Wednesday, December 16, 2009

Mampir Sunan Kalijaga


Kebetulan jalan lagi ke Demak karena ada pertemuan dengan pemda setempat. Rapatnya lumayan lama- 2 jam yang dimulai dari jam 10.00 dan selesai pas dhuhur. Tidak lupa mendapat konsumsi snack dan makan siang nasi dus- sebagaimana biasanya. Seringnya nasi dus dari rapat diberikan untuk driver- yang setia mengantar dan menunggui, tapi siang itu lauknya cukup menarik- bihun, ya sekali-kali bolehlah dimakan. Usai santap siang, gantian nyariin makan siang driver. Meski bukan di purwodadi namun banyak warung swike buka di demak. Usai nemenin makan dan ternyata masih cukup waktu maka diniatkan jalan ke makam Sunan Kalijaga, sekalian sholat di masjidnya. Lokasi makam Sunan dan masjid terletak diantara perumahan penduduk. Terlihat disini profil Sunan yang nampak begitu dekat dengan masyarakat kebanyakan. Masjid sunan terlihat seperti kebanyakan masjid di Jawa. Terbuat dari tembok dan kayu jati yang kokoh kuat. Masjid ini berlokasi dekat dengan makam-nya. Berbeda dengan masjid Demak yang ukuranya lebih besar dan terletak di alun-alun.

Usai sholat di masjid dilanjutkan ziarah ke makam. Sayang sekali hari itu kamis, sehingga makam sunan tidak dibuka. Jadwal buka makam adalah Jumat Pon, Pahing dan Kliwon. Bagi peziarah hanya diperkenankan berdoa dan mengaji di depan makam. Kebetulan siang hari itu cukup panas dan pengunjung harus membuka alas kaki saat memasuki area makam. Memasuki pintu makam anda akan disambut mbok-mbok yang menjual bunga untuk keperluan ziarah dan botol aqua bekas bila anda ingin membawa air dari gentong yang konon digunakan oleh Sunan Kalijaga. Juru kunci di depan juga spontan menyambut ramah dan minta mengisi buku tamu. Juru kunci menjelaskan lay out makam yang gambarnya terpampang di dinding dan sedikit sejarah makam. Anda tentu bisa bersedekah di situ dengan memberikan ala kadarnya.

Sampai di makam yang berbentuk bangunan seperti rumah mungil, ternyata sudah banyak- lebih dari dua puluh orang yang berdoa dan mengaji di teras makam. Anda bisa melihat, berkeliling, berdoa dan mengaji di teras depan, samping, belakang- diantara nisan dan kuburan orang dekatnya Sunan. Selanjutnya anda bisa minum air putih yang diambil dari guci/gentong besar yang konon digunakan Sunan Kalijaga, sambil bersedekah di kotak yang banyak disediakan. Salah seorang penjaga makam menjelaskan bahwa dalam bangunan makam terdapat makam Sunan, istrinya, tiga anaknya, bapaknya dan kerabatnya. Makam Sunan dan istri berada di atas dan lainnya berada di bawahnya. Yang masih belum jelas adalah makam ibunda dari Sunan yang konon tidak di area makam tersebut. Penjaga makam menjelaskan bahwa makam/jenazah ibunda Sunan Kalijaga kemungkinan berada di daerah Lasem, Rembang.

Entah hanya sugesti atau keyakinan belaka seorang pengunjung yang semula sakit kepala, mungkin masuk angin atau pusing, setelah minum air putih dari gentong mendadak menjadi segar dan sembuh. Tidak dipungkiri Sunan Kalijaga merupakan salah satu dari Wali Sembilan yang cukup kesohor. Di area makam juga terdapat batu yang konon digunakan duduk oleh kanjeng Sunan.

Dari sebuah sumber digambarkan singkat sebagai berikut : Hutan Jatiwangi, pada suatu masa. Di rindang lebat pepohonan jati di kawasan Lasem, Rembang, Jawa Tengah, itu dua lelaki berbeda umur tegak berhadapan. Yang satu pemuda berpakaian serba hitam. Di depannya seorang pria lebih tua, dibalut busana serba putih. Sebatang tongkat menyangga tubuhnya.Pemuda berbaju hitam itu bernama Lokajaya, berandal yang gemar membegal pejalan yang melewati hutan Jatiwangi. Ia silau oleh kemilau kuning keemasan gagang tongkat yang dibawa pria berjubah putih. Siapa pun orang berjubah putih itu, layaklah ia menjadi mangsa Lokajaya. Dan ketika tongkat itu direbut, orang tua tadi sama sekali tak berlawan.Ia tersungkur di tanah, kehilangan keseimbangan. Tongkat berkepala emas itu berpindah tangan. Bangkit dari jatuhnya, orang tua itu memberi nasihat, dengan tutur kata lembut. Nasihat inilah yang mengubah jalan hidup Lokajaya. Ia menjadi murid orang tua itu –yang tiada lain daripada Sunan Bonang. Lokajaya sendiri kemudian dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

---Area pemakaman ternyata turut memberikan akses dan sumber penghidupan bagi penduduk sekitar. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, maka sebagaimana area pemakaman Sunan lainnya, terdapat pasar atau lapak yang menjual berbagai barang seperti souvenir, parfum, beragam sarana ibadah, makanan dan minuman. Sambil berjalan pulang anda bisa membeli pisang kepok rebus khas demak. Rasanya manis dan gurih dengan harga seribu per buah.
Read More ..

Friday, December 04, 2009

Trend Setter vs Follower


Trend setter has its own advantage, barangkali tidak banyak salah. Bagi mereka yang memelopori atau berinovasi yang pertama sering mkenuai kesuksesan tersendiri. Dalam skala global banyak fakta mengatakan hal ini. Sony, raksasa elektronik dunia, mengembangkan walkman, disaat barang itu tidak terpikirkan orang. Insinyur Sony berinovasi menciptakan media musik yang bisa dinikmati, dibawa kemanapun. Meski banyak tentangan dan pesimis bakal sukses, tak ayal walkman digulirkan dan menjadi trendsetter. Sampai saat ini tidak disangkal walkman merupakan salah satu trademark Sony. Kalau bukan Sony ya bukan walkman.

Toyota, sebuah manufaktur otomotif terbesar dunia, meski saat ini bersaing ketat melawan VW, berinovasi menciptakan kendaraan yang irit, nyaman dan ramah lingkungan. Sebenarnya hamper semua manufaktur memgembangkan berbagai teknologi termasuk hybrid. Namun keseriusan Toyota membuahkan hasil sebagai peolopor pembuat mobil hybrid yang sudah dipasarkan seantero jagad. Saat ini jutaan mobil hybrid bersilewarn di jalanan. Konsumen menikmati kenyamanan mobil, keterjangkauan harga, keekonomisan dan kepraktisan. Hybrid juga menjawab semakin langkanya bahan bakar minyak dunia. Maka produk ini sering dijuluki mobil hijau dan ramah lingkungan. Toyota juga mengembangkan brand premium bernama Lexus. Dengan mengadopsi mobil mewah lainnya seperti Mercedes dan Roll Royce, serta disempurnakan lagi maka Lexus menjadi brand premium setara atau lebih canggih dari brand lainnya.

Nokia sebuah brand handphone juga tidak dipungkiri menjadi salah satu trendsetter dan mendominasi market share global. Tentu anda masih ingat ketika ukuran handphone segede batu bata dan harganya sangat mahal. Berkat keteukan dan riset terus menerus, Nokia sekarang menikmati hasilnya sebagai salah satu pembuat HP terbesar dengan ragam produk yang ukurannya semakin kecil namun performance-nya justru semakin canggih.

Untuk pasar nasional barangkali bisa disebut beberapa produk seperti Yamaha Mio, Toyota kijang, Honda bebek, teh botol sosro, Aqua, dagadu jogya, primagama, mie sedap dan seterusnya. Yamaha Mio digarap serius di saat trend pasar keranjingan motor bebek. Saat itu banyak yang meragukan akankah kendaraan matic bisa sukses dan diterima pasar. Dengan mengedepankan kenyamana, kepraktisan namun tetap handal Mio diluncurkan ke pasar. Terbukti pasar mulai antusias dan Mio menjadi market leader meski bukan trend setter, karena sudah ada matic yang dipasarkan duluan. Demikian juga Kijang, Honda, Sosro, Aqua dan produk lainnya telah menjadi market leader dan trendsetter di segmen masing-masing.

Dari dunia telekomunikasi barangkali bisa disebutkan ESIA sebagai trendsetter produk telekomunikasi yang mengedepankan ekonomis tinggi dan keandalan. Saat ini produk tersebut menjadi salah satu market leader telekomunikasi berbasis CDMA. ESIA lahir sebagai pendobrak bahwa telekomunikasi itu ekslusive dan mahal. Dengan tag line untung pakai Esia, produk ini terus merengsek pasar dan saat ini menjadi salah satu produk nasional yang fenomenal.

Namun apakah selalu trendsetter berhasil meng-grab kesuksesan ternyata tidak juga. Barangkali anda masih ingat produk games Nintendo, yang meski cukup sukses namun tidak terlampau luar biasa. Baru saat Sony, sebagai follower, melempar produk play station maka produk hiburan games semakin menjadi perbincangan dan konsumsi global. Bahkan di Jepang orang rela antri dan tidur di depan toko guna mendapatkan produk games tersebut. Tentu Sony memberikan sentuhan teknologi dan inovasi pada play station sehingga bisa meraup kesuksesan luar biasa. Dan meski Nintendo dan ditambah Microsoft mengembangkan produk guna menyaingin Sony, tidak dipungkiri play staion berhasil menjadi salah satu market leader produk games.

Casio misalnya sebagai industri pembuat gadget elektronik, adalah contoh follower lainnya yang meraup kesuksesan besar. Casio barangkali salah satu pembuat jam tangan yang inovatif seperti model digital dan kinetic. Meski banyak brand lain yang tangguh seperti Seiko, Rolex atau Tag Hauer, namun casio membanjiri pasar dengan ragam jam tangan bergaya dan teknologi tinggi.

Lion Air dan Air Asia, barangkali adalah contoh berikutnya follower yang menerapkan low cost dan focus. Kedua brand juga mendobrak bahwa penerbangan tidak harus mahal dan mewah. Siapapun bisa terbang dengan harga tiket yang sangat terjangkau, bahkan dibawah harga kereta. Meski isu safety sering mengiringi strategi low cost, namun Lion Air saat menjadi perusahaan penerbangan terbesar swasta.

Dalam dunia perbankan terlihat BCA yang melakukan banyak inovasi. BCA terkenal sebagai bank yang memiliki ATM terbanyak saat itu. Berikutnya BCA mengembangkan ATM non tunai, kartu debet/kredit serta kartu sebagai pengganti kas.
Read More ..

Thursday, December 03, 2009

Dragon Den


Barangkali anda pernah melihat BBC Knowledge sebuah tayangan life, Dragon Den. Tayangan ini sudah menjadi fenomena global yang menampilkan fitur lima multi-milyuner Dragon yang mencari unit bisnis untuk investasi. Bila anda misalkan orang Inggris memiliki bisnis entah catering atau salom mobil maka anda bisa apply ke Dragon Den. Bila mereka yakin dengan bisnis anda, maka investasi ratusan pounds bisa anda dapatkan saat itu juga. Tentu kelima profil multi-milyuner ini merupakan pemilik konglomerasi bisnis di Inggris dengan asset yang tidak diragukan lagi. Dan bila bisnis anda, tidak unik, umum, dan mudah ditiru jangan harap bisa meyakinkan kelima Dragon.

Tayangan malam itu menampilkan pebisnis penyewaan pesawat terbang. Sang pebisnis mengharapkan investasi 500 ribu pounds. Meski pebisnis tersebut sudah membenamkan 300 ribu pounds, namun justru menjadi bulan-bulanan kelima Dragon. Pebisnis dinilai tidak bisa membedakan asset perusahaan dan asset Pribadi-nya. Meski mati-matian mempertahankan bisnisnya cerah dan bakal meraup pendapatan tinggi, tidak urung kelimanya ragu dan batal investasi. Pulanglah pebisnis tersebut tanpa meraup satu pounds pun dari lima multi milyuner.

Applicant kedua dating dan membutuhkan investasi 250 ribu pounds. Bisnisnya adalah bidang IT yakni scaning pengunjung ke café, office, super market atau tempat public lainnya. Pengunjung bisa discan dengan tujuan keamanan dan antisipasi bila membawa senjata misalnya. Namun lagi-lagi pebisnis tersebut menjadi bulan-bulanan the Dragon karena bsinisnya terlalu umum dan mudah ditiru.

Ada juga pebisnis yang menjadi bahan tertawaan karena menyajikan produk yang konyol. Bahkan salah satu Dragon bilang, anaknya yang umur 10 tahun bisa membuta benda yang lebih baik, tentu mereka berhak mengolok-olok manakala pengajuan investasinya untuk bisnis yang tida feaseable misalnya.

Terkadang satu atau dua dragon bersedia memberikan investasi namun dengan return yang sangat tinggi yakni 50%, karena resikonya juga besar. Ini akan menjadi sesi tawar menawar yang menarik dan adu argument bisnis.

Pengaju yang keempat adalah dua laki-laki yang menjalankan bisnis retail topi base ball, t-shirt dan asesories lainnya. Bisnisnnya sudah jalan dan mereka membutuhkan investasi 150 ribu pounds. Secara panjang lebar dipaparkan bagaimana bisnis itu berjalan, sudah menghasilkan dan perlu tambahan investasi untuk membuka cabang lainnya. Kelihatannya sederhana dan sebagian Dragon mulai menyerang secara tajam dan minta data empiris dan perhitungan bisnis yang rasional. Terlihat kedua laki-laki muda itu cukup tenang dan yakin bahwa bisnisnya layak diberi tambahan investasi.keempat dragon menyerah dan mundur dari investasi. Tinggal seorang dragon yang rupanya cukup terkesan dengan bisnis retail ini dan bersedia menginvestasikan sebesar 150 ribu pounds namun minta return 60%. Tentu angka sebesar ini sulit dipenuhi kedua pebisnis muda tersebut. Namun rupanya mereka sangat membutuhkan suntikan dana, akhirnya setelah tie break dan diskusi alot disepakati return sebesar 50%.

Deal, itulah sesi deal tayangan life Dragon Den di BBC Knowledge yang berhasil membuat transaksi investasi bisnis sebesar 150 ribu pounds untuk sebuah bisnis retail kecil. Barangkali kalau di Indo sekelas UKM. Anda barangkali sepakat bahwa masih banyak UKM yang membutuhkan investasi untuk pengembangan bisnis mereka. Alih-alih hanya selalu memberikan perhatian kepada bisnis skala besar, usaha kecil yang riil dengan pasar yang jelas patut mendapat perhatian di negeri ini. Toh pada masa krisis beberapa waktu lalu terbukti tingkat survival mereka cukup tinggi.

Bila diperhatikan di sekitar terdapat banyak usaha kecil seperti warung makanan, rokok, kelontong, industri tahu/tempe/makanan/minuman, jasa tukang cukur, bengkel motor, jasa antaran, kurir dan masih banyak lagi yang bisa digarap para investor.

Read More ..

Monday, November 23, 2009

Day End #276


Hari akhir tiba? Kenapa tidak, itu hak prerogratif Tuhan. Kiamat yang sesuai dengan keinginan manusia, ah kok terdengar enak ya, tapi apa itu fair. Apakah manusia masih kurang diberi berbagai kenikmatan dan kehidupan. Berbagai nikmat yang tersebar di muka bumi, di dalam tanah, lautan dan udara tersebut digunakan setiap saat untuk ego manusia. Makhluk hidup lainpun harus mengalah, dan sering ikut dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Manakala makin terkuak kenyataan akan datangnya hari akhir mereka cenderung mengingkarinya. Entah karena belum siap, entah kenikmatan yang digenggamnya terancam terenggut atau bahkan tidak tahu dan tidak peduli sama sekali. Memang siapapun tidak dapat meprediksikan dan apalagi memastikan waktu hadirnya meski didahului beragam pertanda. Barangkali sebagian manusia sadar bahwa berbagai tanda tersebut sudah terjadi dan tinggal sangat sedikit yang belum. Manusia juga sadar bahwa cepat atau lambat hari akhir bakal tiba. Bagi umat beragama keyakinan ini mutlak sebagai bentuk pengakuan kebesaran Sang Pencipta. Bahkan bagi peng-agung ilmu pengetahuan dan teknologi sekalipun bukan tidak disadari bahwa daya dukung alam semakin habis dan semesta ini dipastikan ada umurnya. Yang berawal pasti berakhir, ini hukum alam itu sendiri, hukum yang Maha Esa. Kecuali yang Maha tidak berawal dan berakhir, adalah Maha Pencipta - Pemilik semesta itu sendiri.

Entah hari akhir itu tinggal setahun, tiga tahun atau empat puluh tahun, manusia tidak tahu. Yang pasti, moment makin confirmnya hari akhir patut menjadi cambuk dan dorongan. Bagi yang selama ini barangkali belum on the track di jalan agama misalnya, kesempatan masih terbuka. Seberapa tipisnya waktu konon peluang untuk kembali on track masih dimungkinkan, karena Tuhan Maha Pengampun. Terkecuali waktu sudah tiba, barulah exodus taubat dan menyatakan dirinya beriman, nampaknya sudah terlambat. Dari beragam literature sampai yang ilmiah disebutkan bahwa akan terjadi suatu kejadian yang hebat di alam semesta ini dalam waktu dekat. Dari sisi ilmiah dijelaskan makin sering terjadi ledakan di permukaan matahari yang akan berdampak pada planet bumi. Posisi bumi terhadap matahari bergeser dan seterusnya, dimana bumi mengalami dampak. Tambahan, makin sering terjadi berbagai bencana alam. Bumi dipastikan juga ada umurnya, dimana daratan hunian manusia semakin berkurang serta sumber dayanya juga sudah sangat drastis menurun. Sehingga bukan suatu hal yang mustahil manakala hari akhir bakal datang, dan bisa jadi dalam waktu yang tidak terlalu lama, mendasarkan berbagai ulah manusia, peristiwa dan kejadian alam.

Menyikapi datangnya hari akhir tentulah berbeda bagi setiap orang maupun di berbagai Negara. Bagi yang hidup siang dan malam hanya mengejar kenikmatan dan kesenangan duniawi barangkali merasa panik, datangnya hari akhir akan merenggut kenikmatan dan hartanya yang banyak. Bagi yang menjalankan ajaran agama ala kadarnya namun masih sering iseng, korupsi atau berbuat dzalim, barangkali dapat menjadi cambuk untuk mengoreksi kekurangannya. Ada juga yang mungkin tidak mau ambil pusing dengan tetek bengek hari akhir, baginya hidup kemudian mati that’s it all, tidak ada dunia lain kecuali kehidupan dunia. Kehidupan setelah mati itu hanya omong kosong- demikian keyakinan mereka. Sementara bagi yang bener-bener taat beragama dengan motif mendapat balasan setelah kematian dan hari akhir mungkin memang sangat dinunggu-tunggu, dimana mereka berkeyakinan akan bertemu dengan yang Maha Adil, dan mendapat balasan atas jerih payah amal baiknya.

Bagi yang ragu, lagi-lagi alur logika sederhana barangkali bisa kemudian menjelaskan, bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Manakala milyaran manusia dimana ada yang berbuat baik dan buruk sudah semestinya bakal mendapat balasan seadil-adilnya pada saatnya. Alangkah tidak fair-nya kehidupan dan dunia manakala tidak ada penghitungan keadilan serta kehidupan setelah kematian. Artinya yang berbuat jahat bakal tidak menerima hukuman, sementara yang berbuat baik, juga sia-sia. Ini tidak sesuai dan bertentangan dengan ajaran agama yang jelas menegaskan adanya dunia yang kekal pada akhirnya.

Wacana hari akhir bisa sangat luas dibahas maupun direnungkan. Apakah anda ingat ketika masih di rahim ? Anda bisa saja tidak ingat, tidak sadar dan bukan keinginan anda sama sekali bila anda dilahirkan dan menjadi seperti saat ini. Apalagi anda sudah menjadi individu hebat, dengan berbagai pencapaian yang luar biasa, maka bahwa anda dulunya tidak ada sama sekali, mungkin anda abaikan. Demikian juga alam semesta ini, berdasarkan literature awalnya juga tidak ada, dan sekarang menjadi ada seperti saat ini. Bisa jadi masih banyak orang yang berpikir seolah semuanya sudah ada sejak awalnya. Namun perlu dicatat, bahwa manusia, hewan, tumbuhan dan alam semesta ini awalnya memang tidak ada. Anda barangkali bilang, matahari kan umurnya hampir 5 milyar tahun, buktinya masih ada dan tidak kunjung musnah. Betul, namun harus diingat ini hanyalah perhitungan waktu versi manusia. Sementara dimensi waktu bagi Tuhan sama sekali tidak berlaku. Sangat terbuka kemungkinan banyak sekali planet, bintang, dan semesta lain di alam yang maha luas ini. Artinya betapa kecilnya kita ini. Sering betapa tidak tahu dirinya kita bersikap dan mengecilkan Tuhan, seolah kita hebat. Padahal apa yang sudah bisa dicapai umat manusia. Bisakah kita membuat darah, otot, daging atau bahkan roh. Ternyata kita tidak bisa apa-apa. Dari agama diumpamakan, ibarat banyaknya ilmu itu seluas samudera, yang diberikan umat manusia hanyalah setetes kecil, jadi sungguh kita itu bodoh dan tidak tahu apapun dibandingkan Tuhan.

Sehingga kenapa manusia diberikan kecerdasan dan kemampuan berpikir yang tidak dimiliki makhluk lainnya. Manusia juga diberikan moral dan keyakinan. Manakala suatu hal atau masalah tidak bisa dipahami dengan akal dan pikiran manusia maka keyakinan tersebut bisa digunakan. Manakala ilmu yang dianugerahkan ibarat hanya setetes dari luasnya lautan maka keyakinan semestinya berperan cukup penting. Hal ini termasuk keyakinan adanya kehidupan setelah kematian, datangnya hari akhir maupun keadilan Tuhan atas perbuatan baik dan buruknya umat manusia.
Read More ..

Wednesday, November 18, 2009

Another Trip (#275)


Bila anda traveling dari semarang – pekalongan – banjarnegara – purbalingga – purwokerta – kebumen – purworejo - magelang dan kembali ke semarang, akan banyak yang bias anda temukan dan alami. Yang pertama adalah ruas ke pekalongan, anda akan melewati ring road Kendal dan weleri. Meski hanya kabupoatan dan kecamatan kedua kota kecil itu memiliki jalan lingkar/ring road yang dilengkapi dengan lampu jalan. Bila malam hari jajaran lampu ini cukup eksotis dan tentu saja membantu pengendara berjalan dengan aman. Selepas weleri sebelum batang, anda bias mendapatkan madu asli, karena daerah tersebut kesohor dengan budi daya madu. Ada madu super, kopi, kapuk atau pollen. Aslinya madu bias anda buktikan adanya alat pemeras madu beserta tong-tong madu yang belum dikemas yang masih banyak lebah terapung dalam cairannya. Anda bebas mencicipi berbagai madu yang baru diambil dari hutan dan kebun. Konon madu banyak mengandung zat yang menyehatkan badan. Anda bias belanja madu pollen dan kapuk hanya dengan 40 ribu rupiah saja dengan kemasan setiap botolnya 600ml. lepas weleri anda disambut kontur naik turun hutan roban. Saat ini sedang semi sehingga hutan jati di kanan kiri jalan terlihat hijau dan segar. Biasanya pengendara bias istirahat di sepanjang alas roban sambil minum kelapa muda yang banyak dijual.

Eksotisme berikutnya adalah ruas Pekalongan – Banjarnegara yang melewat jalur tengah pula Jawa. Hamparan hutan karet membantang hijau melingkupi jalanan naik turun dan berkelok. Jalanan terlihat lembab usai hujan dengan pagar beragam tumbuhan hutan, hijau, adem dan segar. Selain hutan karet milik PTP di jalur ini juga terdapat kebun the yang sangat luas. Kebun the disini memasok kebutuhan minuman favorit ini ke kota di sekitarnya. Bila anda mengendarai kendaraan meski AC mobil anda dingin, sebaiknya matikan AC dan buka sedikit kacanya. Hembusan hawa segar akan menerpa dan menyejukan paru-paru anda yang sekian lama dipenuhi udara kerin dari AC mobil. Saat anda membelah hutan karet dan teh yang eksotis ini, sejenak anda melupakan gaharnya dan hebohnya beragam masalah yang menerpa negeri ini. Anda juga akan teringat lagu nya koesplus bahwa negeri ini ternyata memang kaya raya dengan ragam sumber daya alamnya. Barangkali anda sejenak akan tidak percaya bila masih banyak yang kelaparan sementara tanah begitu subur, padi menghijau dan menguning, sayuran tinggal memetik dan anda hidup tenang diantara alam, diantara gemericik air di perbukitan. Bukan lautan hanya kolam susu, air dan jala cukup menghidupimu, bla bla bla. Tongkatpun bila dilempar konon akan tumbuh menjadi pohon, saking suburnya. Lagi-lagi, segarnya alam terganggu disana sini, bukit mulai dibabat dijadikan lahan pertanian. Hijaunya hutan di perbukitan perlahan diterpa gundulnya tanah yang disiapkan untuk lahan tanaman. Mudah-mudahan mereka masih ingat dan membatasi lahan demi anak cucu kelak.

Masuk ke banjarnegara anda disambut jalanan yang berkabut tebal. Jarak pandang hanya beberapa meter saja. Namun hiruk pikuk masyarakat tetap ramai di pasar dan sepanjang jalanan perkotaan. Uniknya di pinggiran kota terdapat lapangan bola dan saat itu sedang ada pertandingan bola. Jadilah mereka bertanding diantara kabut, layaknya di Negara Eropa saja yang sering dipenuhi salju. Di salah sati pom bensin terdapat kolam dengan 3 ekor ikan air tawar yang berukuran besar. Konon ikan ini berasal dari sungai di Amerika Latin Sono. Ukurannya barangkali lebih dari 2 meter panjangnya dan badannya lebih besar dari manusia. Nampaknya salah satu ikan itu sudah melahirkan anaknya karena sekarang mereka menjadi 4 ekor, dimana salah satunya lebih kecil. Makanan ikan-ikan itu ya ikan yang lebih kecil seukuran ikan lele atau gabus.

Ruas banjarnegara purbalingga anda akan disuguhi beragam produk keramik yang dijajarkan di gerai sepanjang jalan. Keramik itu sudah disulap menjadi hiasan yang indah dan berharga cukup mahal. Barangkali kalau anda tidak sempat belanja keramik ke china atau hongkong, anda bisa mengunjungi sentra keramik disini. Berikutnya sampailah anda di Purwokerto, kota berhawa dingin di jalur tengah Jawa. Di kota ini anda bias berburu tempe mendoan dan mencari hawa segar di baturaden. Jalanan menuju baturaden cukup mulus dan ramai dengan berbagai hotel, vila dan beragam tempat hiburan. Jalur menuju gombong anda bias berbelanja beragam gethuk goring maupun kukus. Anda juga bisa menikmati berbagai masakan bebek, seperti sate, kuah maupun goreng. Bila anda teruskan menuju Kebumen anda bias berbelanja buah bengkoang yang sangat murah meriah. Buah yang tenar untuk lulur dan mengandung banyak serat dan air ini dijual di sepanjang jalan. Anda juga bias mencari minuman Dawet Ireng maupun Dawet Ayu. Dawet Ireng ini cendolnya berwarna hitam dengan ketan hitam, santan dan gula kelapa. Rasanya hmm segar dan manis.sementara di kebumen sendiri banyak sentra genting soka. Tanah liat sebagai bahan pembuatan genting soka tejntunya mudah diperoleh di daerah ini. Jalur selatan jawa ini memang hanya dua lajur, namun tidak membosankan karena hamparan sawah dan hijaunya bukit. Di purworejo anda akan menemukan stasiun buntu. Stasiun ini terhubung ke Kutoarjo, sehingga penumpang kereta yang akan ke Jakarta diangkut oleh 2 gerbang dari purworejo ke kutoarjo. Mestinya ada lajur kereta dari purworejo ke magelang, namun ternyata sudah terputus. Memang yang membangun rel kereta adalah penjajah yakni Belanda, namun sangat disayangkan ruas ini terputus, mengingat vitalnya moda transportasi. Lagi-lagi inilah profil kita, sudah tidak membangun, merawatpun kedodoran.

Di magelang anda akan melewati akademi militer yang bangunanya sangat luas dan terhampar di sekitar bukit tidar yang dipenuhi hutan pinus. Konon bukit tidar inilah adalah poros dan pakunya pulau Jawa karena berlokasi tepat di tengah pulau Jawa. Tidak banyak landscape seperti magelang ini dimana terdapat sebuah bukit di tengah perkotaan. Di magelang anda bisa mencoba makanan khas yakni tahu kupat yang rasanya gurih. Selepas kota anda bisa mengarah ke semarang, dimana anda bisa menyisir beragam menu seperti iwak kali, iwak enthok, kopi banaran, kopi klothok, maupun buah klengkeng. Tidak terasa anda sudah menempuh jarak sepanjang 700 km dalam dua hari. Sungguh anda mesti bersyukur dikarunia alam yang sedemikian kaya. Hanya kenapa begitu banyaknya ragam kekayaan alamnya, negeri ini masih tetep miskin - kemanakah kekayaan itu hilang.
Read More ..

Thursday, November 12, 2009

Bookstore (#274)


Banyak toko buku bertebaran di kota-kota besar. Yang cukup dikenal masyarakat diataranya Gramedia atau Gunung Agung. Toko Buku saat ini sudah merupakan one stop shooping store dimana pembeli bisa mencari buku yang dibutuhkan, termasul alat tulis dan keperluan sekolah. Bila ingin shortcut cukup datang ke info center dan tinggal masukan judul atau pengarang yang dicari ke PC dan jreng sekejap muncul yang dicari. Tentu termasuk kalau bukunya ternyata tidak tersedia. Pengunjung toka buku juga bisa membaca sepuasnya dan hanya melihat-lihat tanpa membeli. Kalau pembeli jelas raja maka saat ini pengunjungpun juga menjadi raja. Bukan masalah bagi pengelola toko karena toh target penjualan dapat tercapai, indikasinya bisnis buku semakin ramai saja. Bias jadi pengunjung yang iseng memang tidak berniat membeli dan juga tidak menyiapkan uangnya. Namun bookstore modern tahu dan menyediakan berbagai buku, majalah, ensiklopedia lengkap, pernak-pernik dan bahkan yang tidak anda pikir dan butuhkan tersedia. Akhirnya pengunjung iseng akan datang lain kali dan membeli karena tertarik dengan ragam produk yang ada.

Saat kuliah anda tentu mengenal banyak pasar yang menyediakan buku bekas atau kopian. Beruntung negeri ini masih belum menindak tegas pembajak dan pengkopi buku. Jadi leluasalah buku terbitan asing, bisa dikopi dan dijual seperempat harga aslinya. Harga ini sesuai dengan daya beli mahasiswa, jadi ternyata ini tindakan buruk dengan manfaat yang baik. Buruk bagi pengarang dan penerbit-nya namun berkah bagi pelajar. Right or wrong is my country, jadi wrong country kali ini ternyata bisa membantu mereka lulus sekolah. Jadi berapa banyak sarjana yang terbantu dengan buku kopian alias bajakan ini, rasanya sebagian besar. Di Jakarta, Jogya atau Solo banyak bertebaran pasar atau kios yang menjajakan buku bekas atau bajakan. Pengusaha toko buku-pun tidak bisa berbuat banyak dan menyerahkan pada hokum pasar. Di Senen - Jakarta terdapat toko buku besar Gunung Agung, namun beberapa meter di luarnya justru bertebaran sentra buku bekas/bajakan tadi. Namun semua kebagian rejeki ternyata dan hidup semua, Tuhan Maha Adil. Komoditas lain yang serupa adalah kaos dagadu jogya di malioboro. Antara yang asli dan paten dengan bajakan bercampur di sana, toh para mahasiswa/pemilik dagadu nyantai saja. Pembeli bebas memilih yang asli dengan harga agak mahal atau yang murah meriah di pinggir jalan. Toh uang tidak bohong, yang tidak asli biasanya juga kurang awet. Pilihan berada ditangan pembeli dan pengunjung, jangan lupa tadi mereka adalah raja.

Lain lagi, di sudut kota Semarang, tepatnya di jalan MT Haryono belum lama ini berdiri sebiah bookstore yang lumayan besar. Bookstore ini cukup luas dengan koleksi buku yang lumayan lengkap. Padahal di kota lumpia ini tentu sudah ada Gramedia dan Gunung Agung. Yang menarik dari bookstore bernama Togamas adalah tagline-nya, toko buku diskon. Katanya pembeli sensitive dengan harga – price sensitive dan rela mengesampingkan sedikit kenyamanan. Jadilah harga buku disini memang miring. Yang jadi masalah adalah toko ini tidak dilengkapi dengan AC, tapi hanya kipas angin. Wah bagi yang terbiasa hidup nyaman barangkali akan terganggu dan males berkunjung, namun masih cukup banyak mereka yang tidak ambil pusing dengan hawa dingin dan lebih memilih berhemat. Jadilah toko buku ini luyaman ramai dikunjungi pembeli. Selain diskon di setiap buku, mereka memberikan layanan sampul plastic gratis untuk berapapun buku yang anda beli. Bahkan buku seharga 19 ribupun disampul plastic gratis dan rapi. Standguide-nya juga ramah dan mungkin agak berbeda dengan Gramedia yang sudah besar serta lebih sering dipatroli satpam di gang-gang rak-nya. Beragam buku disajikan dengan lay out menarik. Koleksinya barangkali tidak terpaut jauh dengan Gunung Agung atau Gramedia. Barangkali ini era-nya bookstore dengan mengedepankan service, low cost dan lebih focus kepada kebutuhan pelanggannya. Bagaimanapun masih banyak pembeli yang perlu berhemat dan membutuhkan recehan lima ratus atau seribu perak dari uangnya, inilah yang coba dihargai Togamas. Anda bahkan bisa mendapatkan sebuah buku kesehatan popular dan novel Agatha Cristie dengan hanya Rp. 48 ribu saja, bonus sampul plastic dan senyum manis kasirnya. Sembari keluar toko bias jadi anda sudah melupakan tadi ruangannya ngga ber- AC dan hanya kipas sepoi yang mengusir panasnya udara.
Read More ..

Wednesday, November 11, 2009

A Little Trip (#273)


Pemda Rembang mengundang operator dalam rangka pembahasan peraturan daerah menara bersama. Jarak Semarang – Rembang sekitar 100-an km yang bisa ditempuh sekitar 3 jam. Ruas Semarang – Demak cukup mulus dan sudah lumayan lebar setelah pembangunan pelebaran jalan beberapa waktu terakhir. Ini jalur utama bagian utara bentangan Jakarta – Surabaya. Tinggal finishing dan perapihan pembatas jalan. Jarak ke Demak hanya sekitar 20-an km. Kota Demak disebut juga kota wali karena banyak sejarah Wali di sini. Di dalam Masjid Demak terdapat 4 pilar utama yang diberi nama Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Ampel. Masjid Demak ini cukup terkenal dan banyak menjadi tujuan wisata rohani dari penjuru tanah air. Disamping Masjid yang berdiri megah di kawasan alun-alun itu dibangun tempat parker tamu yang sengaja mengunjungi masjid Demak. Bangunan Masjid ini model limasan dengan ruang mirip pendopo di depan, yang tanpa dinding. Di sebelah dalam adalah bangunan utama masjid dengan 4 pilar tadi. Terdapat dua bentuk kubikal di dalam masjid yang mengapit tempat Imam. Lantainya dari marmer warna gading sehingga cukup adem meski siang hari. Seorang tukang semir berada dekat tempat wudhu pria. Jadi sembari sholat anda bisa nitip sepatu untuk disemir, tarifnya seikhlasnya namun wajar. Saat ini alun-alun terlihat cukup lengang, tidak banyak pengunjung ke Masjid Demak. Kuliner yang ramai di seputar alun-alun adalah Bakso Tulang, yang terdiri dari bakso biasa dan tulang besar dengan sedikit daging menempel. Seni dari bakso ini penikmat mesti mengginggit daging yang menempel di tulang, lumayan empuk dan asik.

Setelah Demak berikutnya adalah kota Kudus. Kota ini kesohor sebagai kota industri rokoknya. Djarum Kudus adalah industri rokok terbesar di kota tersebut dan salah satu yang terbesar nasional. Cukup banyak orang kaya dari kota kretek ini, umumnya dari executive Djarum. Kudus memiliki luas yang lebih besar ketimbang Demak. Jalur ke Kudus mengalami pelebaran dan sebagian ruas masih dua lajur, namun sedang giat dijadikan 4 lajur. Di kanan kiri terdapat sawah yang menghijau meski hujan belum turun. Petani menyedot air dari kali yang membentang di sepanjang jalur utara Jawa ini. Yang khas dari Kudus adalah Soto Kerbau. Rasa daging kerbau ini cukup empuk dan mirip daging sapi. Penganan lainnya adalah Jenang Kudus.

Kota berikutnya adalah Pati, yang merupakan kota terbesar di daerah utara Jawa Tengah ini. Kalau di Kudus terdapat pengusaha rokok maka di Pati terdapat pengusaha sarang wallet. Terdapat banyak pengusaha wallet yang sukses dari area ini karena liur walet konon harganya bisa tembus 15 juta per kilo-nya. Parameter suksesnya pengusaha adalah hilior mudiknya mobil mewah ber-plat K. Ternyata juga cukup banyak took besar yang menyediakan velg dan ban mobil di ruas Kudus Pati ini pertanda tingginya demand dari mereka yang bermobil. Selain wallet di Pati juga ada perusahaan kacang dua kelinci dan pabrik pembuatan kertas uang. Jalur utara Jawa ini cukup sibuk dengan beragam kendaraan truk, trailer, container, angkutan dan terutama kendaraan pribadi. Di Pati ini tidak ada salahnya anda mencoba nasi gandul yang merupakan unggulan kuliner setempat. Nasi Gandul ini berupa nasi dengan kuah gulai dengan lauk berbagai jeroan, perkedel, telur atau tahu tempe. Penyajiannya di piring yang dialas daun pisang dan bias ditambahkan kecap dan sambal.

Jalur menuju Rembang dari Pati masih jalur lama dua lajur. Jalan-nya masih cukup memadai meski terdapat bumpy disana sini. Yang menarik di ruas Pati Rembang adalah terdapat gundukan garam di kanan kiri jalan dan di tambak garam. Ruas ini memang membujur dipinggir laut dan banyak petani garam di sini. Banyak kincir angin dibangun di tengah-tengah tambak garam dan menambah view yang cukup eksotis. Kalu kincir angin itu lebih besar dan banyak sekilas bisa mirip Belanda,,,negeri kincir angin.

Rembang adalah kota kabupaten yang cukup sibuk. Rembang sendiri berada di pinggiran pantai. Dari sejarah tentu anda belum lupa siapa perempuan penggerak emansipasi nasional. Betul, beliau adalah Ibu Kartini, dan untuk menghormatinya dibangun pantai Kartini, tempat wisata di Rembang. Berhubung kota pantai maka Rembang menyajikan berbagai menu sea food seperti ikan dan kepiting. Rembang, saat ini sibuk berbenah diri dan membangun prasarana. Hampir semua operator telekomunikasi sudah masuk ke Rembang ini dengan bukti terdapat 100-an menara dengan 117 BTS. Kota Rembang memproyeksikan akan membangun 330 BTS di tahun 2014. Demikian setidaknya tekad Pemda setempat menggenjot pembangunan telekomunikasi. Bahwa disadari pembangunan telekomunikasi akan mendorong kemajuan perekonomian daerah.
Read More ..

Tuesday, November 10, 2009

Say It By The Number

Say it by flower - kata pepatah, namun bias juga say it by number- dengan angka atau data maka apa yang dikatakan atau diinformasikan barangkali dapat berguna dan meminimalkan mis-informasi. Meski sebagian pihak kadang tidak sepenuhnya yakin dengan data yang decompile oleh BPS – Badan Pusat Statistik, namun tidak ada salahnya mencoba untuk mengangkat angka-angka tersebut agar bisa dicocokan dengan kondisi di sekitar.

Misalnya jumlah pulau di Indonesia status tahun 2006 adalah sebanyak 17,504. Dari jumlah ini yang sudah bernama sebanyak 9,870 sementara yang belum bernama berjumlah 9,634. Memang ada ungkapan apalah arti sebuah nama, namun nama ini dalam konteks batas, pengakuan atau kedaulatan Negara bisa menjadi masalah serius. Belum lupa rebutan pulau Sipadan Ligitan antara Indonesia dan Malaysia yang akhirnya dimenangkan oleh Malaysia. Saat ini Malaysia meng-klaim pulau Ambalat sebagai wilayahnya, juga meng-klaim berbagai produk dan budaya nasional. Belajar dari hal tersebut bagaimana status pulau yang belum bernama, apakah sebegitu susah memberikan nama dan meregister-kan, sudahkan saat ini dilakukan penamaan dan lebih jauh sosialisasi ke dunia internasional? Pan ada banyak menteri, departemen dan direktorat, penamaan pulau harus secepatnya dilakukan.

Indonesia memiliki sebanyak 75,666 desa/kelurahan dimana sebesar 33.24% atau sebanyak 25,154 desa/kelurahan berada di pula Jawa. Dengan terfokusnya desa/kelurahan di pulau Jawa sudahkah dibuatkan plan atau grand desain untuk menambah jumlah desa/keluarahan di luar Jawa, karena ini akan terkait sebaran budget dan distribusi pembangunan. Bila belum, kira-kira kapan dilakukan, karena sudah menjadi hal umum bahwa prasarana dan infrastruktur lebih terpusat di pulau Jawa ketimbang di luar Jawa. Kalimanta, pula terbesar kita memiliki luas 544,160 km2 atau sebesar 28,48% dari total wilayah Indonesia. Namun sarana transportasi di pulau tersebut jauh dari memadai dan banyak moda dilakukan lewat sungai atau udara. Minimalnya infratruktur ini tentu akan berpengaruih terhadap investasi, pembangunan dan perekonomian setempat.

Proyeksi jumlah penduduk tahun 2009 adalah 231,370 sementara proyeksi tahun 2015 perkiraan jumlah penduduk adalah 247,623. Tentu menjadi tugas pemerintah dan masyarakat untuk bisa mengontrol kelahiran anak agar sesuai dengan kemampuan keluarga dalam membesarkan anak yang sehat dan berpendidikan cukup. Saat ini masih banyak keluarga yang memiliki anak diluar kemampuanya membesarkan secara sehat dan berpendidikan. Akibat dari keterbatasan ekonomi ini masih banyak anak yang hanya mengenyam pendidikan dasar/menengah. Hal ini ke depan turut merugikan masa depan anak akan daya saing dan akses mendapat pekerjaan yang memadai.

Kepadatan penduduk juga masih bervariasi antara 7 orang/km2 untuk Papua, atau 13 orang/km2 untuk Kalimantan, dibandingkan 12,355/km2 untuk DKI Jakarta atau 1027/km2 untuk Jawa. Dengan sebaran tersebut maka sejumlah 58% terkonsentrasi di Jawa sementara hanya 2.23% yang bermukim di Maluku dan Papua misalnya. Secara rinci sebaran penduduk adalah Sumatera 49juta, Jawa 134juta, Bali Nusra 12juta, Kalimantan 13juta, Sulawesi 17juta serta Maluku/Papua 5juta. Sebaran yang sangat tajam ini sudah diupayakan pemerataanya dengan program transmigrasi dan pembangunan daerah tertinggal namun belum menampakan hasil yang maksimal. Secara alamiah mereka akan terfokus di pulau atau lokasi yang lengkap prasarananya dan banyak kesempatan pekerjaan.

Angka kematian bayi tertinggi terjadi di NTB sebesar 43.51 sementara yang terendah terjadi di DKI Jakarta dengan 10.95. Angka kematian bayi terkait erat dengan persoalan kecukupan gizi dan edukasi tentang hidup sehat. Angka kematian bayi juga parameter penting bagi institusi internasional melihat keberhasilan pembangunan suatu Negara.

Berikutnya angkatan kerja nasional berjumlah 111.95juta dengan komposisi mereka yang bekerja sebanyak 102.55juta dan pengangguran terbuka sebanyak 9.39juta orang. Namun dengan banyaknya para pencari kerja baik formal maupun informal apakah kondisi tersebut memang gambaran yang sesungguhnya? Bila dibandingkan dengan Negara maju seperti Amerika Serikat tingkat penganggurannya mencapai 10% sementara Kanada sekitar 8%. Artinya apakah benar komposisi pekerja dan pengangguran kita hampir sama dengan Amerika Serikat. Ditambahkan pada data tersebut angka setengah pengangguran/underemployement nasional besar-nya 31.09juta.

Sementara dari penduduk yang bekerja 102.55juta tadi sebaran berdasarkan tingkat pendidikan adalah Tidak tamat SD 18.42%, SD 35.84%, SLTP 18.57%, SLTA 20.63% dan Universitas 6.58% saja. Dari sebaran ini diperoleh gambaran kualitas tenaga kerja yang didominasi oleh hanya lulusan SD, Sekolah Menengah dan bahkan tidak tamat SD, sementara hanya sebagian kecil, 6.58% adalah mereka pekerja dengan background Universitas. Hal ini barangkali, disamping tingkat perkapita/kemakmuran yang relative rendah juga masih kecilnya penduduk yang mengenyam pendidikan tinggi, sekitar 6.7juta dari 102.55 juta- yang menempatkan kita masih sebagai Negara berkembang- kalau tidak disebut terbelakang bila dibandingkan dengan Negara maju lainnya. Apalagi pendidikan tinggi disini tersebar dari D1, D2, D3, Akademi/Politeknik, selain Institut/Universitas, jadi akan makin sedikit lagi berapa sebenarnya pekerja dengan kualifikasi S1, dan apalagi S2/S3. Dari jumlah pekerja 102.55juta yang berumur antara 25 – 29 tahun hanya sekitar 15.12juta saja.

Upah minimum per tahun 2007 secara rerata hanya Rp. 673,300 dimana yang terkecil adalah sebesar Rp. 448,500 dan terbesar Rp. 987,000. Besarnya kebutuhan hidup minimum nasional secara rerata adalah Rp. 766,350. Rata-rata gaji/pendapatan per pekerja tahun 2008 badalah Rp. 1,158,085 per bulan. Dari angka-angka tersebut bisa diperoleh gambaran kemampuan ekonomi setiap pekerja- ingat setiap pekerja dimana mereka masih harus menanggung nafkah dan kebutuhan hidup sekeluarga. Barangkali anda yang berpendapatan antara 3 sampai 5 juta perbulan saja masih ngos-ngosan dan susah mengikuti harga-harga barang/jasa dan biaya sekolah yang semakin mahal apalagi yang hanya sejuta atau kurang.

Artinya begitu besarnya agenda dan pekerjaan rumah pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya yang barangkali perorangnya mendapatkan gaji/pendapatan sekitar 200 sampai 300 ribu per bulan, bila misalnya rerata gaji tadi dibagi jumlah anggota keluarga 3 atau 4 orang. Sehingga hari ini, sangat ironis- di sekitar kita, terlihat kesibukan para pemimpin negeri ini yang saling tuding dan saling mencari kebenaran masing-masing. Jadi kapan waktu, energi dan pikirannya akan tercurah hanya untuk mensejahterakan rakyatnya, kok nampak semakin sayup.
Read More ..

Friday, October 30, 2009

University View (#271)


Harvard – Oxford - Tokyo

Universitas Harvard di Amerika Serikat didirikan pada tahun 1636 atau telah berumur 373 tahun atau hamper empat abad. Saat ini jumlah pengajarnya sekitar 2100 orang namun dengan lebih dari 10,000 orang staf pendukung di semua fakultas. Jumlah mahasiswa saat ini sekitar 20,000 yang terbagi 6700 pada Harvard college dan 13,600 pada graduate dan professional students. Jumlah alumni sebanyak 320,000 yang berasal dari dalam negeri Amerika 270,000 dan sisanya 50,000 berasal dari 191 negara lainnya. Penghargaan Nobel yang diperoleh sampai saat ini berjumlah 43, mungkin merupakan pemegang Nobel terbanyak di dunia. Motto yang dicanangkan adalah V-E-R-I-T-A-S atau dalam bahasa latin- artinya “kebenaran”. Bentangan areanya meliputi landscapee seluas 4,979 acres sementara koleksi perpustakaan mencapai 16,2 juta volumes.

Harvard terdiri dari 11 principal academic unit, 10 fakultas dan satu Radcliffe Institute for Advanced Study. Divisinya juga menawarkan berbagai course maupun award academic degrees. Nama Harvard berasal dari donator pertama universitas, menteri muda John Harvard dari Charlestown. Saat wafatnya tahun 1638, beliau menymbangkan setengah wilayah estatenya kepada universitas yang didirikan tahun 1636 melalui voting Great and General Court masyarakat teluk Massachusetts.
Saat ini biaya kuliah di universitas tersebut mencapai $48,868 yang meliputi room, board, services dan tuition fee sebesar $33,696. Kalau dirupiahkan besarnya hamper setengah milyar rupiah, dan ini biasanya untuk setahun. Namun universitas juga menyediakan financial aid yang besarnya $41,000 paket bantuan total rata-rata. Presiden-nya unik yakni seorang perempuan bernama Drew Gilpin Faust . Beliau merupakan alumni Universitas Pennsylvania dan merupakan Presiden pertama yang bukan alumni Harvard.
Catherine Drew Gilpin Faust (lahir 18 September 1947)[1] adalah seorang sejarawan Amerika Serikat, pemimpin perguruan tinggi, dan presiden Universitas Harvard.[2] Faust adalah wanita pertama yang menjabat sebagai Presiden Ivy League dan presiden ke-28 universitas ini. Faust adalah wanita kelima yang menjabat sebagai presiden sebuah universitas Ivy League. Bekas Bekas dekan Radcliffe Institute for Advanced Study, Faust juga menjabat sebagai presiden pertama Harvard tanpa kelulusan apapun dari Harvard sejak didirikan tahun 1672.[3][4] Faust didiagnosa kanker payudara tahun 1988. Ia menolak berbicara dengan media tentang diagnosis atau perawatannya.[5]
Pendapatan tahun 2008 dari Universitas ini adalah $3,482,317,000,- atau sekitar 35 trilliun rupiah.Sementara biaya operasional mencapai $3,464,893,000, sehingga memang masih surplus meski relative kecil. Donatur atau sumbangan yang diterima tahun 2008 tersebut besarnya mencapai $36,9 milyar, atau setara dengan 369 trilliun rupiah. Dari donator ini saja Harvard barangkali merupakan sedikit universitas terkaya.

Sementara dari belahan dunia lainnya Universitas Oxford Inggris mencatat sebagai universitas yang setidaknya diajar atau alumni dari 25 Perdana Menteri Inggris, setidaknya alumni dari 25 pemimpin dunia, 47 nobel, 6 raja, 20 Canterbury agung dan 9 pemegang medali Olimpiade. Alumni Ozford berjumlah 170,000 yang berasal dari 60 negara. 120,000 alumni berasal dari Inggris dan sisanya 50,000 alumni berasal dari Negara lainnya. Oxford mencatat bahwa departemen Kimia- nya merupakan yang terbesar, sementara Institut Internet-nya adalah multi-disciplinary yang pertama di dunia. Institute Ageing Oxford juga yang pertama secara internasional yang di-dedikasikan untuk pengetahuan dampak ageing populasi global. Melalui Isis Innovation Limited sebuah perusahaan transfer technology yang mempelopori peneltian dan penemuan akademis. Perusahaan yang berdiri 1988 telah memberikan penghematan pada 60 perusahaan dengan rerata satu paten setiap minggunya.

Oxford Entrepreneur merupakan kumpulan pengusaha mahasiswa terbesar Inggris dengan 1200 anggota dan 10%-nya menjalankan perusahaanya sendiri. Oxford University Press merupakan penerbit yang kesohor, penerbit universitas terbesar dunia dengan 50 kantor dan 3700 karyawan.

Tahun 2007 Oxford memegang ranking 1 di Inggris dan universitas tertua yang berbahasa Inggris. Oxford juga digawangi akademis handal dengan rates 4* dengan tenaga akademis khusus riset berjumlah 2805 dan akademis yang sekaligus mengajar dan riset (1480). Oxford juga memenangkan sponsor penelitian sebesar 214 juta pounds pada 2005.

Perpustakaannya adalah yang terbesar di Inggris dengan lebih dari seratus perpustakaan serta 11 juta item cetak dan sangat banyak pada format lainnya. Bodlein merupakan perpustakaan riset dengan 120 miles panjang rak, 29 ruang baca dan 2490 pengunjung. Ini adalah yang terbesar kedua di Inggris setelah perpusatakaan British. Museum Ashmolean didirikan tahun 1683 merupakan yang tertua di Inggris dan Dunia dengan koleksi benda antic dan seni yang merupakan warisan dunia. Musium Alami Universitas memiliki 4,5 juta specimen yang terbesar dalam zoology, entomology, palaentology, mineralogy dan petrology. Museum lainnya adlah Pitt Rivers untuk antropologi dan arkeologi, Botanic Garden untuk tumbuhan dan Bate Collection of Musical Instrument untuk musik klasik.

Oxford memiliki mahasiswa drop out paling kecil yakni 1,4% ketimbang angka nasional drop out yang mencapai 7,2%. Sementara 40% lulusan sarjananya melanjutkan ke jenjang lebih tinggi ketrimbang rates nasional yang 23%. Siswa yang melamar ke Oxford mencapai score AAB atau lebih tinggi dimana rata-rata mencapai poin A calon mahasiswa adalah 29,9%.

Dari benua Asia barangkali bisa diambilkan contoh Universitas Tokyo, yang berdiri tahun 1876. Universitas Tokyo ini pertama memiliki 4 departemen, Hukum, Science, Sastra dan Kedokteran, ditambah 3 isntitusi. Saat ini telah berkembang menjadi 10 departemen, 11 institut, 18 universitas center, termasuk Museum dan 8 organisasi.

Pengajar akademis berjumlah 4,000 dengan 29,000 mahasiswa, 2269 mahasiswa asing serta 2700 peneliti setiap tahunnya. Pada tahun 2006 Universitas ini memiliki 1250 profesor dan 915 associated professor. Sebaran kampusnya adalah Hongo (56 ha), Komaba (35 ha) dan Kashiwa (24 ha). Fakultas terbanyak ada di Hongo, dan yang terbaru di Kashiwa, pinggiran Tokyo.

Sejak 2007 satu mahasiswa dipilih guna dianugerahi President Award atas pencapaian outstanding prestasinya dalam sembarang bidang. Perpustakaannya didesain terhubung dengan 55 perpustakaan di berbagai fakultas dengan 8,1 juta buku termasuk publikasi. Perpustakaannya juga sudah dikembangkan menjadi digital. Museum University mencakup bidang luas dari palaentologi, antropologi dan koleksi 6.4 juta item penelitian.

Tahun 2007 universitas ini genap berumur 130 tahun. Logo-130 tahun-nya menggambarkan :living body of knowledge” yang mensimbulkan konsistensi riset untuk ilmu pengetahuan baru. Sejak tahun 2007 Universitas mengikuti 277 pertukaran program dan kerjasama dengan 200 institusi dari 47 negara. Tahun 2005 Universitas membuka kantor luar negerinya di Beijing. Universitas juga anggota dari internasional asosiasi seperti AEARU- association of east asian research uni, APRU- association of pacific rim uni, IARU- internasional alliance of research uni.
Read More ..

Thursday, October 22, 2009

Indonesia’s Future – Sebuah Peluang Emas

Meskipun bervisi apokaliptik selama satu dekade yang lalu, Indonesia meraup sukses besar. Namun seharusnya bisa lebih tinggi lagi.

KETIKA Soeharto, Diktator Indonesia selama puluhan tahun, jatuh pada tahun 1998 negara yang sangat ter-integritas nampak dalam keraguan. Negara menghadapi keruntuhan ekonomi, kekacauan poltik dan pemberontakan separatis di Aceh, Papua dan Timor Timur. Negara tetangga berada dalam kekhawatiran terburuk: anarki di Indonesia; gelombang ekstremisme, eksodus orang putus asa; perampokan di beberapa jalur perkapalan tersibuk dunia.

Namun, saat ini Indonesia nampaknya hampir merupakan suatu keajaiban. Laporan khusus the economist dalam masalah ini menggambarkan, kondisi yang stabil, demokrasi damai dengan pertumbuhan ekonomi yang tangguh namun pada jilatan terhormat. Keburukan ini -minus Timor-Leste yang kini independen. Disamping bom bunuh diri bulan Juli di Jakarta, ekstremisme yang telah terpinggirkan dan, merupakan Negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, maupun aturan yang moderat. Pembuat kebijakan Indonesia, secara alami, merasa syukur telah terhindar dari kejatuhan ke jurang. Dan ini cukup memuaskan. Sebaliknya, pembuat kebijakan seharusnya mengkhawatirkan tentang rapuhnya keuntungan yang telah mereka buat, dan seberapa jauh negara ini masih menyadari potensinya.

Presiden saat itu, memiliki kesempatan langka untuk mencoba. Dipilih kembali pada bulan Juli secara mayoritas yang mendebarkan, Partai dari Presiden terpilih juga memiliki lebih banyak kursi ketimbang lainnya di parlemen. Ini merupakan klaim yang menguatkan, akan memungkinkannya untuk menyusun kabinet dengan teknokrat yang kompeten dan menghilangkan kesungkanan dan ketakutan dengan reformasi yang dilakukan pada jabatannya yang pertama. Keberanian bagaimanapun diperlukan: dalam mereformasi ekonomi; mengintensifkan pertempuran melawan bencana korupsi; dan sekop penggali parit proses demokrasi yang solid.

Berbeda sekali dengan ibarat kapal karam selama krisis keuangan Asia 1997-98, Indonesia telah berlayar melalui kredit tanpa banyak kebocoran. PDB diperkirakan akan tumbuh dengan lebih dari 4% tahun ini. Pengendalian fiskal dan permintaan domestic berkelanjutan telah memberikan ekonomi yang solid. Hal ini tidak, bagaimanapun, diterjemahkan ke dalam pengurangan kemiskinan yang dijanjikan pemerintah saat berkuasa pada 2004. Indonesia juga tidak memiliki iklim usaha yang memungkinkan ekonomi tumbuh 6,5% per-tahun dimana rata-rata ini di bawah era Soeharto, apalagi dua digit angka yang dicapai oleh China.

Beberapa indikator kemiskinan, seperti tingkat kekurangan gizi anak, telah hampir tidak membaik sejak tahun 2000, dan lain-lain, seperti kejadian kematian ibu, jauh lebih buruk daripada di banyak negara dengan pendapatan nasional per kepala yang sama. Sebagian ini adalah kegagalan pengeluaran pemerintah. Sekitar setengah dari pengeluaran dialokasikan untuk bahan bakar, listrik dan subsidi lain, yang cenderung menguntungkan pihak yang mampu. Dan pelimpahan penting secara politik atas kekuasaan dan sumber daya memperburuk masalah klasik ini: bahwa pemerintah Indonesia tidak memiliki kapasitas untuk membelanjakan uang secepat seharusnya.

Dengan pasar domestik yang besar- sejumlah 240 juta – Indonesia seharusnya menjadi hub alami untuk perburuan bisnis pada ceruk regional di Asia Tenggara. Namun, kebijakan yang tidak ramah malah mendorong perusahaan-perusahaan lari ke tempat lain. Pada minggu ini laporan tahunan Bank Dunia dalam hal kemudahan melakukan bisnis di seluruh dunia menempatkan Indonesia pada peringkat 122 dari 183 negara, di bawah misalnya, Bangladesh, Ethiopia dan Guatemala. Birokrasi, proteksionisme picik, pembatasan undang-undang perburuhan dan kebingungan antara tingkat pemerintahan yang berbeda menghalangi investasi.

Begitu juga korupsi. Salah satu poin terbesar presiden adalah image yang bersih. Sebuah kampanye melawan korupsi telah membuktikan bahkan orang tua menantunya ditempatkan dibalik jeruji besi. Anti-korupsi telah memiliki dampak, sebagian berkat kerja komisi independen, yang dikenal sebagai KPK. Itulah mungkin mengapa kekuatan KPK berada di bawah ancaman parlemen, yang mungkin belum berhasil hilang sama sekali.

Sebuah proses bukan tujuan

Pencapaian semua yang paling mengagumkan dari Indonesia juga tidak dapat diberikan semata-mata. Meskipun telah mendirikan sebuah demokrasi yang berfungsi dalam waktu singkat, kandidat lain dalam pemilihan bulan Juli menentang hasil pemilu. Mereka memiliki pesan. Pemilihan berjalan cacat. Tidak ada yang seperti Iran atau Afghanistan-gaya-kecurangan - penyalahgunaan tampak secara acak ketimbang sistematis. Tapi apa yang benar-benar menenangkan emosi adalah margin kemenangan Presiden terpilih. Sebelum pemilihan berikutnya, proses yang lebih kuat sangat penting. Kediktatoran sudah nampak tinggal kenangan belaka, gagasan tentang kudeta juga menggelikan. Namun banyak yang sama dikatakan mirip Thailand satu dekade yang lalu, beberapa tahun sebelum tentara melangkah kembali ke politik. Demokrasi Indonesia tampaknya memiliki dasar lebih tangguh, tapi itu bisa menjadi kesalahan serius bila menganggap sudah dibangun sepenuhnya.

The Economist
Read More ..