Forever) yang menempati nomor satu Billboard Hot 100. Holiday album, Merry, Merry Cristmas dirilis musim gugur disamping top 10 hit This One’s for the Children yang mendapat double platinum.

Periode 1990 – 1991, dinamakan step by step dimana pada album tersebut lebih dari setengahnya lagu ditulis dan diproduksi oleh anggota band. The title track mendapat nomor satu pada Hot 100 Single Chart dan menjadi biggest selling single.

Tahun 1992 band merilis single If You Go Away yang menempatkan no 16 di US Chart dan no 9 di UK Chart.

Kepopuleran NKOTB juga mewabah di tanah air dengan potongan rambut agak gondrong dan menjulang keatas. Ditambah saat itu remaja/dunia hiburan dilanda wabah flashdance dan breakdance, jadilah NKOTB sebagai band favorit remaja. Dalam salah satu kesempatan manggung konon Tommy Page tampil pertama, sempat dilempari penonton, karena tidak sabar menunggu unjuk kebolehan NKOTB. Padahal Tommy Page yang wajahnya konon mirip Elvis presley bukanlah penyanyi kacangan, namun itulah dia mesti minggir untuk jalan sang idola.

Dalam beberapa kesempatan band yang anggotanya digandrungi remaja wanita seantero jagat itu ditanya, siapakah gadis/cewe idola mereka, dan ternyata hamper semuanya mengidolakan Janet Jackson, saudari dari mega star Michael Jackson yang tahun ini meninggal dunia.

Bila anda lihat video clip-nya yang berjudul Tonight, sungguh terlihat bagaimana aksi panggung, gerak tari kelima remaja ini, begitu fantastis. Sulit mencari tandinganya sampai hari ini performance dari band remaja Boston.
Read More ..

Monday, September 07, 2009

Perantau


Buka apa sore ini ya, tiga orang berdiri di pintu keluar bangunan tua. Bangunan itu dibuat jaman belanda dan masih kokoh berdiri sampai saat ini. Bangunan itu sekarang merupakan sebuah kantor. Ketiga orang itu merupakan sebagian perantau yang banyak bertebaran di kota itu. Mereka bekerja 480 km dari keluarga dan selalu pulang setiap akhir pekan. Moda transportasi yang setia mengantarkan adalah kereta api. Terkadang naik kendaraan atau bus. Namun, moda diatas rel ini menjadi saksi utama puluhan tahun orang yang berpindah dari dari satu tempat/kota ke tempat lainnya. Mereka ada yang 6 tahun, 10 tahun atau bahkan 12 tahun melakukan ritual pulang pergi tiap akhir pekan. Lantas kenapa keluarga tidak diajak saja ke kota mereka bekerja, ternyata banyak alasan dan kondisi yang melatari. Ada yang karena semai dan istri bekerja di dua kota berbeda, sudah mapan di kota lain, terlanjur beli rumah, dekat orang tua sampai, alas an ekonomi sampai alasan anak sekolah. Dan sudah puluhan tahun mereka dapat berjalan secara lancar semakin menyimpulkan bahwa skema ini bisa dilakukan. Malah ada yang tiga bulan baru bisa pulang, misalnya mereka yang bekerja di kota beda pulau atau bekerja di pelayaran. Itulah dinamika keluarga dan pekerjannya, yang terkadang berat namun ternyata tetap menuai hikmah.

Eh kok bengong sapa yang berambut cepak, buka dimana nih, dah adzan dari tadi tuh, ingat ya kereta jam 20.00 malam. Ketiganya berpikir sebentar dan akhirnya dipilih warung sederhana berjarak 50 meter. Ketiganya memesan menu kuah, sayur asem, dan sop ceker. Lauknya tempe, tahu dan ayam. Karena puasa menu kolak dan bubur kacang ditambahkan. Hhm nikmat nian menyantap hidangan khas daerah itu, sambalnya pedas, teh-nya manis dan panas. Tak terasa ketiganya menyeka keringat.

Gerbang 5 nomor kursi 8a, b dan c mana ya pak. Oh gerbang depan setelah restorasi tunjuk petugas station. Terlihat banyak penumpang menenteng tas besar dan tas ransel. Banyak diantarnya sudah saling kenal karena memang rutin pulang setiap jumat sore. Biasanya rombongan perantau itu bisa membayar di atas gerbang dengan tariff nego. Namun sejak penertiban terpaksa mereka membeli tiket resmi seharga seratus ribu rupiah. Tidak terlalu besar memang, namun kalau setiap minggu jadinya jumlah yang besar dan cukup berat bagi sebagian mereka yang gaji setiap bulan-nya tidak terlampau besar.

Hmm gerbang itu terlihat baru saja dibersihkan dan dilap, lumayan klimis dari biasanya kusam. Kipas yang biasanya hitam legam kali ini terlihat bersih dan hembusan anginnya juga adem. Hanya aroma kamar mandi memang tidak bisa hilang dan tercium sesekali. Kamar mandi kereta bisnis ini memamng ada di setiap gerbang, masalahnya tidak setiap kamar mandi ada airnya. Entah saluran airnya yang macet dan tidak kunjung dibetulin, atau sengaja yang jelas hanya beberapa kamar mandi yang mengucurkan airnya. Jok kereta bisnis ini sedikit nyaman ketimbang ekonomi yang sudutnya 90 derajat. Jok ini sedikit landai sehingga punggung bisa duduk agak nyaman.

Jam 20.00 kereta berangkat menuju Jakarta dari station tawang. Kereta akan menempuh jarak 480 km dengan jarak tempuh sekitar 7 jam. Dua anak di kursi sudut nampak berkejaran di lorong kereta, sementara ibunya berteriak memanggil. Dua bapak di depan asyik ngobrol dan makan kue. Seorang anak muda dengan cuek mulai menggelar koran di bawah jok, bersiap tidur. Memang istimewanya di kereta bisnis ini penumpang boleh memilih menggelar Koran atau karpet di bawah untuk tidur. Kenapa, kalau di jok kaki bakal nekuk dan pegal. Hanya kalau di bawah tentu berdebu dan yang alergi harus bersiap batuk dan bersin. Petugas restorasi hilir mudik menjajakan rokok, minuman, dan makan malam. Menu kereta bisnis ini tetap yakni nasi rames, nasi goreng, mie rebus dan mie goreng. Tapi bila anda berskesempatan mencoba rasanya cukup enak dan sesuai dengan harganya.

Kereta berhenti di station yang pertama setelah tawang yakni weleri, batang. Ada beberapa penumpang naik dari station kecil ini. Berikutnya kereta akan berhenti di beberapa station seperti pekalongan, pemalang, tegal, cirebon, bekasi dan jatinegara. Terkadang kereta harus berhenti cukup lama menunggu langsir dan kereta lawan lewat. Masih banyak ruas rel yang belum dibangun double sehingga kereta harus bergantian lewat, dan hal ini cukup memakan waktu.

Hmm bila terlambat kita harus sahur di kereta nih nampaknya, kata yang berkaos hitam. Ah biasanya cukup tepat waktu kok, sahut yang berbaju merah. Yang berambut cepak diam saja dan asyik tidur ayam rupanya. Selepas tegal banyak penumpang terlelap tidur setelah rombongan penjaja makanan dan minum lewat bak peragawati. Kereta bisnis ini membolehkan pedagang masuk menjajakan dagangannya. Mereka hilir mudik bagaikan peragawati, berteriak lantang, pisang goreng, mie rebus, nasi ayam, teh kotak atau beragam rokok. Penumpang berkesempatan tidur saat pedagang turun. Tiba di cirebon kembali gaduh pedagang membangunkan mereka yang terlelap. Yang membawa tas berharga spontan bangun dan mengawasi tasnya. Banyak juga yang cuek dan tetap tertidur, meski kakinya yang selonjor dilompati kadang tersenggol kaki pedagang. Nasi ayam berapa, kata ibu tua di sebelah, enam ribu bu sahut pedagang. Lho kemarin kan lima ribu, iya bu harga sudah naik semua sanggah pedagang. Sambil bersungut ibu tua membeli satu bungkus dan langsung memakannya.

Sekitar jam 03.00 kereta memasuki jatinegara dan banyak penumpang berhamburan keluar. Tiga berteman tadi juga keluar dan berpisah kerumah masing-masing. Mereka akan bertemu hari minggu malam di tempat dan gelombang yang sama, wah kayak radio saja. Hmm satu kenikmatan tersendiri dapat berkumpul kembali dengan keluarga. Bisa bercanda dengan anak, sahur dan makan berbuka bersama. Setidaknya dua hari yakni sabtu dan minggu dihabiskan buat bersama anak dan keluarga. Bagi mereka yang kebetulan bukan perantau kenikmatan akhir minggu barangkali jarang dirasakan.

Minggu sorenya kembali ketiganya datang di station dengan bekal buka dan sahur masing-masing. Setelah sholat di mushola dekat station ketiganya membuka bekal. Yang berbaju krem membawa nasi, minuman, buah, sayur labu, daging cabe dan ceplok telur. Yang berkaos biru membawa nasi, opor, empal, sayur tempe, minuman dan buah. Sementara yang berbaju coklat membawa minuman, mie goreng, daging, udang dan nasi. Wah menunya segera disantap usai adzan maghrib. Setengah porsinya bakal digunakan buat sahur. Kali ini kereta tidak terlampau penuh dan ketiganya tergolek di gerbang 8 usai menyantap buka. Hanya sedikit penumpang di gerbang buncit ini. Kereta berjalan tepat waktu namun berhenti lama di Brebes, biasa, ganti loko. Beberapa penumpang terbangun karena kegerahan. Sampai Weleri jam 03.00 sedikit telat. Banyak yang segera makan sahur termasuk ketiga orang tadi asyik menikmati bekal sahurnya. Jess jess berisik rel kereta terdengar semakin menjauh.
Read More ..

Friday, September 04, 2009

Marketing Strategy

Konsep pemasaran dari pembangunan organisasi pada kepuasan yang menguntungkan dari kebutuhan pelanggan telah membantu perusahaan mencapai sukses dengan pertumbuhan tinggi, pasar dengan kompetisi sedang. Namun, untuk menjadi sukses di pasar di mana pertumbuhan ekonomi telah ditingkatkan dan di mana terdapat banyak kompetitor yang mengikuti konsep pemasaran, strategi pemasaran yang dikembangkan dengan baik diperlukan. Mempertimbangkan strategi semacam portofolio produk dan memperhitungkan langkah yang diantisipasi dari pesaing di pasar.

Kasus Barco

Pada akhir tahun 1989, divisi sistem proyeksi NV Barco dihadapkan dengan perkenalan kejutan Sony atas proyektor grafis yang lebih baik. Barco telah dianggap sebagai pemimpin, memperkenalkan produk-produk berkualitas tinggi pertama dan menargetkan ceruk pasar yang bersedia membayar harga yang lebih tinggi. Menjadi perusahaan yang lebih kecil, Barco tidak dapat bersaing pada harga, sehingga secara tradisional menerapkan strategi skimming di pasar proyektor grafis, di mana memiliki pangsa pasar 55% dari pasar kecil. Pangsa pasar Barco secara keseluruhan untuk semua jenis proyektor hanya 4%.

Meskipun pasar Barco terutama dalam proyektor grafis, perusahaan tidak memperkenalkan proyektor grafis baru selama lebih dari dua tahun. Sebaliknya, mereka menghabiskan sebagian besar dari anggaran R & D pada produk proyektor video. Namun, proyektor video bukanlah pasar Barco.

Insinyur Barco telah bekerja berjam-jam di proyektor baru mereka yang tidak akan sebaik Sony. Beberapa orang mengira mereka tidak seharusnya berhenti bekerja pada produk tersebut karena moral insinyur menderita setelah diberi tahu betapa pentingnya bekerja keras untuk meluncurkan produk keluar. Namun, bahkan mempertimbangkan semangat tim produk bukanlah ide yang baik untuk memperkenalkan produk yang lebih rendah daripada Sony. Barco secara bijaksana menghentikan produk inferior dan menaruh upaya besar dalam mengembangkan proyektor yang mengungguli Sony.

Kasus Barco yang menggambarkan beberapa konsep strategi pemasaran:

Strategi Upaya Menjual / Harga: Sebuah perusahaan yang mengikuti strategi skimming berusaha untuk menjadi yang pertama memperkenalkan produk dengan kinerja yang sangat baik, menjual ke segmen pasar inovator dan menetapkan harga premium untuk itu. Ini membuat keuntungan sebanyak mungkin, kemudian bergerak pada saat kompetisi tiba. Harga kemungkinan akan jatuh dari waktu ke waktu sebagai persaingan yang dihadapi. Strategi skimming macam itu kontras dengan strategi penetrasi, yang berusaha untuk memperoleh pangsa pasar dengan mengorbankan keuntungan jangka pendek, dan meningkatkan harga dari waktu ke waktu sebagai pangsa pasar yang diperoleh.

Kompetitor memiliki kekuatan dan kemampuan tertentu. Agar berhasil, perusahaan harus memanfaatkan kemampuan yang unik.

Sebuah perusahaan harus mempersiapkan strategi defensif sebelum potensi ancaman tiba. Jika kejutan kompetisi sebuah perusahaan dengan pengenalan produk yang jauh lebih unggul, perusahaan harus menahan keinginan untuk melanjutkan dengan produk yang biasa-biasa saja. Sebuah perusahaan tidak pernah harus memperkenalkan produk yang usang ketika produk itu mengejutkan pasar.

Tanggapan yang mungkin dari persaingan itu terhadap tindakan perusahaan harus dipertimbangkan secara hati-hati.

Riset Marketing Bagi Strategi Pengambilan Keputusan

Penggunaan paling umum kedua riset pemasaran adalah untuk analisis diagnostik untuk memahami pasar dan kinerja perusahaan saat ini, dan kesempatan analisis untuk menentukan apapun peluang untuk pertumbuhan. Riset pemasaran meliputi studi konsumen, studi distribusi, semantik scaling, multidimensional scaling, studi intelijen, proyeksi, dan analisis hubungan. Beberapa di antaranya diuraikan di bawah ini.

* Semantic scaling: rating yang sangat sederhana tentang bagaimana konsumen melihat atribut fisik suatu produk, dan nilai-nilai yang ideal akan atribut-atribut. Semantik scaling sangat tidak akurat karena konsumen yang disurvei menurut peringkat ordinal sehingga rata-rata matematis tidak mungkin. Sebagai contoh, 8 bukanlah dua kalinya 4 dalam sistem peringkat ordinal. Selain itu, setiap orang menggunakan skala yang berbeda.
* Multidimensional scaling (MDS) membahas masalah yang terkait dengan skala semantik oleh pemberian suara konsumen untuk perbandingan pasangan-bijaksana antara produk atau antara satu produk dan yang ideal. Asumsinya adalah bahwa ketika orang tidak dapat yakin melaporkan dimana atribut mengarahkan pilihan mereka, mereka dapat melaporkan kesamaan persepsi antara merek. Namun, analisis MDS tidak menunjukkan kepentingan relatif antara atribut.
* Analisis hubungan menyimpulkan kepentingan relatif atribut dengan menghadirkan konsumen serangkaian fitur dua produk hipotetis dan meminta mereka memilih produk yang lebih disukai. Pertanyaan ini diulang terus dengan beberapa set nilai-nilai atribut. Hasilnya dapat digunakan untuk memprediksi atribut mana yang lebih penting, kombinasi nilai atribut yang paling disukai. Dari informasi ini, pangsa pasar yang diharapkan dari suatu desain dapat diperkirakan.

Alokasi Sumber Daya Multi Produk

Metode alokasi sumber daya yang palig umum adalah:

* Persentase penjualan
* Penilaian Eksekutif
* Semua yang anda dapat tawarkan
* Pesaing seimbang
* Berdasarkan tahun lalu

Metode lain disebut kalkulus keputusan. Manajer akan ditanya empat pertanyaan:

Kondisi penjualan :

1. tidak ada tenaga pemasaran
2. setengah usaha saat ini
3. 50% upaya yang lebih besar
4. suatu tingkat kejenuhan usaha.

Dari jawaban ini, kita dapat menentukan parameter dari fungsi respon S-kurva dan menggunakan teknik pemrograman linear untuk menentukan alokasi sumber daya.

Keputusan algoritma yang menghasilkan solusi ekstrim, seperti mengalokasikan sebagian besar tenaga penjualan untuk satu produk sementara mengabaikan produk lain sering tidak menghasilkan solusi praktis.

Untuk produk matang, kenaikan penjualan sangat sedikit sebagai fungsi dari pengeluaran iklan. Namun untuk produk yang lebih baru, ada korelasi yang sangat positif.

Model portofolio dapat digunakan untuk mengalokasikan sumber daya di antara lini produk utama atau unit bisnis. Matrik pertumbuhan-berbagi BCG adalah salah satu model.

Kurva Difusi Produk Baru

Sebagai produk baru berdifusi ke pasar, beberapa jenis konsumen seperti inovator dan pengadopsi awal membeli produk sebelum konsumen lain. Adopsi produk mengikuti sebuah lintasan yang berbentuk kurva lonceng dan dikenal sebagai kurva difusi produk. Strategi pemasaran harus mengambil kurva adopsi ini ke dalam factor alamat dan rekening yang mempengaruhi tingkat adopsi oleh berbagai jenis konsumen.

Strategi Manajemen Produk dinamis

Dua masalah mendasar adalah apakah produk manajemen untuk merintis atau mengikuti, dan bagaimana mengelola produk melalui siklus hidupnya.

Urutan masuk pasar sangat penting. Dalam kenyataannya, perkiraan pangsa pasar relatif terhadap merek pionir adalah perintis pangsa merk dibagi dengan akar kuadrat dari urutan masuk. Sebagai contoh, merek ketiga yang masuk diprakirakan punya 1 / √ 3 kali pangsa pasar peserta pertama (Marketing Science, Vol. 14, No 3, Bagian 2 dari 2, 1995.) Aturan ini ditentukan secara empiris.

Keuntungan perintis diperoleh baik dari sisi penawaran dan permintaan. Dari sisi penawaran, ada kelebihan bahan baku, pengalaman yang lebih baik efek untuk memberikan keuntungan biaya, dan saluran preemption. Di sisi permintaan, ada keuntungan dari pengenalan, kesempatan untuk menetapkan standar, dan pilihan posisi persepsi.

Setelah perusahaan memperoleh keuntungan perintis, dapat mempertahankan dengan meningkatkan produk, menciptakan standar, mengiklankan bahwa itu adalah yang pertama, dan memperkenalkan produk baru di pasar yang mungkin mengkanibal yang pertama, tetapi mencegah perusahaan lain masuk.

Ada juga kerugian menjadi pelopor. Menjadi yang pertama memungkinkan pesaing melompati teknologi awal. Incumbent mengembangkan inersia pada R & D dan mungkin tidak fleksibel sebagai pendatang baru. Mengembangkan suatu industri berkonsekuensi biaya dimana pelopor harus bertahan sendiri, dan cara mengembangkan industri dan ukuran potensi tidak deterministik.

Secara umum, produk ini terkelompok pada kategori rendah - rendah atau tinggi - tinggi Jika produk dalam kategori campuran, setelah pengenalan ini akan cenderung bergerak ke rendah-rendah atau tinggi-tinggi.

Meningkatkan luasnya garis produk merupakan beberapa keuntungan. Suatu perusahaan dapat lebih melayani beberapa segmen, dapat menempati lebih dari ruang panjang distributor, ia menawarkan pelanggan pilihan yang lebih lengkap, dan kompetisi preempts. Sementara rangkaian produk yang lebih luas akan menyebabkan perusahaan untuk mencopoti sebagian dari penjualannya, lebih baik untuk melakukannya daripada membiarkan kompetisi yang melakukannya.

Kelemahan lini produk luas adalah mengurangi volume untuk setiap merek (kanibalisasi), kompleksitas manufaktur yang lebih besar, peningkatan persediaan, membutuhkan lebih banyak sumber daya manajemen, lebih banyak iklan (atau berkurang per merek), kekacauan dan kebingungan pada iklan bagi pelanggan dan distributor.

Untuk meningkatkan keuntungan dari merek yang ada, suatu perusahaan dapat meningkatkan efisiensi produksi, meningkatkan permintaan melalui lebih banyak pengguna, lebih banyak penggunaan, dan penggunaan tambahan. Sebuah perusahaan juga dapat mempertahankan basis yang sudah ada melalui jalur ekstensi (perluasan merek pada saat ini), pematrolian merek (merek baru di wilayah produk yang sudah ada), dan ekstensi merek.
Read More ..

Wednesday, September 02, 2009

Value Chain

Untuk menganalisis aktivitas spesifik melalui mana perusahaan dapat menciptakan keunggulan kompetitif, itu sangat berguna untuk membentuk perusahaan sebagai rangkaian kegiatan penciptaan nilai. Michael Porter mengidentifikasi serangkaian kegiatan generic yang saling berkaitan untuk berbagai perusahaan. Model yang dihasilkan dikenal sebagai rantai nilai.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan nilai yang melebihi biaya penyediaan produk atau jasa, sehingga menghasilkan marjin keuntungan.

Inbound logistik termasuk penerimaan, pergudangan, dan pengendalian persediaan bahan masukan.

Operasi adalah kegiatan penciptakan nilai yang mengubah input menjadi produk akhir.

Outbound logistik adalah aktifitas yang dibutuhkan untuk mendapatkan produk jadi ke konsumen, termasuk pergudangan, pemenuhan pesanan, dll

Pemasaran & Penjualan adalah aktivitas yang terkait dengan mendapatkan pembeli untuk membeli produk, termasuk pilihan saluran, iklan, harga, dll

Kegiatan pelayanan adalah mereka yang mempertahankan dan meningkatkan nilai produk termasuk dukungan pelanggan, layanan perbaikan, dll

Salah satu atau semua aktivitas utama ini dapat menjadi vital dalam mengembangkan keunggulan kompetitif. Sebagai contoh, kegiatan logistik sangat penting untuk sebuah penyedia layanan distribusi, dan kegiatan pelayanan dapat menjadi fokus utama untuk perusahaan yang menawarkan kontrak pemeliharaan peralatan kantor.

Lima kategori umum dan digambarkan di sini secara umum. Setiap kegiatan generik mencakup kegiatan khusus yang berbeda di setiap industri.

Penunjang

Kegiatan rantai nilai utama yang diuraikan di atas difasilitasi oleh kegiatan penunjang. Porter mengidentifikasi empat kategori generik mendukung kegiatan, rincian industri yang spesifik.

Procurement - fungsi pembelian bahan baku dan input lain yang digunakan dalam kegiatan penciptaan nilai.

Technology Development - termasuk riset dan pengembangan, otomatisasi proses, dan pengembangan teknologi lainnya digunakan untuk mendukung kegiatan rantai nilai.

Human Resource Management - kegiatan yang berhubungan dengan perekrutan, pengembangan, dan kompensasi karyawan.

Firm Infrastructure - termasuk kegiatan seperti keuangan, hukum, kualitas manajemen, dll

Kegiatan penunjang sering kali dipandang sebagai "overhead", tapi beberapa perusahaan sukses telah menggunakannya untuk mengembangkan keunggulan kompetitif, misalnya, untuk mengembangkan keunggulan biaya melalui pengelolaan inovatif sistem informasi.

Analisis Rantai Nilai

Dalam rangka untuk lebih memahami kegiatan-kegiatan yang mengarah pada keunggulan kompetitif, kita dapat mulai dengan rantai nilai generik dan kemudian mengidentifikasi kegiatan spesifik perusahaan yang relevan. Aliran proses dapat dipetakan, dan aliran ini digunakan untuk mengisolasi kegiatan penciptaan nilai individu.

Setelah kegiatan diskrit didefinisikan, hubungan antara aktivitas harus diidentifikasi. Kaitan ini ada jika performa atau biaya dari satu kegiatan dapat mempengaruhi orang lain. Keunggulan kompetitif dapat diperoleh dengan mengoptimalkan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan terkait.

Rantai nilai juga sangat berguna dalam keputusan outsourcing. Memahami keterkaitan antara aktivitas dapat menyebabkan lebih optimal keputusan untuk membuat-atau-membeli yang dapat menghasilkan keuntungan baik biaya atau keunggulan diferensiasi.

Sistem Nilai

Kaitan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai pemasok hulu dan hilir pembeli. Hasilnya adalah arus yang lebih besar kegiatan yang dikenal sebagai sistem nilai. Pengembangan keunggulan kompetitif tidak hanya tergantung pada rantai nilai spesifik perusahaan, tetapi juga pada sistem nilai yang merupakan bagian perusahaan.
Read More ..