Wednesday, January 24, 2007

Land Cruiser (LC)

Mobil ini begitu akrab di telinga offroader atau dulunya karyawan perkebunan atau kehutanan. Kenapa akrab di sana, karena mobil ini dibangun memang untuk menjelajah segala medan. Sebutan akrab lain dari Toyota LC adalah Hartop atau FJ. Sebenarnya tipe mobilnya ada yang Hartop atau beratap plat layaknya SUV pada umumnya atau beratap terpal. Juga ada yang chassis pendek ataupun panjang.


Menilik dari sejarahnya lahirnya jeep diawali pada saat perang dunia. Amerika sebagai Negara besar yang terlibat perang antar benua perlu membangun kendaraan bagi tentaranya menjelajah medan perang. Didesainlah kendaraan jeep tadi yang identik dengan kendaraan tangguh dan menjelajah beragam medan. Terbukti jeep menjadi kendaraan wajib bagi tentara Amerika saat itu.

Jepang sebagai pihak yang sudah pula mampu membuat mobil berniat membangun mobil serupa. Bahkan targetnya adalah melampaui kehandalan jeep tadi. Terbentuklah prototype jeep versi Toyota tadi dan dilakukan test gila-gilaan mendaki bukit sampai ke puncak. Hasilnya adalah kendaraan segala medan yang kekuatannya setara atau melebih jeep Amerika tadi.

Sejak tahun 1960-an Jepang telah mampu membuat LC ini dan saat itu didukung oleh departemen lain guna menyerap dan menggunakannya. Quality talks begitu kira-kira gambaran dari sang jagoan Toyota ini. Mulai-lah tersebar ke seantero daratan penyebaran dari LC ini.

Bahkan saat ini masih banyak kita temukan jangan kata yang tahun 80-an atau 70-an, bahkan yang tahun 60-an pun masih banyak digunakan orang. Seorang tokoh offroad menjuluki jeep ini sebagai badak yang bakal tidak rusak meski diperlakukan bagaimana kasarpun. Sudah jamak dalam dunia offroader wajib menggunakan jeep ini guna menaklukan medan belantara.

Kalau kita sempat datang ke daerah Bromo di Malang, Jatim maka bakal kita temukan banyak LC chasis pendek yang disewakan mendaki puncak Bromo. Hal ini dikarenakan begitu curamnya sudut gunung Bromo dan tidak sembarang kendaraan aman dan mampu dibawa mendaki. Toyota LC menjadi mascot dan andalan menaklukan ketinggian gunung yang indah saat matahari terbit tersebut.

Tahun 2003 saya sempat memiliki sebuah Hartop FJ-40 tahun 1977 yang saya beli dari seorang kenalan. Wuih ini mobil memang tiada matinya. Digunakan melintas jalan apa saja semuanya mulus dilibas. Berhubung terbatasnya lahan parkir dan kurang optimalnya perawatan maka kurang dari satu tahun mobil dibeli oleh teman saya. Memakai hampir satu tahun saya tidak rugi, karena harga jualnya lebih tinggi dari belinya, he he dasar pedagang yaa.

Dunia offroader bahkan menyimpulkan bahwa Toyota LC memiliki kaki-kaki terkuat diantara jenis jeep lainnya. Memang untuk speed dan onroad bisa saja jeep semacam CJ atau Wrangler lebih kencang, namun untuk urusan kekuatan kaki dan kebandelan mesin nampaknya Hartop-lah jagonya.

Mengalami pergeseran dan inovasi jeep Hartop sekarang sudah mengalami berbagai penyempurnaan. Mulai dari FJ-40, FJ-50, FJ-60 dan seterusnya, sekarang serinya sudah sampai ke FJ-100. FJ-100 sudah bukan merupakan kendaraan jeep semata namun gabungan dari segala medan dan kemewahan. Bagaimana tidak mewah kalau LC FJ-100 berbandroll di atas 1 milyar rupiah. Itulah legenda hidup salah satu jeep yang pernah dibangun.

No comments: