Tuesday, April 14, 2009

F-1 2009 Sepang


Sungguh lomba yang cukup langka dimana hujan begitu deras mengguyur dan membanjiri trek. Serunya race sebenarnya sudah terlihat sejak babak kualifikasi. Pada Q-1 dan Q-2 bnyak pembalap papan atas berguguran dan catatan tercepat ditorehkan tim papan tengah- bawah seperti Brawn GP, Williams maupun Toyota yang mengaplikasikan difusser. Memang hasil Q-1 misalnya sangatlah tipis dimana jarak pembalap yang menduduki tercepat dengan posisi 15 hanya sekitar 1 detik saja, sehingga selisih antar pembalap rata2 hanya kurang dari 0,1 detik! Namun sedemikian hebatkah paket difusser yang perannya menguatkan down force itu. Bahkan perangkat ini masih menjadi pro kontra dan sempat dianggap tidak memenuhi ketentuan atau illegal. Sebaliknya tim yang belum mengaplikasikan konon menjajagi untuk turut memasang paket ini.

Race 2009 sekaligus sebagai gambaran bahwa pada dasarnya skill dan performance pembalap tidaklah berbeda jauh atau hampir sama rata. Sehingga perbedaan sekecil apapun dari mobil begitu berpengaruh pada hasil akhirnya. Pada race Australia sebelumnya terjadi crash Kubika dan Vettel yang menyebabkan ujung front wing mobil Kubika somplak, dan ini sudah cukup membuatnya hilang keseimbangan, sliding dan akhirnya menabrak dinding pembatas. Ata terlihat pada strategi pengisian bahan baker dimana selisih beberapa liter langsung mempengaruhi speed dari mobil.

Hal ini tidaklah aneh mengingat bobot mobil F-1 hanya berkisar 600 sampai 700 kg saja dan sudah termasuk pembalapnya. Bobot ini termasuk sangat sangat ringan melihat tenaga mesin bisa sampai 800 HP sehingga paket aerodinamika sangatlah dominant.

Kembali pada race Sepang kali ini yang diguyur hujan lebat panitia lomba akhirnya mengibarkan bendera merah tanda lomba dihentikan pada lap 32 dari total 56 lap yang harus diselesaikan. Akhirnya setelah 50 menit hujan tidak kunjung reda dan justru semakin deras dan permukaan jalan penuh air dimana sebelumnya banyak pembalap tergelincir ke gravel termasuk jagoan basah- Lewis dari McLaren- panitia mengibarkan bendera hitam sebagai tanda lomba dihentikan. Penghentian lomba ini sendiri adalah kejadian kedua setelah race Brasil 2003 yang juga mengalami gangguan cuaca buruk.

Sebagaimana aturan lomba bila akumulasi lap kurang dari ¾ maka perolehan poin akan dipotong setengahnya. Panitia menetapkan posisi di lap 31 sebagai hasil akhir lomba dimana urutan saat itu adalah Button – Heidfeld – Glock – Trulli – Rubens – Weber – Lewis dan Rosberg. Pada lap awal terlihat Rosberg ini sempat memimpin lomba namun perlahan Button dari Brawn akhirnya berhasil menjadi yang terdepan. Pemotongan poin pembalap menjadi hanya setengahnya ini juga merupakan kejadian kedua setelah grand prix Australia 1991. Hal ini menyebabkan standing poin pembalap menjadi ada yang pecahan.

01 Jenson Button 15
02 Rubens Barrichello 10
03 Jarno Trulli 8.5
04 Timo Glock 8
05 Nick Heidfeld 4
06 Fernando Alonso 4
07 Nico Rosberg 3.5
08 Sebastien Buemi 2
09 Mark Webber 1.5
10 Lewis Hamilton 1


Ada kejadian sedikit konyol terjadi manakala hujan belum turun Kimi sudah diganti ban basah di pit stop, sementara tim lain masih menggunakan ban kering. Kontan kejadian ini menyebabkan Kimi jadi bulan bulanan pembalap lain karena menggunakan ban basah pada trek yang masih kering dan menyebabkan dia kehilangan cukup banyak waktu. Meski akhirnya hujan memang turun namun Kimi urung mendapat poin dan hanya finish diurutan 14.

Dari hasil lomba terlihat peta kekuatan masih belum menggambarkan kelas sebenarnya dan menunjukan dominasi Brawn, Toyota dan Williams yang kebetulan ketiga tim mengaplikasikan paket difusser. Yang jelas-jelas merupakan kejutan adalah kembali duet time lit Ferari dan Mercedes kali ini masih belum menunjukan kelasnya baik pada Qulaifikasi maupun Race.

Apakah kekuatan itu sudah menunjukan gambaran yang sesungguhnya tentunya masih harus dibuktikan pada race China esok atau pembuktian sisa 15 race pada musim 2009 ini.

2 comments:

Ardi Aryono said...

check this out : http://www.youtube.com/watch?v=3sMHyoEezYg&feature=channel_page. Pasti someone you know. Hehe..

chris said...

Ola...